7 Petunjuk Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

7 Petunjuk Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

Menyiapkan telur sebagai makanan bayi harus ekstra hati-hati. Bila kita lalai, akibatnya bisa fatal.

Telur ayam sangat bernutrisi bagi bayi maupun orang dewasa, karena mengandung protein serta berbagai vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, memberikan telur untuk bayi sebagai makanan perlu perhatian khusus. Bila kita lalai dalam beberapa hal berikut ini, akibatnya bisa fatal.

Ingin memberikan telur untuk bayi? Perlu ekstra hati-hati

1. Berikan setelah bayi berusia 6 bulan

Sama seperti makanan bayi lainnya, telur hanya boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Sebelum usia tersebut, bayi hanya boleh meminum susu (baik ASI ataupun susu formula). MPASI dini tidak dianjurkan karena bisa berbahaya untuk bayi.

2. Putih telur, salah satu penyebab alergi

Sebelum si bayi berusia 1 tahun, hindarilah putih telur dalam menu makanan bayi Anda. Berikan hanya merah telur, karena putih telur dapat menyebabkan alergi pada bayi. Merah telur memiliki nutrisi yang baik. Seluruh vitamin A, D, dan E yang ada di dalam sebutir telur, terdapat pada merah telurnya.

3. Ciri-ciri alergi telur

Beberapa ciri alergi telur antara lain : hidung gatal atau berair, mata yang gatal dan/atau berair, bengkak dan ruam merah pada tubuh. Pada tingkat yang parah, gejala bisa berupa gangguan pernafasan dan tubuh yang berkeringat.

Reaksi alergi umumnya terlihat langsung beberapa saat setelah mengkonsumsi telur. Segera ke dokter bila si kecil mengalami gejala alergi tersebut.

4. Masak hingga benar-benar matang

Telur yang kurang matang sangat berbahaya untuk bayi dan ibu hamil, karena bakteri salmonela yang mungkin terdapat di dalamnya belum mati. Bakteri ini mati seketika pada suhu 71 derajat Celcius.

5. Waspadai telur mentah yang ‘tersembunyi’

Mayonaise dan es krim terkadang mengandung telur mentah. Keduanya memang bukan makanan bayi, tapi terkadang si kecil sering merengek meminta apa yang sedang dimakan orang tuanya, dan kitapun ‘luluh’ memberinya walau hanya secuil. Jangan berikan jenis makanan ini pada bayi Anda, demi kesehatannya.

6. Batasi jumlah konsumsi telur

Telur juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Batasan konsumsi kolesterol yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 300 mg per hari, dan merah telur dari sebutir telur besar mengandung 186 mg.

Jadi, bila orang dewasa maksimum mengkonsumsi 2 butir telur per hari, sebaiknya bayi dibatasi hanya 1-2 butir telur per minggu.

7. Merebus telur terlalu lama mempengaruhi nutrisinya

Bila telur direbus terlalu lama, seringkali terlihat warna hijau di antara merah telur dan putih telur. Warna ini disebabkan oleh kandungan zat besi dan sulfur pada telur.

Rasa telur yang kematangan tidak berubah, namun kualitas proteinnya sudah berkurang. Untuk mengatasinya, jangan merebus telur terlalu lama. Lalu rendamlah telur yang baru matang di dalam air dingin selama beberapa menit, hingga tidak panas lagi.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Ref:  wikipediababycenter.co.uk
 
Baca juga artikel menarik lainnya:

Bahaya di Balik Telur Setengah Matang

Urutan Memperkenalkan MPASI yang Baik

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner