TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kisah Nyata: 7 Jam Setelah Lahir, Bayiku Meninggal Karena Thalassemia

Bacaan 4 menit
Kisah Nyata: 7 Jam Setelah Lahir, Bayiku Meninggal Karena Thalassemia

Kehamilan pertama saya tidak mudah dan bayi kami meninggal tak lama setelah lahir. Bayi saya didiagnosa menderita Thalassemia.

Akibat thalassemia, bayiku meninggal tak lama setelah lahir,

Akibat thalassemia, bayiku meninggal tak lama setelah lahir. Kata thalassemia tidak pernah melintas di pikiranku sebelumnya.

Thalassemia? Kata ini tak pernah melintas di pikiranku

Masih lekat dalam ingatanku betapa gembiranya saya dan suami ketika mengetahui saya hamil. Maklumlah ini adalah kehamilan yang pertama dan sangat dinantikan.

Pada awal kehamilan terutama di trimester pertama, saya tidak terlalu sering mengalami gejala morning sickness. Saya masih dapat melakukan aktivitas rutin seperti mengajar les dan kuliah.

Bisa dikatakan saya menikmati kehamilanku ini terutama setelah melewati trimester pertama. Cek rutin kehamilan oleh dokter kandungan dilakukan dan saya melakukan tes darah dengan hasil yang cukup bagus menurutnya.

Thalassemia, adalah sebuat kata yang tidak pernah melintas di dalam pikiranku saat itu. Tetapi, apa yang digariskanNya ternyata berbeda… Dokter mendeteksi adanya thalassemia pada bayiku.

Awal terdeteksi Thalassemia

Di usia kandungan 24 minggu, dokter menemukan ada sedikit ascites (cairan) di paru-paru dan perut janin menurut hasil USG. Lalu Ia mereferensikan saya ke klinik fetomaternal (kehamilan beresiko) di RSCM.

Ternyata diagnosa dokter adalah kemungkinan Thalassemia karena jumlah Hb dan MCV darah saya di bawah normal dan hasil USG menunjukkan gejala-gejala anemia pada bayi seperti adanya ascites dalam organ tubuh, pembengkakan liver dan tebalnya plasenta.

Artikel terkait: Bisakah USG mengungkapkan semuanya?

Pertemuan dengan dokter yang akan membantu kelahiranku

Setelah mencari pendapat beberapa dokter lain, akhirnya kami mendapat referensi dokter yang sering menangani kasus kehamilan beresiko dengan jalan transfusi darah ke tali pusat janin.

Setelah ditransfusi, kondisi janin membaik dengan berkurangnya ascites dan meningkatnya Hb. Namun liver dan jantung bayi masih mengalami pembengkakan karena anemia.

Kondisi kesehatan saya yang semakin sulit

Di kehamilan yang semakin besar, saya mengalami kaki bengkak dan berat badan saya naik drastis yang disebabkan kurangnya protein dalam darah. Saya harus diopname 2 kali di rumah sakit.

Yang pertama karena saya mengalami kontraksi tak lama sesudah transfusi yang ke-2. Saya harus bed rest di rumah sakit hingga kondisi saya kembali normal dan dapat melakukan transfusi ke-3.

Dua minggu kemudian, tekanan darah saya sangat tinggi dan didiagnosa mengalami preeklampsia sehingga saya harus diopname. Setelah kondisi berangsur membaik, saya bisa pulang ke rumah.

Artikel terkait: Waspadai preeklampsia pada kehamilan

Kelahiran bayi saya yang mendadak

Sehari sesudah konsultasi dengan dokter dan  telah menjadwalkan untuk transfusi darah berikutnya, saat itu usia kandungan saya 35 minggu, tiba-tiba saya mengalami kontraksi yang cukup hebat dan air ketuban saya pecah di rumah.

Saya segera dibawa ke rumah sakit di daerah Tangerang, yang sudah disetujui dengan dokter untuk menjadi tempat saya melahirkan. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 23.45 bayi laki-laki kami lahir melalui operasi Caesar.

Artikel terkait: 5 Hal penting tentang kelahiran bayi prematur

“Mengapa tidak terdengar suara tangisan bayiku?”, pikirku. Dokter berkata jantungnya sangat lemah dan harus segera dibawa ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Walaupun besar harapan saya untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada bayiku, keselamatannya adalah yang terpenting. Suami saya yang mendampingi bayi kami begitu ia lahir.

Kenyataan bahwa bayi kami telah meninggal

Saya belum bisa merasa lega karena saya terus memikirkan kondisi bayi kami yang masih harus berjuang hingga saya tidak dapat beristirahat dengan nyenyak setelah operasi. Pada keesokan paginya, suster sempat datang untuk mencari suami saya, tapi ia sedang pulang ke rumah untuk mengambil keperluan kami.

Firasat saya mengatakan ada sesuatu yang terjadi, namun saya tetap berdoa demi keselamatan bayi kami. Kurang lebih pukul 7 pagi, suami saya datang ke kamar dan mengatakan bahwa bayi kami telah meninggal, Tuhan telah memanggilnya kembali ke sisiNya.

Hal yang membuatku sedih adalah saya baru bisa melihat dan menggendongnya untuk pertama kali saat ia sudah terbaring kaku, tetapi wajahnya begitu damai seperti sedang tertidur dengan pulas.

Menurut dokter, kondisinya sangatlah lemah sehingga ia harus dibantu dengan alat untuk bertahan hidup. Kami percaya bahwa malaikat kami sudah berada di Surga. Maka dari itu kami harus tetap berjuang seperti bayi kami telah berjuang selama hidupnya.

Saya mengerti dan bisa merasakan pedihnya kehilangan orang yang dicintai, perasaan ibu yang kehilangan bayinya baik itu keguguran atau meninggal saat melahirkan.

Maka dari itu, saya berharap kisah ini dapat membantu para orang tua lainnya terutama untuk memeriksakan diri sebelum menikah atau hamil agar dapat mengetahui sejak dini bila ada kelainan seperti Thalassemia atau lainnya.

 

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Widya Pancadewi

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Kisah Nyata: 7 Jam Setelah Lahir, Bayiku Meninggal Karena Thalassemia
Bagikan:
  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • 150 Ide Nama Panjang untuk Anak Perempuan yang Cantik

    150 Ide Nama Panjang untuk Anak Perempuan yang Cantik

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • 150 Ide Nama Panjang untuk Anak Perempuan yang Cantik

    150 Ide Nama Panjang untuk Anak Perempuan yang Cantik

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti