TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Serba-serbi Virus Zika, Gejala dan Cara Mencegahnya

Bacaan 3 menit
Serba-serbi Virus Zika, Gejala dan Cara Mencegahnya

Virus Zika ternyata bukan virus baru di Indonesia dan belum ditemukan obatnya. Bagaimana cara pencegahannya?

Gejala tertular virus zika mirip demam berdarah

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh kabar tentang kemunculan penyakit yang dipicu oleh virus Zika dan dampaknya pada janin dalam kandungan.

Penderita yang tertular virus Zika biasanya akan menunjukkan gejala-gejala seperti demam, pusing, muncul ruam merah pada kulit, sakit pada persendian dan mata merah.

Bisa juga diikuti dengan sakit pada bagian di belakang mata atau muntah-muntah. Secara sepintas gejala terserang virus ini mirip dengan demam berdarah.

Virus ini belum pernah diderita oleh orang Indonesia manapun di era sebelumnya. Keberadaan virus di Indonesia baru terungkap melalui laporan Eijkman Institute yang dikutip oleh Kompas beberapa waktu lalu.

Dr.Herawati Sudoyo Ph.D, Deputi Direktur Eikjman Institute mengatakan, pihaknya menemukan virus ini saat terjadi wabah demam dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015.

Oleh sekelompok peneliti dari University of Bahia, Brasil, nyamuk pembawa virus ini diidentifikasi sebagai nyamuk aedes aegypt dan aedes albopictus.

Menariknya, sebuah laporan penelitian di tahun 2003 oleh J.G. Olson, T.G. Ksiazek, Suhandiman, dan Triwibowo menyebutkan bahwa virus Zika telah masuk Indonesia sejak tahun 1977-1978. Saat itu peneliti ‘menemukan’ adanya 30 pasien di RS Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, yang menunjukkan gejala tertular virus zika.

Sementara sebuah laporan lain menyebutkan, seorang turis wanita 52 tahun asal Australia tertular virus ini saat berkunjung ke Jakarta, Indonesia tahun 2013.

Pertama kali ditemukan di Uganda

Virus Zika pertama kali ditemukan tahun 1947 di tubuh seekor monyet yang hidup di Hutan Zika, Uganda. Kasus manusia yang terjangkit virus Zika pertama kali terjadi di Nigeria tahun 1954.

Masuknya virus ini ke Asia Tenggara diawali dengan sebuah wabah di Kepulauan Mikronesia tahun 2007. Pada tahun 2009 terungkap bahwa virus bisa menular melalui hubungan intim.

Meski belum ditemukan obat untuk mengatasi virus ini, kematian akibat virus Zika belum pernah terjadi. Penderita dilaporkan berangsur-angsur pulih setelah 2-7 hari sejak pertama kali menunjukkan gejala terjangkit virus.

Ini bukanlah alasan kita bisa bersantai-santai menghadapi serangan virus misterius ini, karena serangan virus Zika cukup merepotkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika misalnya Anda bekerja atau punya anak yang masih kecil.

Apalagi mengingat dampaknya pada ibu hamil dan janin dikandungannya. Baca: Mengenal Mikrosefali yang Disebabkan Virus Zika.

Cara mencegah tertular virus zika

1. Hindarkan diri Anda dari gigitan nyamuk dengan memakai krim anti nyamuk, baju berlengan panjang dan celana panjang saat berada di luar rumah.

2. Bayi di bawah usia tiga bulan tidak boleh memakai krim anti nyamuk. Selubungi tempat tidur bayi dengan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk.

3. Lengkapi rumah Anda dengan air conditioner atau kawat kasa di lubang angin rumah untuk menghalau nyamuk masuk ke rumah Anda.

4. Ganti air di vas bunga ata bak mandi secara teratur.

5. Anak dan bayi di atas usia tiga bulan sebaiknya memakai krim anti nyamuk yang sesuai dengan usia mereka.

6. Minum banyak air putih dan cukup istirahat.

7. Segera berkonsultasi ke dokter jika tubuh Anda menunjukkan gejala terjangkit virus ini.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

(*)Artikel ini telah diperbarui

Referensi: Oxford University Press, ScienceDirect,  Kompas, Centers for Disease Control and Prevention, WHO

Baca juga:

WHO Umumkan Kondisi Darurat Akibat Virus Zika

Akibat Wabah Virus Zika, Warga El Salvador Dihimbau Tidak Hamil Hinggal 2018

Virus Zika Sebabkan Kerusakan Otak pada Bayi-bayi Baru Lahir di Brazil

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Serba-serbi Virus Zika, Gejala dan Cara Mencegahnya
Bagikan:
  • Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

    Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

  • Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

    Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti