Berbagai Penyakit Darah yang Wajib Anda Ketahui (Bagian 1)

lead image

Ada banyak penyakit darah yang berbahaya untuk kesehatan kita. Bahkan, beberapa justru tak dapat terdeteksi karena gejalanya seperti penyakit ringan biasa.

Darah adalah cairan yang beredar yang membawa nutrisi, oksigen, dan sarana pembuangan sampah tubuh. Sel dan protein di dalam darah membuatnya tampak lebih kental dari air murni. Perannya yang sangat vital untuk tubuh membuat ia rentan terkena penyakit darah.

Rata-rata seseorang memiliki sekitar 5 liter darah. Sedangkan, separuh dari komposisi yang ada di dalam darah adalah plasma.

Plasma mengandung protein yang membantu proses pembekuan darah. Plasma juga berfungsi untuk alat transportasi plasma darah juga mengandung glukosa dan nutrisi lainnya.

Selain plasma, setengah dari komposisi darah disebut sebagai sel darah. Sel ini memiliki beberapa komponen di dalamnya.

Komponen tersebut adalah sel darah merah, sel darah putih, dan Trombosit.

Sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah putih berfungsi untuk melawan infeksi. Sedangkan Trombosit berfungsi sebagai sel-sel kecil untuk membekukan darah lewat pembuluh darah arteri dan vena.

Ketika darah yang memiliki banyak fungsi ini mengalami disfungsi, maka akan timbul berbagai macam penyakit darah.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang disebabkan oleh darah yang tidak normal:

1. Perdarahan

Darah yang mengalir dari kulit karena benda tajam memang akan jelas terlihat. Makanya, ada banyak orang panik begitu melihat darah yang mengalir.

Jika darah sudah mengalir lebih dari 10 menit dengan luka yang besar, maka kemungkinan terjadinya pendarahan akan terjadi. Pasien akan kehilangan banyak darah.

Maka, pertolongan pertama dalam hal perdarahan adalah menghentikan aliran darah yang keluar. Bisa dengan cara ditekan dengan kain maupun perban agar aliran segera terhenti.

Selain itu, membersihkan area yang terkena luka juga penting untuk menghindari tubuh dari infeksi tetanus. Hal ini akan menyakitkan pada luka gigitan maupun senjata tajam, namun harus tetap dilakukan demi mencegah infeksi di kulit.

Artikel terkait: Pendarahan setelah melahirkan.

2. Hematoma

Jika pendarahan eksternal dapat terlihat jelas, maka pendarahan di dalam organ tubuh sulit terdeteksi. Itulah yang dinamakan dengan penyakit darah Hematoma.

Pembuluh darah yang rusak bisa jadi adalah arteri, vena, atau kapiler. Sekalipun hanya seperti sebuah titik, pendarahan dalam ini dapat menyebabkan kehilangan banyak darah yang signifikan.

Darah yang keluar dari aliran darah dapat menyebabkan kulit memar. termasuk nyeri, pembengkakan, dan ruam. Hal ini biasa terjadi jika penyebabnya adalah benturan pada benda-benda yang keras. Bisa juga terjadi pada organ dalam seperti ginjal, hati, dan lambung.

Hematoma ada beberapa jenis, diantaranya:

  • Intrakranial hematoma

Pendarahan internal yang terjadi dalam jaringan otak dan pembuluh darah yang mengakibatkan kerusakan otak yang signifikan.

  • Subungual hematoma

Cedera pada jari atau kuku dapat menyebabkan nyeri yang signifikan karena darah akan terperangkap dalam ruang kecil yang tidak memungkinkan ruang untuk memperluas aliran darah. Penanganan darurat penyakit darah ini berupa melubangi aliran darah yang mampet agar darahnya segera mengalir.

3. Leukemia

Leukemia adalah penyakit darah berupa kanker dari sel-sel darah. Dimulai di sumsum tulang, jaringan lunak di dalam sebagian besar tulang.

Ketika seseorang terkena penyakit darah leukimia, sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih. Sel-sel leukemia ini juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya dan menyebabkan pembengkakan atau nyeri.

Belum diketahui pasti apa penyebab leukimia. Sebagian besar ilmuan berkata bahwa penyakit darah itu adalah akibat dari radiasi, terpapar zat kimia seperti benzene, dan keabnormalan kromosom.

Ironisnya, radiasi saat proses kemoterapi kanker lain juga dapat menjadi penyebab leukemia.

Ciri leukimia adalah sebagai berikut:

  • Ada benjolan kelenjar di leher, bawah lengan, atau di pangkal paha.
  • Mimisan
  • Sering perdarahan dari gusi atau dubur
  • Lebih sering memar, atau perdarahan menstruasi sangat banyak
  • Demam
  • Sering berkeringat pada malam hari
  • Nyeri tulang
  • Kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan
  • Merasa lelah tanpa tahu alasannya
  • Pembengkakan dan rasa sakit di sisi kiri perut.

4. Multiple myeloma

Multiple myeloma menyebabkan sel kanker menumpuk di sumsum tulang, di mana mereka merangsek sel-sel darah yang sehat.

Alih-alih menghasilkan antibodi yang membantu, sel-sel kanker justru memproduksi protein abnormal. Keabnormalan tersebut dapat menyebabkan komplikasi pada ginjal.

5. Limfoma

Limfoma adalah suatu bentuk kanker darah yang menyebabkan sel-sel darah putih berkembang biak secara abnormal dalam kelenjar getah bening dan jaringan lain. Jaringan membesar, gangguan fungsi darah, dan akhirnya dapat menyebabkan kegagalan organ dan sistem imun tubuh.

Limfoma terjadi ketika sel-sel kelenjar getah bening atau limfosit mulai berkembang biak tak terkendali. Kemudian, proses tersebut membuat produksi sel-sel kanker yang memiliki kapasitas normal untuk menyerang jaringan lain di seluruh tubuh.

Sistem getah bening terdiri dari:

  • Jaringan limfoid: termasuk kelenjar getah bening dan organ terkait (lihat di bawah) yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan darah
  • Getah bening: cairan bening yang bergerak melalui sistem getah bening, membawa limbah tubuh dan kelebihan cairan dari jaringan, seperti halnya limfosit dan sel sistem kekebalan tubuh
  • Pembuluh limfatik: tabung kecil, mirip dengan pembuluh darah, di mana perjalanan getah bening  ke berbagai bagian dari sistem getah bening

Ada dua jenis utama dari limfoma:

Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgin paling sering menyebar melalui pembuluh getah bening secara bertahap, dari satu kelenjar getah bening ke kelenjar getah bening lainnya. Akhirnya penyakit dapat menyerang aliran darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, termasuk hati, paru-paru, dan sumsum tulang.

Penyakit darah Lmfoma Hodgkin memiliki dua jenis penyakit. Yaitu Hodgkin klasik yang merupakan penyakit dengan 4 subtipe hodgkin lain. Sedangkan yang satu lagi adalah nodular limfosit yang biasa disebut sebagai penyakit Hodgkin yang dominan.

Artikel terkait: Jenis penyakit Auto imun yang sering menyerang wanita.

Limfoma non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin diklasifikasikan menjadi berbagai subtipe berdasarkan pada sel asal yang biasa disebut sebagai sel B atau sel T, serta memiliki karakteristik sel.

Limfoma jenis ini memerlukan pengobatan dini, respon terhadap pengobatan, jenis pengobatan yang diperlukan, dan prognosis. Limfoma Non-Hodgkin jauh lebih umum daripada limfoma Hodgkin.

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit darah Limfoma Non-Hodgkin. Diantaranya adalah efek dari nuklir, cat rambut warna gelap, dan minuman beralkohol.

4. Anemia

Anemia adalah kondisi di mana darah kekurangan sel darah merah yang sehat yang disebut dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang bertugas untuk mengikat oksigen.

Jika sel darah merah terlalu rendah atau tak mendapatkan cukup oksigan dalam sel, tubuh manusia akan mengalami kelelahan dan sesak nafas.

Setidaknya ada 3 jenis penyakit darah anemia:

  • Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah

Keluarnya darah terus menerus akan membuat sel darah merah berkurang. Hal ini bisa terjadi dalam kondisi haid, melahirkan, maupun saat terluka parah.

  • Anemia yang disebabkan oleh produksi sel darah merah menurun atau rusak

Penyakit ini timbul karena kekurangan zat besi, vitamin, mineral, ada masalah di sumsum tulang, dan sel induk yang diperlukan dalam tubuh.

  • Anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah

Ketika sel-sel darah merah yang rapuh tidak dapat menahan rutinitas dari sistem peredaran darah, maka mereka dapat pecah prematur, menyebabkan anemia hemolitik.

5. Anemia hemolitik

Ketika sel-sel darah merah yang rapuh sudah tidak dapat menahan rutinitas sistem peredaran darah, sel tersebut dapat pecah secara prematur. Anemia hemolitik dapat hadir pada saat bayi baru lahir maupun baru berkembang di kemudian hari.

Penyebab umum penyakit darahAnemia hemolitik antara lain:

  • Faktor genetis
  • Infeksi, obat-obatan, racun ular maupun laba-laba, atau makanan tertentu.
  • Racun dari hati atau penyakit ginjal tingkat lanjut
  • Serangan sistem kekebalan tubuh (disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir yang terjadi pada janin dari wanita hamil)
  • Cangkokan pembuluh darah, katup jantung prostetik, tumor, luka bakar yang parah, paparan bahan kimia tertentu, hipertensi berat, dan gangguan pembekuan
  • Pembesaran limpa dapat membuat sel darah merah terperangkap dan menghancurkan sel tersebut sebelum darah tersikulasi.

Halaman selanjutnya: Hemochromatosis, penyakit sel sabit, bakteremia, dan Malaria.

6. Hemochromatosis

Tubuh memang membutuhkan zat besi sebagai bahan untuk membuat hemoglobin,Tetapi ketika ada terlalu banyak zat besi, justru akan timbul penyakit Hemochromatosis.

Penyakit tersebut berpotensi untuk merusak hati dan jantung. Selain itu, dapat menyebabkan penyakit lain, seperti diabetes dan arthritis.

Terlalu banyak transfusi darah, gangguan hati, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu timbulnya hemochromatosis sekunder.

Siklus menstruasi membuat potensi adanya penyakit hemochromatosis pada wanita lebih rendah dari lelaki. Karena, pada saat menstruasi tersebut, wanita dapat mengeluarkan kelebihan zat besinya.

Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Gampang capek.
  • Daya tahan tubuh lemah
  • Nyeri sendi
  • Penurunan berat badan
  • Sering kencing

7. Penyakit sel sabit

Disebut penyakit sel sabit karena sel darah merah yang seharusnya utuh jadi berbentuk bukan sabit. Sel-sel darah merah berbentuk sabit ini bids pecah dengan mudah sehingga menyebabkan anemia.

Sabit sel darah merah hanya hidup selama 10-20 hari, padahal sel darah merah normal bisa hidup sampai 120 hari. Sel darah merah sabit yang rusak ini juga mengumpul dan menempel pada dinding pembuluh darah dan menghalangi aliran darah.

Hal ini dapat menyebabkan nyeri dan kerusakan permanen pada otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, tulang, dan limpa. Infeksi dan dehidrasi adalah pemicu umum terjadinya krisis sel sabit.

Anak-anak yang lahir dengan penyakit sel sabit tidak akan menulari yang lainnya. Hal ini terjadi ketika seorang anak mewarisi dua gen hemoglobin sabit dari orang tua masing-masing.

Orang-orang yang mewarisi gen penyakit darah hemoglobin dari satu sabit adalah pembawa sifat sel sabit tidak akan memiliki anemia atau memiliki sel sabit yang parah. Sel sabit yang yang berlebihan dalam tubuh akan membuat urin mengeluarkan darah atau mengalami infeksi saluran kemih.

8. Bakteremia

Bakteremia adalah adanya bakteri yang hidup di dalam sirkulasi darah. Sebagian besar berisi bakteremia okultisme secara spontan berubah, terutama yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Salmonella.

Jika infeksi bakteri serius terjadi, maka pasien akan menderita pneumonia, septic arthritis, abses otak, osteomielitis, selulitis, meningitis, dan sepsis. Kemungkinan paling buruk untuk penyakit ini adalah kematian.

Kebanyakan bayi dan anak-anak yang terindikasi memiliki penyakit darah bakteremia memiliki gejala berupa demam. Biasanya anak-anak hanya diobati sumber demamnya saja untuk menurunan suhu tubuh yang memanas.

Namun, anak-anak yang demam karena bakteremianya berada pada level yang tinggi akandiberi resep berupa antibiotik. Baik ia sebagai pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan.

9. Malaria

Malaria adalah infeksi sel darah merah yang disebabkan oleh Plasmodium, yaitu parasit yang ditularkan oleh nyamuk Malaria betina. Malaria menyebabkan demam episodik (naik-turun), menggigil, dan kerusakan organ.

Malaria tidak dapat ditularkan kepada orang lain lewat sentuhan maupun berdekatan secara fisik. Malaria yang tidak dapat diatasi dapat menyebabkan kematian.

Cara mencegah malaria adalah dengan minum obat sebelum, selama, dan setelah perjalanan ke suatu daerah yang banyak terdapat nyamuk malarianya. Sayangnya. obat untuk mencegah malaria tidak begitu manjur karena tergantung dengan resistensi tubuh terhadap obat maupun sel imun dalam tubuh.

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Kementerian Kesehatan Andi Muhadir kepada VOA Indonesia mengatakan bahwa 70 persen kasus malaria terdapat di wilayah Indonesia Timur. Diantaranya Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Menurut data dari CDC (Center for Disease Control) Amerika, Malaria tekah menyebabkan ribuan orang terinfeksi dan menjadi penyebab kematian untuk 100.000 orang pertahunnya.

Itulah penyakit yang berkaitan dengan darah yang sering menjangkiti banyak orang. Menjaga pola hidup sehat dan memeriksakan kesehatan secara rutin agar tak terlambat dalam mendeteksi berbagai penyakit darah yang ada.

Simak daftar penyakit darah lainnya pada “Berbagai Penyakit Darah yang Wajib Anda Ketahui (Bagian II)” pada artikel berikutnya. Diantaranya Trombositopenia abnormal, Leukopenia, Koagulasi intravascular diseminata (DIC), Hemofilia, Hypercoaguable, Polisitemia, Trombosis vena (DVT), dan Myocardial infarction (MI).

 

Referensi: Emedicine Health, Mayo Clinic, Cancer.Org, Web MD, Nhlbi

 

Baca juga:

Seputar Golongan Darah Anak, Pola, dan Pengaruhnya ke Otak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner