TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Bacaan 4 menit
Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Pandemi COVID-19 membuat ibu rumah tangga bernama Yuli kelaparan. Ia pun meninggal saat dilarikan ke Puskesmas. Simak kisah selengkapnya di sini, Parents!

Dampak pandemi COVID-19 bisa berimbas pada siapa saja, terutama pada masyarakat menengah ke bawah yang berpenghasilan rendah. Salah satu contoh kasus, seorang ibu rumah tangga asal Kota Serang meninggal dunia setelah dikabarkan tidak makan dua hari akibat terdampak pandemi Virus Corona.

Artikel terkait: Viral! Aksi driver ojol lindungi pesanan dari semprotan disinfektan bikin haru

Dampak pandemi, ibu rumah tangga yang meninggal sempat bercerita kelaparan

ibu rumah tangga meninggal

Adalah Yuli Nuramelia, seorang ibu rumah tangga berusia 43 tahun yang meninggal dunia saat hendak dilarikan untuk berobat ke Puskesmas. Sebelumnya, istri dari seorang pemulung bernama Khalil ini sempat bercerita bahwa ia dan keluarganya kelaparan.

Bahkan, almarumah juga sempat menuturkan jika dirinya, sang suami, dan keempat anaknya terpaksa harus meminum air galon saja demi menahan rasa lapar mereka.

“Enggak makan dua hari, cuma diem aja,” ungkap Yuli seperti yang dikutip dari liputan Kompas TV, pada Minggu (19/4).

Sambil menggendong putri bungsunya, Yuli pun kembali bercerita, “Anak empat, ini yang paling kecil juga sampai sakit. Abah (suami) juga nyuruh untuk bersabar aja, ya, katanya.”

Kondisi perekonomian keluarganya terbilang tidak stabil. Pasalnya, penghasilan suami hanya Rp 25 ribu. Jumlah tersebut pun dibayarkan harian. Jadi, menurutnya kalau sang suami tidak bekerja satu hari saja, maka keluarganya pun tidak akan mendapat pemasukan.

Terlebih, di tengah pandemi ini, sang suami juga diketahui tidak bisa bekerja seperti sedia kala, sehingga kewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga pun semakin sulit.

“Jadi per hari dibayarnya. Kalau misalkan masuk kerja, dapat Rp 25 ribu. Kalau sakit, ya nggak dikasih,” tutur Yuli seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Karena keadaan yang terlampau sulit inilah, Yuli juga sempat meminta bantuan berupa makanan. Namun sayang, usahanya tersebut gagal.

Langsung Menerima bantuan dari pemerintah

Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Meski sempat gagal usai meminta pertolongan, tetapi bantuan sosial pun langsung berdatangan setelah kisah Yuli ini menjadi sorotan di berbagai media.

Hal ini juga dijelaskan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Serang Poppy Nopriadi. Ia memaparkan, bahwa ketika menerima laporan terkait keadaan Yuli, pihak Dinsos pun segera bertindak untuk memberikan bantuan.

“Setelah ada berita keluarga tersebut nggak makan, kami langsung memberikan bantuan,” tutur Poppy seperti yang dikutip dari laman Detik News.

Selain itu, Poppy juga menuturkan bahwa bantuan juga datang dari pihak provinsi. Saat memberikan bantuan tersebut, kondisi Yuli dinilai masih sehat. Namun, perempuan tersebut dikabarkan meninggal dunia pada sore harinya saat dilarikan ke Puskesmas.

Diduga meninggal karena banyak pikiran

Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Pada awalnya, almaruma Yuli sempat diduga meninggal karena kelaparan. Namun, Camat Serang Tb Yasin menepis kabar tersebut. Pasalnya, pemerinta dikabarkan sudah memberikan bantuan secara langsung begitu kabar mengenai keluarga Yuli yang kelaparan beredar.

“Kalau seandainya Bu Yuli tidak makan selama dua atau tiga hari, itu kelihatannya lemas. Sedangkan pada waktu hari Sabtu pun, pihak pemerintah sudah datang. Sudah menengok, membeli bantuan ala kadarnya dan itu (bahan makanan) sudah bisa dimasak,” ungkap Yasin seperti yang dilansir dari Kompas TV.

Arttikel terkait: Anak 4 tahun pengidap kanker berhasil sembuh dari corona, ini kisahnya!

Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Menurut keterangan keluarga, Yuli diduga meninggal karena mengalami tekanan psikologis karena banyak pikiran. Sang suami juga mengatakan bahwa Yuli tidak memiliki riwayat penyakit apa pun.

Awalnya, ia tiba-tiba saja tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke Puskesmas. Namun dalam perjalanan, Yuli dikabarkan meninggal dunia.

Sementara itu, pihak dokter juga belum bisa menyimpulkan penyebab pasti mengapa ibu empat anak tersebut meninggal dunia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang Hari Pamungkas juga ikut mengklarifikasi hal ini. Seperti yang dilansir dari laman Kompas, Hari mengungkap bahwa pihak Pemkot Serang sudah berupaya maksimal untuk menangani kasus serupa. Namun, mereka juga memiliki keterbatasan sehingga masih membutuhkan bantuan dari semua pihak terutama warga.

“Kami nggak bisa kerja sendiri, butuh semua elemen untuk bekerja sama. Saling support. Jangan lagi ada saling menyalahkan. Sama-sama kita lagi ikhtiar menyelesaikan masalah pandemi ini,” pungkasnya.

Artikel terkait: “Bayiku punya penyakit jantung, kini ia positif corona,” curhatan seorang ibu

Seperti yang kita tahu, pandemi Virus Corona ini berdampak pada siapa pun, termasuk mereka para pekerja informal. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka bergantung pada kegiatan sehari-hari yang kini tidak bisa dilakukan seperti sedia kala karena pandemi.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Bagi yang ingin turut serta membantu mereka yang terdampak COVID-19, Parents bisa berdonasi melalui gerakan #BersamaLawanCorona yang bisa dikunjungi di laman Kita Bisa. Selain itu, memberikan bantuan juga bisa dilakukan lewat terdekat dahulu.

Harapannya, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka yang sedang merasakan kesulitan akibat pandemi COVID-19.

***

Referensi: Kompas.com, Detik News

Baca juga:

Virus corona bisa ditularkan melalui pakaian? Ini kata peneliti

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti