6 Tips Agar Toilet Training Lancar dan Sukses

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Toilet training bisa menjadi momok bagi orangtua atau anak. Coba enam tips berikut agar toilet training si Kecil sukses.

Pastikan kesiapan si Kecil sebelum memulai toilet training

Pastikan kesiapan si Kecil sebelum memulai toilet training

Toilet training merupakan salah satu tahap kemandirian yang setiap anak harus lalui. Sayangnya, tahapan yang satu ini seringkali merupakan tahap paling sulit sekaligus membuat stres baik bagi anak ataupun orangtua.

Agar proses toilet training si Kecil berjalan dengan baik. Cobalah simak beberapa kiat berikut ini.

1. Kenali kesiapan anak dan orangtua untuk melakukan toilet training

Penyebab umum gagalnya toilet training pada anak, adalah karena baik anak atau orangtua belum benar-benar siap untuk melakukannya.

Seorang anak biasanya siap untuk memulai pelatihan tersebut pada usia 2 tahun; namun tidak jarang pula yang siap di akhir usia 3 tahun. Dan biasanya, anak laki-laki lebih terlambat untuk siap dibanding anak perempuan.

Untuk itu jangan pernah tergoda untuk memulainya hanya karena sepupu atau anak tetangga yang seusia dengannya telah mulai kemudian sukses melakukannya, karena kesiapan setiap anak memang berbeda satu sama lain.

Baca juga : 7 Tanda Balita Siap Toilet Training

Ciri kesiapan yang lain adalah:

a. Kesiapan fisik

Bila diperhatikan, si Kecil biasa berkemih dalam rentang waktu yang hampir sama misal 3-4 jam. Bisa juga diketahui dari diapernya yang tetap kering meski telah dipakai hampir 4 jam.

Hal ini menandakan bahwa si Kecil telah mampu menahan rasa berkemihnya, dan menunjukkan bahwa otot-otot kemaluannya telah mampu untuk menahan.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Batita