Bocah laki-laki jatuh dan tenggelam saat asyik bermain dengan teman-temannya!

Bocah laki-laki jatuh dan tenggelam saat asyik bermain dengan teman-temannya!

Tak peduli berapa usia anak, tetap awasi dan perhatikan mereka dengan benar saat di kolam renang, Parents!

Bermain di kolam renang memang terlihat menyenangkan khususnya bagi anak-anak. Namun, keamanan anak-anak harusnya tak luput menjadi perhatian orang tua. Kisah tragis anak tenggelam di kolam renang belum lama terjadi – usianya sudah 12 tahun!

Anak tenggelam di kolam renang  saat bermain bersama teman-temannya

anak tenggelam di kolam

Dua anak laki-laki kembar berusia 12 tahun sebelumnya sedang bermain bersama teman-teman seusianya di sisi kolam renang apartemen Waterfront Gold, Bedok Reservoir Road, Singapura.

Tragisnya, saat bermain itu si kembar yang lebih tua kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke kolam bagian kolam renang yang cukup dalam untuk anak seusianya dan kehilangan kesadaran.

Polisi setempat mendapatkan laporan insiden anak tenggelam di kolam renang apartemen itu pada pukul 14.30 di hari Senin, 10 Desember 2018. Perwakilan kepolisian juga melaporkan bahwa anak ini segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Changi.

Menurut Strait Times, si kembar sedang mengunjungi kakeknya untuk liburan. Sang kakek juga sempat berusaha menyelamatkannya namun tidak membuahkan hasil.

Lianhe Zaobao melaporkan bahwa ditemukan darah juga di tubuh korban, namun mereka tidak dapat menentukan penyebabnya. Saat ini investigasi kepolisian masih terus berlanjut dan mereka mengkategorikan tragedi ini sebagai kematian yang tidak wajar.

Anak tenggelam di kolam renang apartemen sudah sering terjadi

Kasus anak tenggelam di kolam renang apartemen memang selalu mengkhawatirkan. Salah satu laporan di tahun 2016 dari KK Women’s and Children’s Hospital mengungkapkan fakta yang mengejutkan: semakin hari semakin banyak anak-anak yang terjatuh ke kolam renang dan tenggelam.

Dalam rentang waktu lima tahun (2011 – 2016), laporan tersebut mengungkapkan bahwa ada total 104 insiden anak-anak hampir tenggelam yang terjadi. Dari total tersebut, setidaknya ada 10 kematian yang terjadi.

Data tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya, di mana hanya ada 5 insiden anak-anak hampir tenggelam dan 12 insiden kematian.

Laporan terbaru menyatakan bahwa sebagian besar insiden melibatkan anak-anak berusia 1 hingga 6 tahun, dan dugaan kematiannya hampir semua terjadi di kolam renang pribadi.

Tips aman mencegah insiden anak tenggelam di kolam renang

Bocah laki-laki jatuh dan tenggelam saat asyik bermain dengan teman-temannya!

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

  • Selalu berenang dalam pengawasan orang dewasa. Selalu! Untuk orang dewasa yang mengawasi, jangan pernah lengah meski hanya sedetik.
  • Dilarang berenang atau bermain di pinggir kolam renang tanpa pelampung. Jangan pernah mengabaikan resiko dan bahaya anak tenggelam di kolam renang.
  • Jangan berpikir anak aman bahkan jika mereka sudah bisa berenang. Mayoritass kasus anak tenggelam terjadi kepada anak-anak yang bahkan sudah mengambil kelas berenang. Selain itu, untuk anak yang sudah lebih dewasa pun tidak menutup kemungkinan mereka akan panik dan melupakan semua yang telah dipelajari saat terjatuh ke kolam renang.
  • Bantu anak-anak mempelajari keamanan saat berenang. Ajarkan anak-anak untuk tidak panik di dalam air, menahan napas jika ada di dalam air di saat-saat berbahaya. Hal ini juga akan membantu mereka untuk mengatur napas dan berenang ke pinggir saat hampir tenggelam.

Cara mengembalikan kesadaran anak dengan CPR

anak tenggelam di kolam

Apabila Parents memiliki pengetahuan dasar mengenai CPR (cardiopulmonary resuscitation) termasuk bagaimana mengembalikan kesadaran dengan bantuan pernapasan dan Anda cukup percaya diri untuk menggunakan keterampilan tersebut, jangan ragu untuk melakukannya!

Begini caranya:

  1. Letakkan ujung tangan Anda pada dada orang yang membutuhkan bantuan pernapasan lalu tekan ke arah bawah sekitar 5 – 6 cm dengan kecepatan stabil hingga 120 kompresi per menit.
  2. Setiap kali melakukan 30 kali tekanan pada dada, berikan dua kali bantuan pernapasan melalui mulut.
  3. Miringkan kepala orang tersebut dengan perlahan, angkat dagunya dengan dua jari, tutup hidungnya lalu berikan bantuan pernapasan melalui mulut mereka dengan meniupnya secara kuat sekitar satu detik. Periksa apakah dadanya terlihat naik. Lalu berikan kembali dua kali bantuan pernapasan seperti awal.
  4. Lanjutkan dengan siklus 30 kali kompresi dada dan dua kali bantuan pernapasan hingga mereka dapat diselamatkan atau hingga bantuan keselamatan datang.

Parents, selalu ingat untuk memberikan pengawasan ekstra saat anak-anak bermain di kolam renang! Semoga bermanfaat.

Artikel disadur dari tulisan Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Anak meninggal karena tenggelam selama 30 detik, Ibunya berikan peringatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner