Waspada! Ini Bahayanya Saat Anak Jatuh Mengenai Kepala Belakang

Waspada! Ini Bahayanya Saat Anak Jatuh Mengenai Kepala Belakang

Terjatuh adalah hal yang lumrah terjadi pada anak-anak. Namun, jika anak terjatuh pada kepala belakang itu berbahaya dan harus diwaspadai.

Anak yang sedang aktif-aktifnya bergerak akan berisiko mengalami jatuh, terbentur ataupun terpeleset. Seberapa pun kerasnya usaha Parents melindungi anak, namun perlu disadari jika tetap saja tidak bisa menjaganya selama 24 jam penuh tanpa jeda. Meski begitu, tetap hati-hati kususnya cari tahu bahaya anak jatuh kepala belakang.

Pada saat anak jatuh mengenai kepala belakang, ini perlu diwaspadai karena berbahaya.

Ada beberapa penyebab umum anak mengalami cedera di kepala antara lain;

  • Terjatuh
  • Cedera saat berolahraga
  • Kecelakaan kendaraan bermotor atau tertabrak kendaraan saat berjalan
  • Kekerasan pada anak

Bahaya jika anak jatuh dengan posisi kepala belakang membentur benda keras

bahaya anak jatuh kepala belakang

Risiko yang dialami anak ketika jatuh pada kepala belakang terbagi menjadi dua yaitu eksternal (melibatkan kulit kepala) dan internal (melibatkan tengkorak, otak, atau pembuluh darah). 

Kepala merupakan anggota tubuh yang sangat vital. Jika posisi terjatuh pada kepala belakang, kemudian membentur dengan keras tentu saja dapat berakibat fatal. Misalnya, seperti beberapa kondisi di bawah ini :  

1. Gegar otak

Gegar otak adalah jenis cedera otak traumatis ringan. Itu terjadi ketika pukulan ke kepala atau cedera lain menggerakkan kepala bolak-balik dengan banyak kekuatan. Ini menyebabkan perubahan kimiawi di otak dan terkadang merusak sel-sel otak.

Artikel terkait: Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

2. Memar

Terjadi ketika pukulan pada kepala melukai kulit dan jaringan lunak di bawahnya. Darah dari pembuluh darah kecil bocor, menyebabkan tanda merah atau ungu di kulit. Luka memar sering terjadi pada kulit kepala atau dahi. Cedera kepala yang lebih serius dapat menyebabkan kontusio otak.

3. Fraktur (patah tulang) tengkorak

Kondisi di mana terjadinya patah tulang pada tulang kranial, atau juga dikenal sebagai tulang tengkorak. Fraktur tengkorak juga dapat disertai dengan cedera pada otak, namun jarang terjadi.

Fraktur tengkorak tidak selalu mudah ditemukan. Namun, gejala yang dapat menunjukkannya meliputi:

  • Pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar area benturan.
  • Memar pada wajah.
  • Perdarahan dari lubang hidung (mimisan) atau telinga

4. Hematoma (perdarahan)

Hematoma merupakan kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini terjadi saat dinding pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler mengalami kerusakan sehingga darah keluar menuju jaringan yang bukan tempatnya.

Ketika anak terjatuh pada kepala, erdarahan dapat terjadi pada dan di bawah kulit kepala dan di dalam atau di sekitar otak. 

Apa yang harus Parents lakukan jika si Kecil mengalaminya?

bahaya anak jatuh kepala belakang

Jika anak mengalami cedera, perhatikan apakah dia mengalami gejala seperti di bawah ini;

  • Kehilangan kesadaran, bahkan untuk sesaat.
  • Tidak akan berhenti menangis.
  • Mengeluh sakit kepala dan leher (anak kecil yang belum berbicara mungkin lebih rewel).
  • Muntah lebih dari satu kali.
  • Tidak dapat dibangunkan dengan mudah.
  • Menjadi suka menangis dan sulit untuk dihibur.
  • Tidak dapat berjalan atau berbicara dengan normal.
  • Kebingungan.
  • Kejang.
  • Sakit kepala yang semakin parah.

Apabila terdapat gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk memeriksakan buah hati Anda.

Artikel terkait: Mengapa Jatuh Terduduk Bisa Akibatkan Anak Lumpuh?

gangguan tidur pada anak

Jika anak tidak mengalami kehilangan kesadaran, dan berperilaku normal setelah terjatuh, maka yang perlu Parents lakukan adalah;

  • Letakkan kompres es atau kompres dingin di area yang terluka selama 20 menit setiap 3-4 jam. Jika menggunakan es, selalu bungkus dengan handuk kecil atau kaus kaki karena es yang diletakkan langsung di kulit bisa melukai.
  • Awasi anak dengan cermat selama 24 jam ke depan. Jika cedera terjadi sebelum waktu tidur (malam ataupun siang) dan anak segera tertidur sesudahnya, periksa beberapa kali saat mereka tidur. Hal ini untuk berjaga-jaga dia hilang kesadaran, bukan tidur yang normal.
  • Jika pernapasan dan warna kulit anak normal, biarkan anak tidur. Tidak perlu membuat anak terjaga setelah cedera kepala.
  • Percayalah pada naluri sebagai orang tua. Jika Parents merasa anak tampak tidak baik-baik saja, cobalah bangunkan dengan mendudukkannya pelan-pelan. Dia akan merasa terganggu, rewel dan berusaha untuk tidur kembali. Ini artinya dia baik-baik saja.
  • Namun, jika saat dibangunkan masih tampak mengantuk dan tidak terjaga, cobalah untuk membangunkannya sepenuhnya. Jika dia masih tetap tidak bangun, ii artinya berbahaya. Segera bawa si Kecil ke dokter atau klinik terdekat.

 

Baca juga: 

Anak jatuh dari tangga, Ussy Sulistiawaty beri peringatan pada orangtua

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner