TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu Menangis saat Melahirkan dan sering Sedih saat Menyusui, Tanda Depresi?

Bacaan 5 menit
Ibu Menangis saat Melahirkan dan sering Sedih saat Menyusui, Tanda Depresi?

Apakah normal jika ibu mudah menangis setelah melahirkan?

Ketika seorang wanita melahirkan, dia mengalami berbagai macam emosi dan perubahan dalam tubuh, pikiran dan jiwanya. Ini bisa menjadi waktu yang luar biasa dan menggembirakan, tetapi juga merupakan pengalaman yang sangat menegangkan dan luar biasa. Karena itu ibu menangis saat melahirkan sangat umum terjadi. 

Saat tubuh menyesuaikan diri setelah melahirkan, kadar hormon turun secara dramatis, sering kali mengakibatkan penurunan emosi atau “baby blues”. Meskipun hal ini sangat umum dan biasanya hilang dalam beberapa hari, penting untuk diperhatikan perbedaan antara baby blues dan depresi pascamelahirkan.

Ibu yang sering menangis setelah melahirkan, baik di hari maupun minggu setelahnya, harus memperhatikan emosi dan suasana hatinya. Dalam posting blog ini, kita akan mengeksplorasi gejala depresi pascapersalinan dan kapan harus mencari bantuan dari profesional medis.

Ibu Menangis saat Melahirkan dan Mudah Sedih setelah Bayi Lahir, Apakah Normal?

Ibu Menangis saat Melahirkan dan sering Sedih saat Menyusui, Tanda Depresi?

Setelah melahirkan, terjadi penurunan hormon kehamilan dengan cepat

Tidak jarang ibu menangis setelah melahirkan, karena penurunan hormon kehamilan yang cepat pada hari ke 3-10 pascapersalinan dapat menyebabkan respons emosional. Namun, jika tangisan ini terus berlanjut selama berminggu-minggu, itu bisa menjadi tanda depresi pascapersalinan dan ibu harus mencari pertolongan dari pakar.

Hal ini penting untuk diperhatikan, karena depresi pascapersalinan dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada kesejahteraan ibu

Ibu Sering Menangis setelah melahirkan adalah hal yang wajar

Merupakan fenomena umum bagi para ibu untuk mengalami keadaan emosi sementara seperti menangis setelah melahirkan.

Sebagian besar disebabkan oleh penurunan hormon kehamilan yang cepat, yang biasanya terjadi antara hari ke-3 dan ke-10 pascapersalinan. Namun, jika tangisan berlanjut selama berminggu-minggu, itu mungkin merupakan tanda depresi pascapersalinan, dan saran medis harus dicari.

Menjadi ibu adalah transisi kehidupan utama di mana seorang wanita mengalami serangkaian emosi, dan menangis adalah respons normal terhadap situasi baru. Namun, jika frekuensi dan intensitas tangisan terus berlanjut setelah hari ke 3-10 setelah melahirkan, hal itu mungkin merupakan gejala depresi pascapersalinan.

Dalam beberapa kasus, keadaan emosional ini dapat berlangsung selama beberapa minggu dan harus diperiksa oleh profesional kesehatan untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut.

Waspadai Gejala depresi pascapersalinan

Ibu cenderung mengalami tangisan saat melahirkan karena penurunan hormon kehamilan yang cepat. Namun, jika ibu terus menangis selama berminggu-minggu setelah melahirkan, ini mungkin merupakan gejala depresi pascapersalinan.

Pada hari ke 3-10, ibu harus mewaspadai tanda-tanda depresi, seperti tangisan yang meningkat, kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan perubahan kebiasaan makan dan tidur. Jika salah satu dari gejala ini muncul, disarankan agar ibu berkonsultasi dengan dokter dan mencari pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Depresi pascapersalinan adalah jenis depresi yang bisa terjadi setelah melahirkan

Ibu menangis saat melahirkan merupakan fenomena umum yang terjadi akibat berkurangnya hormon kehamilan secara cepat. Namun, penting untuk dicatat bahwa jika tangisan terus berlanjut selama berminggu-minggu setelah melahirkan, itu mungkin merupakan tanda depresi pascapersalinan.

Depresi pascapersalinan adalah jenis depresi yang dapat terjadi setelah melahirkan dan ditandai dengan perasaan sedih, cemas, kehilangan minat, dan/atau sulit menjalin ikatan yang terus-menerus dengan bayi. Jika salah satu dari gejala ini bertahan lebih dari beberapa minggu setelah melahirkan, penting untuk mencari nasihat medis.

Gejala depresi pascamelahirkan antara lain sering menangis, merasa kewalahan, kurang minat beraktivitas dan perubahan kebiasaan makan atau tidur

Ibu Menangis saat Melahirkan dan sering Sedih saat Menyusui, Tanda Depresi?

Salah satu gejala depresi pascapersalinan yang paling umum adalah seringnya ibu menangis setelah melahirkan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan cepat hormon kehamilan yang terjadi antara hari ke-3 dan ke-10 setelah melahirkan.

Namun, jika ibu terus menangis selama berminggu-minggu setelah melahirkan, ini mungkin merupakan indikasi depresi pascapersalinan, dan ibu harus mencari pertolongan medis.

Gejala depresi pascapersalinan lainnya termasuk merasa kewalahan, kurang minat dalam aktivitas, dan perubahan kebiasaan makan atau tidur.

Jika gejala ini bertahan lebih dari beberapa minggu, penting untuk mencari pertolongan medis

Ibu yang menangis saat melahirkan merupakan hal yang biasa terjadi akibat turunnya hormon kehamilan secara cepat pada hari ke 3 sampai 10 pasca melahirkan. Namun, jika tangisan ini berlangsung lebih dari beberapa minggu, penting untuk mencari pertolongan medis, karena ini bisa menjadi gejala depresi.

Penting bagi para ibu untuk menjaga diri mereka sendiri dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan selama ini.

Tersedia pengobatan untuk depresi pascamelahirkan, dan diagnosis serta intervensi dini merupakan kunci keberhasilan pengelolaan kondisi tersebut

Penurunan hormon kehamilan secara tiba-tiba selama 3-10 hari setelah melahirkan dapat menyebabkan beberapa ibu menangis lebih sering dari biasanya. Ini adalah kejadian normal, tetapi jika tangisan terus berlanjut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, ini mungkin mengindikasikan depresi pascapersalinan.

Depresi pascapersalinan adalah kondisi medis serius yang memerlukan perawatan, dan diagnosis serta intervensi dini adalah kunci keberhasilan pengelolaan kondisi tersebut. Ibu yang mengalami gejala depresi pascapersalinan harus mencari pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Kesimpulannya, wajar jika ibu merasa kewalahan dan menangis setelah melahirkan akibat penurunan hormon kehamilan yang cepat. Namun, jika kebiasaan ini berlanjut selama berminggu-minggu, itu bisa menjadi indikasi depresi dan penting untuk mencari bantuan profesional.

Penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian dalam hal ini dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda mengatasi perubahan dan emosi pascapersalinan.

 

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

Baca juga: 

Penelitian: Ayah juga bisa depresi pasca istri melahirkan

Bunda, kenali 4 tanda depresi paska melahirkan atau postpartum depression ini

Penelitian: Bius Epidural Dapat Mengurangi Depresi Pasca Melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • Ibu Menangis saat Melahirkan dan sering Sedih saat Menyusui, Tanda Depresi?
Bagikan:
  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • Apa Itu Ileus Paralitik Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

    Apa Itu Ileus Paralitik Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • Apa Itu Ileus Paralitik Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

    Apa Itu Ileus Paralitik Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti