TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Bacaan 4 menit
Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Peneliti Griffith University, Australia menemukan varian virus Hendra (HeV) yang menular dari hewan ke manusia.

Penelitian dilakukan oleh Griffith University di Australia dan mereka menemukan varian virus Hendra atau disingkat dengan (HeV) yang bersifat menular baik kepada hewan maupun manusia.

Studi yang diterbitkan melalui jurnal Emerging Infectious Disease ini menyatakan awal penularan virus yang dideteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam atau abu-abu.

Apa Itu Virus Hendra?

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Sumber: Electron Microscopy Unit, Australian Animal Health Laboratory

Berdasarkan laman CDC (Centers for Disease Control and Prevention), virus Hendra merupakan suatu penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau disebut dengan istilah zoonosis. HeV pertama kali diisolasi pada tahun 1994 yang diperoleh dari beberapa kuda dan manusia di Hendra, Brisbane, Australia.

Menurut penjelasan WHO, virus ini pertama kali ditemukan di tahun 1994 dan menyerang 21 kuda dan 2 manusia. Sementara pada tahun 2016, virus kembali mewabah dan laporan menunjukkan terdapat 53 insiden penyakit yang melibatkan sebanyak 70 kuda. Semua kasus penyakit terjangkit di daerah pantai timur laut Australia.

Artikel terkait: Benarkah Infeksi Rotavirus pada Anak Merupakan Hal Musiman?

Gejala atau Tanda-tanda Infeksi

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Sumber: Freepik

Virus Hendra menimbulkan sejumlah gejala pada manusia yang umumnya mulai berkembang antara 5 sampai 21 hari. Tentunya, gejala-gejala ini muncul setelah dilakukan kontak erat dengan hewan yang tertular.

Tanda-tanda infeksi virus tersebut menular kepada tubuh diantaranya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala atau kelelahan.

Sementara gejala yang tergolong serius juga dapat terjadi misalnya seperti meningitis atau ensefalitis, kejang-kejang, koma, hingga penyakit pernapasan atau syaraf yang fatal. Gejala berat ini dapat terjadi jika gejala-gejala ringan tersebut tidak segera ditangani, atau seseorang memiliki riwayat penyakit lain.

Melansir dari pernyataan CDC, virus Hendra yang menyerang manusia masih tergolong jarang ditemukan. Meski begitu, kasus infeksi virus ini memiliki tingkat fatalitasnya yang cukup tinggi, yakni mencapai 57%.

Bagaimana Virus Hendra Menyebar?

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Ilustrasi: Penyebaran virus dapat tertular melalui urin kelelawar
Sumber: Unsplash

Virus Hendra dapat menular apabila seseorang memiliki riwayat melakukan aktivitas atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Sebagian besar, hewan tersebut adalah kuda, melihat dari kasus-kasus yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Melansir dari Detikhealth, beberapa bentuk penyebaran virus Hendra antara lain melalui paparan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, usai melakukan otopsi pada kuda tanpa mengenakan peralatan pelindung yang sesuai, terkena droplet atau sekresi pernapasan kuda.

Sedangkan kuda dapat terinfeksi virus ini dari paparan urin kelelawar. Sementara penularan dari manusia ke manusia masih belum ditemukan adanya kasus seperti hal tersebut. 

Artikel terkait: Hati-Hati Bumi Makin Panas Bikin Virus Mudah Pindah

Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus?

Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!

Sumber: Unsplash

Penyakit yang terinfeksi dari virus Hendra ini dapat dihindari dengan mengurangi intensitas kontak dengan hewan. Apabila seseorang wajib dan mengharuskan adanya kontak langsung dengan hewan, gunakan alat pelindung diri yang aman dan layak.

Dikutip dari NSW Health, terdapat beberapa cara pencegahan penyebaran virus yang bisa diterapkan, diantaranya adalah: 

  • Penting untuk menerapkan kebersihan yang baik saat berada di sekitar kuda.
  • Jangan mencium kuda di moncongnya (terutama jika kuda itu sakit).
  • Tutupi luka atau lecet pada kulit yang terbuka sebelum memegang kuda dan cuci tangan dengan baik dengan sabun dan air, terutama setelah memegang mulut atau hidung kuda.
  • Jika cairan tubuh atau kotoran kuda mengenai kulit yang tidak terlindungi, area tersebut harus dicuci dengan sabun dan air sesegera mungkin.
  • Jika kuda mendadak sakit dan kemungkinan terinfeksi virus hendra, hanya boleh sedikit orang yang merawat kuda tersebut.
  • Menggunakan alat pelindung diri yang tepat untuk mencegah kontaminasi kulit, mata, hidung dan mulut dari cairan tubuh kuda.
  • Meskipun tidak ada bukti virus hendra menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang atau hewan lain, petugas kesehatan akan mengambil pendekatan yang hati-hati dan memakai alat pelindung diri saat merawat orang yang dicurigai atau dipastikan terinfeksi.
  • Jika telah terkena virus hendra, seseorang tidak boleh mendonorkan darah atau jaringan lain sampai bersih dari infeksi.
  • Sampai saat ini masih belum ada vaksin manusia yang tersedia untuk mencegah virus hendra.
  • Sedangkan vaksin Hendra untuk hewan sudah tersedia dan efektif untuk menurunkan risiko infeksi pada hewan. Sehingga penularan kepada manusia juga berkurang.

***

Baca juga:

 

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

 

Riset Telah Menetapkan Durasi Tidur Ideal untuk Paruh Baya dan Lansia

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Mutiara Septya

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ancaman Infeksi Virus Hendra Kembali Ditemukan, Cek Gejala dan Pencegahannya!
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti