TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

7 Tips Membantu Anak Mengatasi Kesedihan karena Ditinggal Mati Orang Terdekat

Bacaan 5 menit
7 Tips Membantu Anak Mengatasi Kesedihan karena Ditinggal Mati Orang Terdekat

Anak cenderung masih rentan dan belum bisa mengelola emosinya dengan baik.

Kematian orang yang dicintai bisa menjadi pengalaman yang menghancurkan bagi siapa saja, tidak terkecuali bagi anak-anak. Anak-anak lebih rentan terhadap pengalaman traumatis karena mereka masih dalam proses belajar menghadapi perubahan hidup. Akibatnya, penting untuk memberikan perhatian dan bimbingan yang diperlukan saat menghadapi trauma anak yang disebabkan oleh kematian orang yang dicintai. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Parents lakukan dalam membantu mengatasi kesedihan anak karena ditinggal mati orang terdekat. 

Artikel Terkait: 6 Cara Bicara ke Anak Tentang Terorisme Agar Tidak Menimbulkan Kepanikan

Cara dan Tips Mengatasi Kesedihan Anak karena Ditinggal Mati Orang Terdekat

1. Tunjukkan Dukungan dan Validasi Emosinya

Tunjukkan dukungan, simpati, dan validasi emosi yang dirasakan oleh anak. Penting untuk diingat bahwa seorang anak berduka atas kematian orang yang dicintainya kemungkinan besar akan merasa kewalahan oleh emosinya.

Menunjukkan cinta dan pengertian dapat membantu mereka mengatasi rasa sakit, kebingungan, dan ketakutan yang mungkin mereka rasakan. Ini dapat dilakukan melalui kata-kata yang baik, pelukan, atau sekadar hadir dan ada untuknya. Penting juga untuk memvalidasi perasaan apa pun yang mereka ungkapkan, karena ini dapat membantu mereka mengatasi kesedihan. 

2. Jadilah Tempat yang Aman Untuknya

Kematian orang yang dicintai adalah peristiwa yang sangat traumatis untuk setiap anak. Penting bagi orang tua untuk memahami perlunya membuat anak mereka merasa aman untuk membantu mereka mengatasi kesedihan. Jadilah tempat aman untuknya menyalurkan rasa sedih tanpa menghakimi. 

Pahami bahwa kesedihan adalah respons emosional atas kematian orang yang dicintai, dan wajar jika anak-anak ingin membicarakan kesedihan mereka. Penting untuk memberi mereka kesempatan untuk mengungkapkan perasaan mereka tanpa menghakimi dan mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendirian.

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah mendengarkan dengan penuh perhatian, mengenali emosi si Kecil, dan mendorong mereka untuk terbuka. Dengan menyediakan lingkungan yang aman dan tidak menghakimi, anak-anak dapat mulai mengatasi trauma dan kesedihan yang terkait dengan kehilangan orang yang dicintai.

3. Berikan Kenyamanan

Sulit bagi seorang anak untuk mengatasi kesedihan atas kematian orang yang dicintainya, tetapi ada cara untuk membantu. Menawarkan kenyamanan dan kepastian adalah bagian penting dalam membantu anak mengatasinya. Beri tahu mereka bahwa mereka tidak sendiri, dan bahwa mereka dapat meminta dukungan Anda atau orang lain. Beri tahu mereka bahwa Parents memahami perasaan mereka, dan bahwa Anda akan selalu ada untuk mendengarkan. Selain itu, memberi mereka rasa aman dan stabilitas dapat membantu mereka pulih secara emosional dan mengatasi kehilangan.

4. Jaga Agar Anak Tetap Terhubung dengan Orang Lain yang Menyayanginya

Jaga agar anak-anak tetap terhubung dengan orang yang mereka cintai. Ini termasuk keluarga, teman, dan konselor. Dorong mereka untuk berbicara dengan seseorang yang mereka percayai dan merasa nyaman dengannya. Ini dapat memberikan jalan keluar untuk mengungkapkan kesedihan mereka, mendapatkan pemahaman, dan pada akhirnya membantu mereka dalam proses penyembuhan.

Selain itu, temukan cara untuk melibatkan mereka dalam aktivitas bersama keluarga dan teman. Ini dapat memberi mereka kesempatan untuk merayakan kehidupan orang yang mereka cintai dan menciptakan kenangan positif.

5. Dorong Anak Berbicara Tentang Perasaannya

Berbicara dengan seorang anak tentang kematian orang yang dicintai bisa jadi sulit. Penting untuk membiarkan mereka mengekspresikan perasaan dan berbicara tentang pengalamannya.

Beri tahu anak-anak bahwa tidak apa-apa membicarakan perasaan mereka, termasuk kesedihan dan kemarahan mereka, tanpa penilaian apa pun. Membantu anak-anak menemukan cara untuk mengekspresikan emosi mereka dapat membantu mereka mengatasi kesedihan dan akhirnya mengatasinya.

Artikel Terkait: Anak Terlambat Bicara: Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

6. Menjaga Rutinitas Harian

Penting untuk memvalidasi perasaan anak dan membiarkan mereka mengungkapkan kesedihan mereka. Ini dapat dilakukan melalui percakapan, mendengarkan, dan memberikan kenyamanan. Selain itu, penting untuk menjaga rutinitas harian anak, agar mereka tidak larut dalam kesedihan.

Mengajak anak untuk bermeditasi juga dapat membantunya mengatasi emosi dengan lebih baik. Penting juga untuk menyediakan kegiatan yang meningkatkan kebahagiaan dan membiarkan anak melupakan kesedihannya. Ini dapat mencakup hobi atau aktivitas yang disukai anak. Mengizinkan anak untuk mengekspresikan dirinya dalam lingkungan yang aman dan mendukung dapat membantunya mengatasi kesedihan orang yang dicintai

7. Jaga Kesehatan Mental Anak

Untuk membantu seorang anak mengatasi kesedihan atas kematian orang yang dicintai, penting untuk menjaga kesehatan mental anak. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan dukungan emosional.

Penting untuk memperhatikan tanda dan gejala kesusahan pada anak Anda, karena ini dapat menunjukkan bahwa mereka sedang berjuang untuk mengatasi trauma dan kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai. Jika Anda melihat perubahan perilaku atau suasana hati, yang terbaik adalah mengambil tindakan sesegera mungkin untuk mencoba membantu anak mengatasi kesedihannya.

Konseling dan terapi profesional dapat bermanfaat, demikian pula langkah-langkah sederhana seperti memastikan anak merasa aman dan dikelilingi oleh keluarga dan teman yang mendukung.

Mengatasi kematian orang yang dicintai adalah proses yang sulit baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sebagai orang tua, kita harus mengambil langkah ekstra untuk memastikan bahwa anak-anak kita didukung selama masa sulit ini. Dengan membuat anak merasa aman, memvalidasi kesedihan anak, menjaga rutinitas sehari-hari dan berbicara dengan anak, kita dapat membantu mereka memproses kesedihan dan mengelola trauma mereka. Kita juga bisa mengajak mereka melakukan aktivitas dan hobi yang membuat mereka senang sehingga mereka bisa mulai membangun kehidupan dan rutinitas baru.

***

Baca Juga:

6 Cara Bicara Tentang SARA pada Anak dan Menghormati Perbedaan

Berasal dari Bahasa Sansekerta, Ini Arti Nama Erlangga yang Penuh Makna

Waspadai Hidden Hunger Anak yang Berakibat Fatal, Ini Penyebab dan Pencegahannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianParent Indonesia

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Pengasuhan Anak
  • /
  • 7 Tips Membantu Anak Mengatasi Kesedihan karena Ditinggal Mati Orang Terdekat
Bagikan:
  • 5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

    5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

  • Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

    Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

  • Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

    Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

  • 5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

    5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

  • Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

    Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

  • Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

    Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti