Ayah Milenial Perlu Tahu, Ini Manfaat Krusial Pijat Bayi untuk Tumbuh Kembang Buah Hati

Ayah Milenial Perlu Tahu, Ini Manfaat Krusial Pijat Bayi untuk Tumbuh Kembang Buah Hati

Ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pijat bayi.

Menyandang status sebagai orang tua baru adalah hal membahagiakan sekaligus menantang. Mengingat, kehadiran si kecil ke dunia masih merupakan fase awal. Masih banyak tugas orang tua menanti, tak terkecuali memastikan agar bonding antara orang tua dan anak berjalan optimal. Melakukan pijatan pada bayi bisa menjadi cara menyenangkan untuk memenangkan hati anak sejak dini lho, Parents!

Tak hanya tugas Bunda saja, Ayah diharapkan turut terlibat perihal meluangkan waktu untuk memijat bayi. Pesan inilah yang ingin disampaikan melalui kuliah Whatsapp hasil kerja sama theAsianparent Indonesia dan Sleek Baby. Kuliah Whatsapp menghadirkan terapis pijat bayi berpengalaman dari Bidan Sahabatku untuk menjawab keingintahuan Parents terkait serba serbi pijat bayi.

Keseruan Kuliah Whatsapp “Pentingnya Pijat Bayi: Bonding dengan Bayi dan Peran Ayah dalam Pijat Bayi” 

Minimnya keterlibatan Ayah dalam memijat bayi membuat Sleek Baby dan theAsianparent Indonesia terdorong untuk menyampaikan pesan pada keluarga muda Indonesia. Diadakan pada Senin (27/04), diskusi yang memanfaatkan media Whatsapp ini menghadirkan seorang terapis pijat bayi berlisensi, Lia Novita SST., MKeb., AKP. Sesi terbagi dalam tiga topik utama, yakni pentingnya pijat bayi pada 1.000 hari pertama kehidupan si kecil, peran Ayah dalam pijat bayi, serta apa yang sebaiknya dilakukan dan dilarang ketika melakukan pijat bayi.

Pada topik utama, Lia memaparkan manfaat krusial yang diperoleh bayi dari pijat, antara lain meningkatkan pertumbuhan bayi, menjaga daya tahan tubuh, membuat bayi tidur lebih nyenyak, produksi ASI meningkat, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan, merangsang kinerja fungsi sistem pencernaan dan pembuangan sisa makanan, serta –yang tak kalah penting–, menjaga bonding attachment antara anak dan orang tua berjalan maksimal.

Sejalan dengan pemaparan tersebut, penelitian menunjukkan bahwa pijatan pada bayi prematur dapat membuat berat badannya meningkat 20-40% lebih banyak setiap harinya dibandingkan yang tidak dipijat. Keuntungan ini dapat dirasakan setelah bayi lahir, semakin cepat semakin baik.

Lantas, sejauh apa peran Ayah dalam pijat bayi? Penelitian di Australia telah membuktikan bahwa bayi yang dipijat ayahnya akan mengalami kenaikan berat badan signifikan. Keakraban antara ayah dan anak dapat terjalin sejak awal melalui energi positif yang mengalir kala pijat. Kontak batin erat akan dirasakan oleh ayah yang memijat bayinya secara rutin.

Tidak ada patokan khusus, tetapi pagi dan malam hari sebelum tidur ditengarai menjadi waktu terbaik untuk melakukan sesi pijat bayi. Pijat sejatinya bermanfaat saat bayi sehat maupun sakit. Namun, bidan Lia menganjurkan pijat pada bayi yang sedang sakit hanya untuk penyakit yang ringan seperti batuk pilek, anak tidak nafsu makan, perut kembung, dan kolik.

Sementara itu, beberapa kondisi seperti kala anak demam lebih dari 38ºC, kondisi saat anak memakai alat bantu pernapasan, serta jika anak mengalami gangguan anatomi tubuh tidak dianjurkan untuk dipijat.

Hal yang Penting Saat Melakukan Pijat Bayi

Nah, bila Parents ingin melakukan pijatan pada bayi, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, antara lain:

  • Pastikan mencuci tangan hingga bersih sebelum memijat bayi. 
  • Potong kuku dan hindari memakai perhiasan tajam agar tidak menyakiti kulit bayi. 
  • Kondisikan ruangan yang hangat, tidak pengap, dan suhu udara nyaman untuk melakukan sesi pijat bayi. 
  • Pijat buah hati saat ia tidak sedang dalam kondisi lapar. 
  • Luangkan waktu minimal 15 menit untuk melakukan seluruh tahap pemijatan. 
  • Duduk pada posisi yang nyaman, demikian pula dengan bayi. Baringkan si kecil di atas permukaan kain yang rata, permukaannya lembut, dan pastinya bersih. 
  • Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan, antara lain handuk bersih, popok, baju ganti; jangan lupa memilih minyak yang tepat untuk melakukan pijatan pada bayi. 
  • Minta izin pada bayi sebelum melakukan pijatan, belailah wajah dan kepalanya dengan lembut. Ajaklah bayi mengobrol dan selalu lakukan kontak mata selama sesi pijat berlangsung. 

Memerhatikan rentang usia anak adalah hal yang tak kalah penting untuk dicermati. Pada bayi usia 0-3 bulan, lakukan pijat dengan gerakan halus dan hindari area perut jika tali pusat belum terlepas. 

Sementara saat bayi sudah berusia 1 bulan, gerakan halus dapat disertai tekanan ringan dalam waktu singkat. Memasuki usia 3 bulan, seluruh gerakan pijatan pada bayi dapat dilakukan dengan intensitas waktu meningkat.

Gerakan Pijat yang Direkomendasikan

Terdapat beberapa gerakan pijat yang mencakup bagian kaki, perut, tangan, dada, punggung, dan muka. Gerakan pijat bayi I LOVE YOU sangat direkomendasikan untuk membentuk bonding optimal antara orang tua dan anak. 

  • Pertama, lakukan pijatan lembut pada perut di bagian sebelah kiri menggunakan ibu jari. Kemudian, bentuklah garis vertikal seperti huruf I dari bagian atas ke bawah mulai dari bagian dada ke arah perut bawah secara perlahan-lahan.
  • Kedua, mulai memijat lembut area perut perlahan dari sudut kiri atas menuju arah bawah membentuk huruf L terbalik.
  • Terakhir, arahkan jari dari perut kiri bawah ke atas, lalu gerakkan tangan Bunda sebaliknya dari arah kanan atas ke bagian bawah membentuk huruf U terbalik.

Nah, supaya sesi pijat berlangsung nyaman, sediakan minyak pijat yang memang diformulasikan aman untuk kulit bayi.

Pilih produk yang aman untuk sesi pijatan pada bayi tak terlupakan

Menjawab kebutuhan orang tua yang ingin memantau tumbuh kembang buah hati di awal kehidupannya, komitmen Sleek Baby diwujudkan dengan mengeluarkan produk baru, yaitu Sleek Baby Telon Oil. Produk baru dari Sleek Baby ini diharapkan dapat melancarkan metode pijat bayi sebagai cara menyenangkan dalam menjalin ikatan dengan buah hati.

Berbeda dengan minyak telon untuk bayi pada umumnya, Sleek Baby Telon Oil ini 2x minyak telon biasa dan mengandung lebih banyak minyak anisi. 

Tak hanya menghangatkan, kandungan ini diklaim lebih ampuh melancarkan pernapasan dan mencegah kembung yang kerap dialami si kecil. Tak hanya itu, kandungan minyak anisinya akan melindungi kulit bayi dari bakteri penyebab iritasi.

Ada 3 bahan utama dalam sebotol Sleek Baby Telon Oil, yakni:

  • 60% minyak kelapa (Oleum cocos) untuk melembapkan
  • 20% minyak cajuput (Oleum cajuput) untuk menghangatkan
  • 20% minyak anisi (Oleum anisi) untuk mencegah masalah sistem pernapasan, misalnya hidung bayi mampet atau napas bayi berbunyi, dan perut bayi kembung

Kandungan di atas juga bermanfaat untuk membuat bayi senantiasa bernapas dengan nyaman kendati sedang batuk, mengurangi mual, bahkan menjaga suasana hati bayi tetap bahagia. Semua manfaat baik ini bisa Parents dapatkan dari minyak telon bayi. Jadi, ada baiknya Parents memasukkan minyak telon bayi ke dalam daftar perlengkapan bayi di rumah.

Cara pakainya juga mudah, cukup usapkan Sleek Baby Telon Oil pada area dada, perut, dan punggung sehabis mandi atau sesuai kebutuhan agar bayi tetap hangat. Dibanderol dengan harga terjangkau dan mudah didapat, Sleek Baby Telon Oil tersedia dalam kemasan 30 ml dan 70 ml yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk informasi lebih lanjut, Parents bisa cek informasi produk ini di laman web Sleek Baby. Tunggu apalagi, wujudkan bonding sempurna dengan buah hati sekarang juga!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner