TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Sekolah di Jogja Tolak Imunisasi untuk Siswa karena Takut Haram

Bacaan 3 menit
8 Sekolah di Jogja Tolak Imunisasi untuk Siswa karena Takut Haram

Yogyakarta adalah salah satu kota percontohan wajib vaksin setelah Jakarta. Namun siapa sangka bahwa ada 8 sekolah yang tolak imunisasi karena takut haram.

Program pemerintah tentang imunisasi gratis untuk anak sekolah ternyata menemui kendala dari pihak sekolah itu sendiri. Ada 8 sekolah tolak imunisasi karena khawatir dengan kehalalannya.

8 sekolah ini adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang setingkat SD dan SMP. Sekolah tersebut ada di wilayah kabupaten Sleman, Kota Yogya, dan kabupaten Bantul.

Sekolah di Yogyakarta tolak imunisasi

Ditolaknya program vaksin wajib di 8 sekolah ini memunculkan keprihatinan di mata kepala Kanwil Kemenag DIY, Lutfi Hamid. Apalagi, Yogyakarta adalah kota percontohan wajib vaksin setelah Jakarta.

“Yang menolak untuk vaksin memang sekolahnya, bukan siswanya,” ujar Lutfi pada Kamis (27/07) lalu pada Tempo.

Ia menyayangkan bahwa sekolah menggunakan alasan ideologisnya untuk tolak imunisasi dari pemerintah. Apalagi ia sudah mengampanyekan sebelumnya bahwa tidak ada zat haram di dalam vaksin.

Menurutnya, selain soal kehalalan vaksin, banyak sekolah yang menganggap bahwa program vaksin pemerintah hanya untuk menguntungkan dunia medis asing. Sebagian lagi beranggapan karena pada dasarnya manusia sudah punya sistem imun tubuh alami sejak lahir yang berfungsi baik untuk regenerasi manusia.

Artikel terkait: Manfaat vaksin tak hanya untuk individu, melainkan untuk komunitas juga.

Pemda akan memantau sekolah yang tolak imunisasi

Mengenai tuduhan bahwa vaksin mengandung minyak babi, Lutfi menjelaskan, “Segala sesuatu saat ini serba transparan. Tidak ada minyak babi di dalam vaksin anak sehingga aman dan halal digunakan.”

Ia menegaskan kantor wilayah Kemenag DIY akan melakukan pemantauan khusus pada sekolah yang tolak imunisasi. Lutfi juga ingin memastikan bahwa program wajib vaksin itu akan terlaksana di sekolah-sekolah yang jadi target pemerintah.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta semua pihak untuk melakukan pendekatan kepada sekolah yang menolak program imunisasi tersebut. Ia menilai bahwa persoalannya hanya soal komunikasi dan kesalahpahaman belaka yang bisa diselesaikan.

Dinas Kesehatan DIY memiliki data bahwa ada 571.398 siswa di 4.211 sekolah yang menjadi target program imunisasi. Pemerintah DIY menargetkan bahwa 95 persen siswa bisa diimunisasi.

Apalagi, pada 2016 lalu, Dinas Kesehatan DI Yogyakarta mencatat terjadi 176 kasus campak dan rubella.

Imunisasi adalah hak asasi anak

Pada tanggal 1 Juli 2017 lalu, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke MTS Negeri 10 Sleman sebagai tanda dimulainya program wajib vaksin di DI Yogyakarta. Setelahnya, sekolah lain melakukan vaksin bertahap dari sekolah satu ke sekolah lainnya.

Selama ini, banyak orang salah paham bahwa vaksin dan tidak vaksin adalah sebuah pilihan orangtua yang harus dihormati orang lain. Padahal, di Indonesia vaksin termasuk dalam hak asasi anak untuk hidup sehat dan diatur oleh undang-undang.

Hal ini tercantum pada Pasal 62 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang salah satu isinya mengenai hak anak untuk memperoleh kesehatan terbaik dan difasilitasi negara. Hal ini diperkuat dengan Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) dalam Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, terutama pada Pasal 3 ayat (1) Konvensi tentang Hak Anak yang menegaskan bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama dalam segala tindakan terhadap anak (child’s best interest).

Jadi, Parents harus memberikan apa yang menjadi hak anak ya. Jangan lupa ingatkan juga orang-orang di sekitar untuk memvaksin anak mereka.

 

Cerita mitra kami
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui

Baca juga:

Kabar Gembira! Vaksin Rubella Gratis Tersedia Agustus-September 2017

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Vaksinasi
  • /
  • 8 Sekolah di Jogja Tolak Imunisasi untuk Siswa karena Takut Haram
Bagikan:
  • Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

    Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

  • Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

    Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

  • Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

    Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

  • Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

    Vaksin PCV untuk Bayi dan Anak: Dosis dan Jadwal Terbaru

  • Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

    Jadwal Vaksinasi Bayi Lengkap Terbaru Menurut Anjuran IDAI 

  • Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

    Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti