TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sedih! Tak sengaja minum cairan disinfektan, balita 2 tahun meninggal 

Bacaan 5 menit
Sedih! Tak sengaja minum cairan disinfektan, balita 2 tahun meninggal 

Bagaimana kronologi kejadiannya dan apa kandungan berbahaya disinfektan?

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Tragedi terjadi di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat. Secara tak sengaja, seorang balita minum cairan disinfektan kemudian meninggal pada Senin (20/4/2020) malam.

Sihabudin, ayah balita dua tahun itu, mengatakan anaknya meninggal dunia setelah beberapa jam mendapatkan penanganan tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu.

“Ia putra kedua kami meninggal dunia di rumah sakit Palabuhanratu,” ungkap Sihabudin seperti dilansir Kompas (21/4/2020).

Balita minum cairan desinfektan, sempat dicegah sang kakek

balita minum cairan disinfektan

Foto: ilustrasi

Kejadian pilu ini bermula ketika MA, si balita, pulang dari bermain dan diantar kakeknya. Setibanya di rumah, MA nampak kehausan dan sempat berkata ingin minum. Tiba-tiba dia mengambil botol air minum dalam kemasan (AMDK) yang berada di bawah kursi.

Malang, ternyata botol itu tidak berisi air minum melainkan cairan disinfektan yang sudah disembunyikan orang tuanya.

Mengetahui cucunya minum cairan disinfektan, sang kakek segera mencegahnya.  Namun sayang, MA sudah terlanjur meminumnya.

“Sempat dicegah sama eyangnya juga. Tapi sepertinya sudah ada yang terminum,” tutur Sihabudin.

Sihab kemudian langsung meminumkan minyak sayur untuk memancing agar cairan disinfektan yang terminum bisa dimuntahkan. Tak lama kemudian korban muntah. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban dibawa ke RSUD Palabuhanratu. Sampai di IGD RSUD Palabuhanratu, MA sempat dibantu menggunakan alat bantu pernapasan.

Artikel terkait: Viral! Aksi driver ojol lindungi pesanan dari semprotan disinfektan bikin haru

Menurut Sihab, informasi dari petugas medis anaknya harus dirawat di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Namun alat itu hanya ada di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi dan RS Hermina. Sayangnya menurut informasi, ruang PICU di kedua rumah sakit itu penuh.

“Saya dapat antrean nomor tiga di RSUD Syamsudin dan menunggu keputusan jam 21.00 WIB. Saat itu kondisi anak saya sudah kritis,” kata Sihab.

Tak lama kemudian, si bocah malang meninggal dunia di RSUD Palabuhanratu setelah mendapatkan perawatan beberapa jam oleh tim medis.

Cairan disinfektan untuk sterilisasi COVID-19

Sedih! Tak sengaja minum cairan disinfektan, balita 2 tahun meninggal 

Botol berisi cairan disinfektan  yang tak sengaja diminum MA adalah milik sang ayah. Sihabudin mendapatkannya dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. 

Dia merupakan salah satu Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Bantargadung. Rencananya disinfektan itu untuk dipakai menyemprot lingkungan sekitar tempat tinggalnya dan masjid yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumah Sihab.

“Setelah mengambil cairan disinfektan untuk menyemprot masjid, botolnya saya simpan di bawah kursi,” tutur Sihab.

Sayang, meski sudah disembunyikan, botol cairan disinfektan bisa ditemukan oleh si kecil MA dan diminumnya. Kini MA telah pergi untuk selama-lamanya. Sihabudin dan keluarganya sudah ikhlas melepas kepergian sang anak karena semuanya adalah takdir Tuhan.

“Kami keluarga semuanya pasrah,” kata Sihab. 

Bahaya mengintai di balik cairan disinfektan

Sedih! Tak sengaja minum cairan disinfektan, balita 2 tahun meninggal 

Penggunaan disinfektan hanya dianjurkan untuk benda-benda di sekitar, bukan untuk manusia.

Di masa pandemi COVID-19, cairan disinfektan lazim digunakan orang untuk mensterilisasi benda-benda, ruangan, dan bahkan tubuh manusia. Mulai dari menggunakan alat semprot kecil, berupa bilik disinfektan hingga penyemprotan massal menggunakan kendaraan taktis water canon.

Namun ingat, disinfektan hanya digunakan pada permukaan benda mati, bukan untuk tubuh manusia. Menurut WHO, penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas umum dinilai tidak efektif membunuh virus Corona karena belum teruji secara ilmiah.

Justru kandungan bahan-bahan kimia di dalamnya dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata dan mulut, dapat mengakibatkan iritasi dan kerusakan.

Beberapa kandungan cairan disinfektan dan bahayanya:

  • hidrogen peroksida (H2O2) dapat menimbulkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, batuk, pusing, mual, sesak napas, bintik putih kemerahan di kulit, kulit terbakar, penglihatan kabur, luka bakar dalam yang parah, dan sakit perut. Menelan produk ini menyebabkan produksi busa yang dapat menghalangi saluran pernapasan dan mengakibatkan kerusakan di paru-paru. Jika tertelan dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan iritasi atau tukak lambung. 
  • Klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan. Efek kesehatannya biasanya dimulai dalam hitungan detik hingga menit. Umumnya, gejala yang dirasakan setelah paparan klorin adalah iritasi jalan napas, sulit bernapas, sakit tenggorokan, batuk, dada sesak, iritasi mata, dan iritasi kulit.

Artikel terkait: Hati-hati! Ini alasan WHO melarang semprotkan disinfektan pada tubuh

  • Larutan hipoklorit pada konsentrasi rendah jika digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama, maka dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit. Sementara penggunaan pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah.
  • Elektrolyzed salt water tak jauh beda bahayanya dengan klorin, klorin dioksida dan larutan hipoklorit
  • Kloroksilenol dapat meningkatkan resiko tertelan atau secara tidak sengaja terhirup. Hasil studi EPA terkait bahan kimia ini pada hewan menunjukan bahwa kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah. Bahkan bisa menimbulkan kematian pada dosis tinggi.

Simpan bahan kimia jauh dari jangkauan anak-anak

balita minum cairan desinfektan

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Mengingat bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam cairan disinfektan dan berkaca dari peristiwa MA, Parents harus lebih waspada ketika menyimpannya di rumah.

  • Letakkan di tempat yang aman dan sulit dijangkau anak-anak, misalnya rak yang tinggi atau lemari yang tertutup.
  • Jangan menyimpan dalam kemasan bekas makanan atau minuman atau wadah apapun yang bisa disalahpahami oleh anak-anak.
  • Jika anak sudah agak besar, beri pengertian padanya bahwa itu adalah zat yang berbahaya dan bukan untuk mainan apalagi dikonsumsi.

Sumber: Kompas, Tirto, Halodoc

Baca juga:

Selebgram Dinda Safay membuat cairan diffuser dengan antiseptik, ini bahayanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sedih! Tak sengaja minum cairan disinfektan, balita 2 tahun meninggal 
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti