6 Waktu mustajab berdoa di bulan Ramadhan, sudah dilakukan?

lead image

Inilah waktu mustajab untuk berdoa yang perlu Parents ketahui!

Bulan suci Ramadan bukan tentu saja akan dimanfaatkan umat muslim sebagai ladang amal mencari pahala dan keridhoan Allah SWT, termasuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepadaNya. Untuk memaksimalkannya, tidak ada salahnya untuk mencari tahu kapan waktu mustajab berdoa di bulan Ramadhan.

Anjuran berdoa kepada Allah SWT

Tak perlu dipungkiri bila Allah Azza wa jalla mencintai hamba-hamba yang berdoa kepada-Nya. Bahkan karena kasih sayang-Nya, Allah memberikan ‘bonus’ dalam bentuk pengampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa.

Hal ini dikatakan Allah Ta’ala dalam hadits Qudsi:

“Wahai manusia, ketika kamu berdoa dan berharap untuk-Ku, aku mengampuni dosa-dosamu dan aku tidak peduli lagi dengan dosamu.” (HR. Ayt Tirmidzi, diriwayatkan, ia berkata: ‘Hadits Hasan Saheeh)

Sungguh, Allah memahami kondisi manusia yang lemah dan selalu membutuhkan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah bebas dari keinginan, baik maupun buruk. Bahkan jika kita menulis semua keinginan kita di koran, berapa lembar yang akan digunakan?

Jadi, kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala mengutuk orang-orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang seperti itu oleh Allah za Azza Wa Jalla disebut sebagai pelayan yang sombong dan diancam dengan neraka.

Allah Ta’ala berkata:

“Berdoalah kepada-Ku, aku akan mengabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang sesumbar karena enggan menyembah Aku, akan dimasukkan ke neraka, dalam keadaan jijik. “(Surah Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah murah hati kepada hamba-hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan untuk berdoa langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan diberikan. 

Artikel terkait: ASI kurang banyak dan lancar? Coba baca 5 doa ini setiap hari Bun!

waktu mustajab untuk berdoa

Waktu mustajab berdoa di bulan Ramadhan

Di antara upaya yang dapat kita perjuangkan agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu ini dikabulkan.

Di antara waktu-waktu ini adalah:

1. Waktu Sahur

Dari Abu Hurairah Radhi Allahu ‘anhu, Nabi Sallallahu‘ alaihi wa Sallam berkata, tentang shalat wajib pada saat sahur.

“Tabaraka wa ta’ala Rabb kita turun ke surga dunia ketika sepertiga dari malam terakhir tetap ada. Kemudian Allah berfirman, “Barangsiapa berdoa kepada-Ku, maka aku akan mengabulkan. Siapa pun yang bertanya kepada saya, saya berikan. Siapa pun yang meminta pengampunan kepada-Ku, aku akan mengampuni.” (HR Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).

Ibn Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan mengatakan, “Dua dan istighfar pada saat sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32)

2. Saat Puasa

Dari Abu Hurairah Radhi Allahu ‘anhu, Nabi Sallallahu‘ alaihi wa Sallam mengatakan, tips berpuasa dengan lancar saat menyusui bisa Anda baca.

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: Orang yang berpuasa sampai mereka berbuka puasa, pemimpin yang adil, dan mereka yang dianiaya.” (HR. Ahmad 2: 305). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini asli dengan berbagai jalan dan amplifier)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Orang yang berpuasa dianjurkan untuk melipat gandakan doa demi kehidupan setelah kematian dan dunianya, juga ia dapat berdoa untuk kepentingan yang ia inginkan, jadi jangan lupa doa yang baik untuk umat Islam pada umumnya.” (Al -Majmu ‘, 6: 273)

3. Sepertiga Malam

Allah Ta’ala mencintai para hamba-Nya yang berdoa dalam tiga malam terakhir. Allah Ta’ala berkata tentang karakteristik orang saleh, salah satunya: Waktu sholat yang baik.

Ketika waktu sahur (larut malam), mereka berdoa untuk pengampunan.” (Surah Adz Dhariyat: 18.

Sepertiga dari malam terakhir adalah waktu yang penuh dengan berkat karena pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke surga dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa pada waktu itu.

4. Saat Berbuka Puasa

Ketika berbuka puasa adalah saat yang penuh berkah, karena pada saat ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan puasa, yang dibiarkan makan dan minum setelah seharian memegangnya, seperti hadits: Keutamaan berbuka puasa.

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: Kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya nanti.” (HR. Muslim, no.1151)

Berkat lain pada saat berbuka puasa adalah doa yang diberikan oleh orang-orang yang telah berpuasa, seperti yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Ada tiga doa yang tidak ditolak. Doa untuk mereka yang berpuasa saat berbuka puasa, doa untuk pemimpin yang adil, dan doa untuk mereka yang dirugikan.” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405)

Karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk meminta apa pun yang mencakup kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, ya. 

5. Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar adalah malam al-Qur’an diungkapkan sebagai malam yang lebih dari 1.000 bulan. Seperti firman Allah Ta’ala:

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1.000 bulan.” (Surah Al-Qadr: 3)

Malam ini dianjurkan untuk banyak ibadat termasuk meningkatkan doa. Sebagaimana diceritakan oleh Umm Mu’minin Aisyah Radhi Allahu Anha:

“Saya bertanya kepada Utusan Allah: Wahai Utusan Allah, menurut Anda apa yang harus saya katakan jika saya menemukan malam Lailatul Qadar? Dia berkata: Berdoa:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul’ afwa fa’fu ‘anni [‘ Ya Allah, memang Anda Pengampun dan seperti pengampunan, maafkan saya. “]” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibn Majah, 3119, Di Tirmidzi mengatakan: “Hasan Sahih ”)

Dalam hadits ini, Umul Mu’minin adalah Aisyah Radhi Allahu Anha diminta untuk diajar kata-kata yang harus dipraktikkan ketika malam Lailatul Qadar. Tetapi ternyata Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan doa lafadz.

Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, dianjurkan untuk meningkatkan doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan.

6. Ketika Adzan Berkumandang

Selain dinasihati untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, ketika panggilan untuk doa digema, itu juga termasuk waktu yang berharga untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkata:

“Doa tidak ditolak dua kali, atau setidaknya cenderung ditolak. Saat itulah panggilan untuk doa bergema dan ketika perang berkobar ketika kedua belah pihak saling menyerang. “(HR Abu Daud, 2540, HR. Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, mengatakan:” Hasan Sahih”)

Tunggu apa lagi, yuk berdoa pada waktu mustajab di atas!

Referensi: Azislam

Baca juga: 

Tata cara mandi junub saat puasa, bolehkah dilakukan setelah terbitnya fajar?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.