Babysitter donor hati untuk anak sakit yang baru diasuhnya 3 minggu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Aksi Kiersten memberi harapan bahwa masih ada orang yang baik dan tulus di dunia ini.

Pekerjaan yang dilakukan dengan hati dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Ungkapan itu pantas disematkan pada babysitter muda ini yang rela melakukan donor hati untuk selamatkan nyawa anak dari orang yang baru saja memakai jasanya untuk mengasuh 3 anaknya.

Kiersten Miles (22) melamar pekerjaan sebagai babysitter di keluarga George dan Farra Rosko pada musim panas 2016 lalu. Saat itu, ia ditugaskan untuk mengasuh 3 anak pasangan asal New Jersey ini.

Thalia sebelum operasi transplantasi hati.

Awalnya, ia bekerja seperti pengasuh pada umumnya. Namun, setelah dua minggu bekerja, ia menyadari bahwa balita berusia 16 bulan bernama Thalia yang diasuhnya sedang sakit keras.

Ia memperhatikan kulit dan mata Thalia yang menguning serta perut yang membengkak. Anak terakhir keluarga Rosko itu memang mengidap penyakit atresia bilier yang membuat organ hatinya rusak parah.

Artikel terkait: Perjuangan anak-anak pasien atresia bilier di Indonesia.

Setelah melakukan penelitian kecil-kecilan di internet tentang cara untuk membantu Thalia sembuh, Kiersten menemukan fakta bahwa satu-satunya cara adalah dengan transplantasi hati. Untuk dapat melakukan itu, dibutuhkan donor hati yang cocok dengan golongan darah dan segala macam terkait organ dalamnya.

Diam-diam ia melakukan pengecekan golongan darah ke Palang Merah terdekat. Hasilnya menggembirakan! Golongan darahnya sama dengan golongan darah Thalia.

Orang pertama yang ia ajak bicara adalah ibunya. Karena untuk menjadi seorang donor organ, seseorang harus memperoleh izin dari keluarga terdekat.

Ibu Kiersten pun mendukung niat mulia anaknya. Apalagi anaknya meyakinkan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Dengan hati-hati, ia menyampaikan niatnya pada keluarga Rosko. Pasangan George dan Farra kaget mendengar niatnya itu.

Operasi donor hati dan transplantasi bukanlah sesuatu yang tanpa risiko. Ada kemungkinan gagal, ada juga efek samping yang harus dirasakan oleh pendonor.

“Ini adalah hal serius,” ujar George Rosko pada Kiersten, “donor organ tak sama seperti donor darah.”

Namun, Kiersten meyakinkan mereka untuk percaya pada niat tulusnya. Yang ia butuhkan saat ini adalah izin dari keluarga Rosko agar operasi transplantasi hati bisa dilaksanakan.

“Aku tak menyangka bahwa ia adalah orang yang rela berkorban untuk anak kami sejauh itu. Aku berusaha mencari tahu siapa dia. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa ia adalah seorang malaikat yang turun ke bumi. Aku tahu bahwa ini terdengar konyol. Tapi dia benar-benar orang yang seperti itu,” ungkap Rosko pada the Washington Post.

Beberapa bulan kemudian tes kecocokan organ dilakukan. Ternyata hati Kiersten sangat cocok untuk dipakai oleh Thalia.

Pada tanggal 11 Januari 2017, tim medis memotong sebagian kecil hati Kiersten untuk menggantikan hati Thalia yang sudah rusak. Operasinya itu berjalan dengan lancar.

Kini, Baik Kiersten dan Thalia sama-sama memiliki bekas luka lebar di perut karena proses donor hati dan rangkaian keperluan transplantasi. Kiersten pun menanggung konsekuensi bahwa ia tidak boleh mendonorkan organ tubuh lagi sekalipun dinyatakan cocok dan dibutuhkan oleh anggota keluarganya sendiri.

“Ketika beberapa waktu usai operasi, aku bertemu dengan Thalia. Melihat senyumnya, aku tahu bahwa semua ini memang layak untuk diperjuangkan,” ujar Kiersten.

donor hati

Setelah proses donor hati selesai

Kini Thalia yang awalnya sakit dan nyaris sekarat bisa bermain dengan bebas ke sana ke mari seolah ia tak pernah sakit apapun sebelumnya. Sedangkan Kiersten sudah kembali aktif kuliah.

Butuh waktu 11 hari bagi Thalia sampai benar-benar pulih di rumah sakit. Sedangkan Kiersten membutuhkan waktu 5 hari di rumah sakit sampai ia beraktivitas normal lagi.

Keceriaan Kiersten dan Thalia setelah operasi berhasil.

Karena pengorbanannya yang begitu besar ditulis oleh berbagai media, orang-orang mulai menyoroti bahwa sebab utama Kiersten menjadi baby sitter adalah karena ia tak punya uang untuk membiayai kuliahnya. Kini, orang mengirimkan donasi untuknya agar ia dapat melanjutkan kuliah dan bisa lebih berguna untuk orang lain di masa depan.

Kriesten tak menyangka bahwa apa yang ia lakukan menjadi perhatian banyak orang. Bahkan orang yang berpapasan dengannya di jalan ikut berterima kasih padanya dan mengucapkan selamat atas keberhasilan operasinya.

Dengan kisah nyata di atas, kita tahu bahwa serusak apa pun bumi ini, masih akan ada orang yang sebaik Kiersten hadir di dunia. Jika selama ini Anda biasa mendengar kisah babysitter yang kasar pada anak, kisah ini bisa menenangkan Anda bahwa baby sitter baik pun masih ada di dunia ini.

 

Baca juga:

Meninggal di Kereta; Kisah Mengharukan Bayi Pejuang Atresia Bilier





Kisah Mengharukan