TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Panduan Dasar Mendisiplinkan Anak Sensitif

Bacaan 4 menit
8 Panduan Dasar Mendisiplinkan Anak Sensitif

Mendisiplinkan anak sensitif memang sulit, tapi tidak berarti tidak bisa dilakukan. Lakukan semua tips berikut, pasti Anda berhasil.

Mendisiplinkan anak sensitif memang gampang-gampang susah. Karakter anak yang mudah terpancing emosinya saja, sudah menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Hanya sedikit saja kita menaikkan alis, maka ia akan langsung menangis. Mereka juga takut bahwa mereka akan mendapat masalah karena perbuatannya.

Anak-anak sensitif, biasanya tidak hanya sensitif secara emosional, namun seluruh indranya pun demikian. Suara berisik, sinar lampu yang terang, dan tekstur benda tertentu, bisa membuat mereka bereaksi berlebihan.

Anak sensitif kadang juga pemalu. Mereka sering ragu-ragu mencoba hal baru dan sering kesulitan mengatasi rasa frustasi, terlebih bila teman-temannya sudah menjulukinya sebagai anak cengeng atau si pemarah.

Jadi untuk mendisiplinkan anak tipe ini memang perlu trik-trik tertentu, dan juga kesabaran.

Aturan dasar mendisiplinkan anak sensitif

Tidak peduli anak kita termasuk anak yang sensitif atau tidak, kita tetap harus mendidiknya agar disiplin. Perilaku disiplin tentu akan membantunya mengatasi banyak masalah kelak ketika ia dewasa.

Namun anak sensitif butuh trik tertentu, karena suara keras, tindakan sedikit kasar, atau pemberian konsekuensi bisa saja malah menimbulkan masalah yang besar untuknya.

Jadi, langkah terbaik adalah memberinya bimbingan bagaimana untuk menjadi anak yang disiplin, dan mengapa hal tersebut penting untuk ia lakukan.

8 Panduan mendisiplinkan anak sensitif

#1. Terimalah mereka apa adanya

mendisiplinkan anak

Setiap kita tentu ingin diterima sebagai apa adanya kita. Kita tidak akan pernah suka untuk mengubah perilaku atau temperamen kita seperti orang lain inginkan.

Begitu juga dengan si sensitif. Daripada berusaha mengubah sifatnya, menyebutnya si pemalu, atau malah si penakut, akan lebih baik bila melihat kepekaan si kecil sebagai kekuatannya atau anugerah.

Baca juga: Cara Mengajak Anak Pendiam Bergaul

#2.  Sediakan waktu agai ia dapat beristirahat

mendisiplinkan anak

Kepekaannya terhadap suara, cahaya, situasi yang ramai bisa membuatnya sangat lelah. Hindari memberikan ia jadwal aktivitas yang berlebihan.

Sediakan tempat untuk menenangkan diri dengan aktivitas yang “lebih sunyi” seperti mewarnai, mendengarkan musik yang lembut melalui headphone, membaca buku, dan beritahu dia untuk melakukannya saat ia merasa lelah.

#3. Konsisten

mendisiplinkan anak

Terkadang kita ingin mengendurkan aturan yang telah kita buat supaya ia tidak ngambek. Namun bila Anda sering membuat perkecualian dan kelonggaran tidak akan bermanfaat untuk kebaikan masa depannya.

Ingat, aturan dunia tidak akan pernah mengalah untuknya. Jadi, tetapkan batasan, dan terus konsisten menerapkannya.

#4. Hargai usahanya

mendisiplinkan anak

Hargai apa yang telah ia lakukan, meski mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Misalnya katakanlah, “Ibu suka saat adik tidak lupa mengangkat sampah di dapur,” meskipun mungkin masih ada ceceran sampah yang tertinggal di dapur.

Penting juga untuk menghargainya saat ia bertindak atau berkata jujur. Pada umumnya, anak-anak sensitif suka berbohong guna menghindari masalah. Jadi, jangan lupa katakan penghargaan atas kejujurannya meski mungkin kejujuran itu menghasilkan situasi yang tidak menyenangkan baginya.

Mendisiplinkan anak, tidak berarti kaku dan tidak ada hadiah sama sekali. Sesekali tidak ada salahnya memberikan ia hadiah untuk membuatnya merasa berhasil melakukan sesuatu.

Ingatlah bahwa anak sensitif mudah sedih jika tidak mencapai yang ia inginkan. Bila si kecil merasa demikian, katakanlah, “Adik bisa coba lagi besok, kan?”

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

#5. Gunakan kata yang lebih positif

mendisiplinkan anak

Mereka mudah  sedih bila melakukan sesuatu yang salah. Jadi daripada mengatakan, “Adik tidak boleh makan es krim kalo nggak habisin makan malam,” lebih baik katakan, “Setelah adik habiskan makan malam, adik bisa makan es krim …”

#6. Ajari mereka untuk mengekspresikan perasaannya

mendisiplinkan anak

Anak-anak sensitif harus belajar mengekspresikan perasaanya secara verbal, seperti, “Aku takut, Ibu”, “Aku marah”, “Aku bingung” dan lain sebagainya. Mereka juga harus belajar cara yang tepat untuk mengatasi perasaannya tersebut.

Cobalah ajak anak untuk bicara, dengarkan apa yang ingin ia katakan. Tahan diri untuk menginterupsi perkataannya meski sebetulnya kita sudah sangat ingin marah.

Bila si kecil masih balita dan masih susah mengekspresikan perasaannya, Parents dapat memberikannya kartu atau balok emosi untuk membantunya memahami apa yang ia rasakan saat ini. Kartu emosi dapat dibuat sendiri.

Baca juga: Ide Membantu Anak untuk Mengenali Emosinya

#7. Ajari cara untuk memecahkan masalah

mendisiplinkan anak

 

 

Akan ada sebuah perbedaan besar bila si sensitif tahu cara memecahkan masalahnya sendiri. Dia tidak hanya akan lebih mandiri dan percaya diri, tapi juga tahu cara mengatasi perasaannya yang mudah sekali merasa tidak nyaman.

#8. Tetap terapkan konsekuensi negatif

mendisiplinkan anak

Meskipun si kecil termasuk sensitif, tapi dia juga perlu mendapat konsekuensi negatif seperti anak-anak yang lain. Menangis bukan berarti ia perlu kelonggaran.

Beri alasan logis mengapa Parents tetap memberinya konsekuensi negatif. Contoh: tidak meletakkan baju kotor di keranjang, maka baju tidak di cuci; atau menyuruhnya duduk menghadap dinding setelah memukul kakak/ adik.

Parents, mendisiplinkan anak adalah sebuah proses, seringkali hasilnya terlihat berbulan-bulan kemudian. Jadi, tetaplah konsisten, teruslah belajar, dan sediakan banyak “kesabaran”.

Percayalah, akan tiba masanya Parents tersenyum dan menuai hasilnya di kemudian hari.

Baca juga:

7 Strategi dan Catatan Penting dalam Melatih Kedisiplinan Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • 8 Panduan Dasar Mendisiplinkan Anak Sensitif
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti