3 Tanda Bayi Alami Wonder Weeks, Salah Satunya Jadi Lebih Rewel

3 Tanda Bayi Alami Wonder Weeks, Salah Satunya Jadi Lebih Rewel

Wonder weeks merupakan periode tertentu dalam perkembangan anak. Seperti apa tanda-tandanya dan pada usia berapa si kecil akan mengalaminya?

Bunda pernah mendengar istilah wonder weeks?

Sebuah fase yang akan dilalui semua anak, tapi jika tidak dipahami dengan baik bisa membuat pusing tujuh keliling. Oleh karena itu, penting bagi Parents untuk memahami dan mengetahui apa saja gejala yang akan ditunjukan oleh si kecil.

Happy Baby Berubah Jadi Lebih Rewel

Wonder Weeks

Arinda, ibu satu orang anak ini sedang resah. Pasalnya, sudah satu minggu, putrinya yang semula dikenal sebagai bayi anteng, tiba-tiba saja sering rewel. Biasanya, saat tidur malam hanya terbangun ketika haus dan ingin minum ASI. Namun, sudah seminggu ini justru sering menangis tanpa sebab.

“Awalnya saya pikir memang nangis karena lapar. Tapi saat dikasih ASI, malah nolak. Saya periksa pospaknya juga tidak basah, ataupun buang air besar. Di cek suhu tubuh, juga aman. Tidak demam, tapi entah kenapa tetap saja rewel. Super cranky. Sampai pusing sendiri, kenapa bisa sangat rewel seperti itu,” paparnya kepada theAsianparent.

Artikel Terkait : Bayi menangis susah ditenangkan? Penelitian berikut memberikan solusinya!

Apakah kesulitan yang sedang dialami Arinda, juga Bunda rasakan? Beberapa gejala juga diperlihatkan oleh si kecil di rumah?

Jika, ya, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala anak mulai memasuki fase wonder weeks. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan wonder weeks, theAsianparent ID melakukan wawancara dengan dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah – Pondok Indah.

3 Tanda Bayi Alami Wonder Weeks, Salah Satunya Jadi Lebih Rewel

Berikut kutipan wawancaranya :

Pentingnya Memahami Wonder Weeks 

  • Dok, sebenarnya apa yang dimaksud dengan wonder weeks?

3 Tanda Bayi Alami Wonder Weeks, Salah Satunya Jadi Lebih Rewel

Wonder Weeks merupakan istilah yang awalnya diperkenalkan tahun 1992 oleh dua peneliti dari Belanda, yaitu dr. Frans X. Plooij dan dr. Hetty van de Rijt dan mereka sudah tuangkan dalam bukunya yang berjudul “Wonder Weeks”.

Kemudian, istilah ini akhirnya dipakai untuk mendeskripsikan periode tertentu dalam perkembangan anak. Pada masa wonder weeks ini, seorang anak dianggap akan mengalami loncatan dalam kemampuannya atau milestone

  • Umumnya, akan dialami bayi pada usia berapa?

Wonder weeks dianggap terjadi beberapa kali dalam suatu masa kehidupan anak. Walaupun terdapat perbedaan pada setiap anak, tapi wonder weeks umumnya terjadi ketika bayi menginjak usia minggu ke-5, 8, 12, 19, 26, 37, 46, 55, 64, dan 75 minggu.

  • Apa saja tanda-tanda bayi mengalami tahapan ini?

Saat anak memasuki fase ini, memang ada tanda-tanda bayi mengalami wonder weeks sering disingkat sebagai 3C (cranky, clingy, crying) atau yang disebut rewel dan tidak mau berpisah dan lebih banyak menangis, dengan kata lain terlihat tidak riang seperti biasanya.

  • Saat anak memperlihatkan salah satu tandanya, misalnya rewel, apa yang perlu dilakukan oleh orangtua untuk membantu anak lebih anteng melewati fase ini?

Orangtua perlu tentu saja memberikan perhatian lebih. Bayi atau anak mungkin butuh pelukan lebih banyak, disusui sampai tertidur, dan ingin selalu berada di dekat ibu atau ayahnya.

Dalam fase ini, anak memang akan merasa cemas, untuk mengurangi perasaan tersebut, sangat disarankan bagi orangtua untuk sering memberikan sentuhan.  Untuk bayi, mereka biasanya memang akan lebih senang dan nyaman pada saat digendong. Tidak mengerankan juga kalau selama fase ini si kecil akan lebih “nempel” dan sulit ditinggal.

Artikel Terkait : 6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

3 Tanda Bayi Alami Wonder Weeks, Salah Satunya Jadi Lebih Rewel

Orangtua memang perlu belajar untuk bisa tetap tenang dan berpikir positif bahwa kondisi seperti ini hanya berlangsung sementara. Apabila ibu sudah mengalami kelelahan, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada anggota keluarga lain.

Misalnya, pada suami, atau orangtua jika memang masih tinggal satu rumah untuk membantu mengurus si kecil. Ini memang jalan keluar yang tepat. Biar bagaimanapun suasana hati seorang ibu juga bisa dirasakan dan akan memengaruhi kondisi psikis bayi. Jika ibunya merasa kelelahan dan frustasi, tentu saja  bisa membuat bayi semakin rewel. 

  • Wonder weeks dikatakan sebagai periode intens perkembangan bayi, namun sering disalah artikan sebagai growth spurt. Sebenarnya, apa bedanya, sih, dok?

Wonder weeks ini merupakan periode saat terjadi loncatan perkembangan. Di mana bayi atau anak akan memiliki kemampuan baru atau melewati milestones baru. Sedangkan growth spurt merupakan periode saat terjadi percepatan pertumbuhan  yang dilihat secara fisik, misalnya pertambahan berat badan dan tinggi badan.

***

Adanya penjelasan dr. Yovita Ananta, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, diharapkan Parents bisa lebih memahami tahapan milestone si kecil, khususnya ketika mengalami wonder weeks, ya.

Baca Juga:

Ayah Milenial Perlu Tahu, Ini Manfaat Krusial Pijat Bayi untuk Tumbuh Kembang Buah Hati

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner