Terlalu sering menggunakan dot dan empeng bisa membuat anak cadel?

Terlalu sering menggunakan dot dan empeng bisa membuat anak cadel?

Cadel memang bukan suatu yang perlu dikhawatirkan berlebih. Namun, jika Parents tidak ingin si kecil cadel, maka ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Anak pelat atau cadel yaitu ketika seorang anak mengalami kesulitan mengucapkan huruf tertentu, seperti R, S, dan Z. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai Functional Speech Disorder atau gangguan bicara fungsional.

Usia prasekolah yang biasanya mengalami cadel, tapi ini wajar. Sebab, seiring bertambahnya usia dan berkembangnya kemampuan berbicara, anak akan memperbaiki kemampuan berbicaranya, sehingga tak lagi menjadi anak pelat.

Lantas, tahukah Parents apa yang membuat seorang anak cadel saat berbicara?

Hingga saat ini, cadel pada anak belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, ada pihak yang mengatakan jika ini disebabkan oleh penyimpangan struktural lidah, langit-langit, dan gigi, termasuk kelainan jumlah dan posisi gigi.

Selain itu, ada juga yang menganggap jika cadel merupakan faktor turunan dari orangtua kepada anak. Akan tetapi, semua itu tidak ada penelitian lebih lanjut dan tetap bukan menjadi penyebab utamanya.

Artikel terkait : Anak belum lancar bicara? Ini penyebab dan cara menanganinya

Anak Pelat : Jenis cadel yang dapat dialami si kecil

anak pelat

Jenis cadel yang biasa dialami oleh anak.

Melansir dari laman kids in the house, Barbara Schacter selaku ahli patologi bahasa wicara mengatakan ada dua jenis cadel. Apa sajakah itu?

1. Frontal Protrosion Lisp

Jenis cadel ini menyebabkan anak-anak melafalkan bunyi ‘s’ menjadi ‘th’. Ini adalah tipe yang kemungkinan besar lebih sering dialami oleh anak.

2. A Lateral Omission Lisp

Anak yang mengalami cadel ini kemungkinan hingga mengeluarkan percikan air liur saat mencoba melafalkan bunyi ‘s’ dan ‘z’. Jenis cadel ini biasanya membutuhkan terapi korektif.

Mencegah anak menjadi cadel

anak pelat

Salah satu mencegah anak cadel yaitu hindari pemakaian dot dan empeng terlalu sering.

Sebenarnya cadel merupakan kondisi yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Namun, apabila Parents  merasa kondisi ini dapat mengganggu kepercayaan diri si kecil di kemudian hari, maka bisa mencegahnya sejak dini.

Misalnya dengan membatasi penggunaan dot dan empeng sejak masih bayi. Dengan begitu, lebih baik Bunda menyusui langsung si kecil dari payudara.

Selain itu, melansir dari laman Encyclopedia of Children’s Health, usahakan juga orangtua tidak menggunakan bahasa bayi ketika berbicara kepada buah hatinya. Sebab, ini bisa membuat anak akan lebih terbiasa menggunakan bahasa bayi, meski usianya tidak lagi bayi.

Terlalu sering menggunakan dot dan empeng bisa membuat anak cadel?

Kemudian, cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah anak pelat atau cadel yaitu dengan mencari tahu apakah ada alergi dan penyakit pernapasan. Lalu, periksa pendengaran dan gigi anak secara berkala untuk memastikan ia dapat mendengar ucapan dengan jelas dan membentuk kata-kata dengan benar.

Orangtua juga dapat mendorong otot-otot mulu dengan menunjukkan kepada anak-anak cara minum dari sedotan dan cara meniup gelembung. Serta, bermain permainan kata dan penamaan juga mendorong perkembangan bicara yang baik dan merangsang pembelajaran.

Artikel terkait : Waspadai tanda keterlambatan perkembangan berikut, bisa sebabkan ADHD!

Mengatasi kondisi anak pelat

anak pelat

Terapi bisa mengatasi kondisi cadel pada anak.

Apabila buah hati Parents memiliki kondisi cadel dan ingin ‘dihilangkan’, maka bisa melakukan perawatan tertentu yang disebut terapi artikulasi. Terapi ini akan dibantu dengan ahli patologi bahasa wicara.

Ahli yang mendampingi terapi akan mengetahui apakah anak dapat mendengar suara dan mengucapkannya dengan tepat. Kemudian, mulai membaca daftar kata-kata dengan suara-suara spesifik, untuk mengetahui bahwa anak tersebut mengalami kesulitan mengartikulasikan.

Daftar kata-kata kontras juga akan dibaca, sehingga anak dapat mendengar perbedaan halus dalam suara kata. Kemudian, terapi dilanjutkan untuk mengetahui di mana kesulitan mengartikulasikan itu terjadi, di awal, di tengah, atau di akhir.

Selanjutnya, diikuti dengan latihan kata tertentu, dimulai dengan bunyi tunggal, kemudian suku kata, dan beralih ke kata, frasa, serta kalimat. Pada tahap akhir, anak berpartisipasi dalam percakapan yang terkontrol seperti berbicara dengan santai.

Nah, Bun, itulah informasi terkait kondisi cadel pada anak. Kondisi ini memang wajar dan normal, sehingga Bunda tak perlu khawatir berlebih. Namun, jika si kecil tak ingin cadel, maka Bunda bisa mencegahnya sejak dini.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca juga :

Anak Speech Delay Sampai Usia 4 Tahun, Ayah ini Tetap Optimis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner