Waspadai bahaya wabah pneumonia misterius di China, ini yang perlu Parents lakukan

Waspadai bahaya wabah pneumonia misterius di China, ini yang perlu Parents lakukan

Terkait wabah pneumonia di China, pemerintah waspada dan melakukan langkah pencegahan. Kemenkes memberi imbauan pada masyarakat dan tenaga kesehatan.

Baru-baru ini  kabar menggemparkan terkait wabah pneumonia datang sari China di kota Wuhan dan menggemparkan dunia. Termasuk di Indonesia.

Ditemukan sebanyak 44 kasus yang mengidap pneumonia. 11 pasien di antaranya mengalami sakit parah sementara 33 pasien lainnya dalam kondisi stabil. Menurut laporan terbaru, kasus pneumonia bahkan meningkat hingga menjadi 59 kasus.

Belum diketahui penyebab wabah pneumonia

wuhan china

Kota Wuhan (Image: theculturetrip)

Sayangnya, sampai saat ini wabah pneumonia di China masih belum diketahui penyebabnya. Meski banyak spekulasi mengenai penyebabnya, seperti SARS dan flu burung. 

Komisi Kesehatan Wuhan memastikan bahwa sejumlah sumber infeksi telah dikesampingkan. Ini termasuk SARS, influenza, flu burung, dan penyakit pernapasan umum. Sementara itu, organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait kejadian di Wuhan ini.

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Di masyarakat awam, kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

Artikel terkait: Pneumonia pada bayi sangat berbahaya, cegah dengan imunisasi lengkap berikut!

Waspada masuknya wabah pneumonia ke Indonesia

Akibat wabah misterius ini, sejumlah negara pun meningkatkan kewaspadaan termasuk Indonesia. Seperti dilansir oleh Detikcom, dokter paru dari RSP Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP(K) memberikan pernyataan.

“Sebenarnya kalau seberapa besar, tetap kita memiliki risiko. Karena zaman sekarang orang mobilisasi tinggi ya, Orang jalan-jalan ke China, ke Hongkong jadi tetap ada.”

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mewaspadai wabah ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang mengidap pneumonia secara intens. Termasuk terus memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisme baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat. 

Kemenkes RI juga melakukan deteksi, pencegahan dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok melalui bandar udara, pelabuhan laut, pos lintas batas negara. Tujuannya, untuk mencegah masuknya wabah pneumonia dari China yang masih misterius itu.

“Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas,” dikutip dari situs resmi Kemenkes RI.

Imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagi masyarakat

wabah pneumonia feat

image: CNN

Meski berstatus waspada, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. 

Berikut imbauan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI:

  1. Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernapas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit, fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.
  2. Agar tetap sehat, hendaknya masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan berkelanjutan dengan makan makanan bergizi, menu seimbang, cukup buah sayur, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit.
  3. Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing:
  • Memerhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di Tiongkok atau berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat.
  • Selama di Tiongkok agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.
  • Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.
  • Jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas agar segera berobat.
  1. Memerhatikan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.

Artikel terkait: Gejala dan Penanganan Pneumonia/Paru-Paru Basah Pada Anak

Wabah pneumonia ini imbauan untuk tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan

wabah pneumonia

Sementara kepada Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dirjen Anung meminta agar:

  1. Mencermati perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di Tiongkok dan di dunia agar dapat menyikapinya dengan tepat dan benar.
  2. Mencermati informasi dari Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI tentang perkembangan penyakit ini.
  3. Jika menemukan pasien dengan gejala pneumonia berat melakukan tatalaksana sesuai SOP (Standard Operational Procedure) yang berlaku.
  4. Jika menemukan pasien yang diduga pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya; (a) melakukan tatalaksana sesuai SOP (Standard Operational Procedure) dan isolasi pasien, (b) memperhatikan prosedur kewaspadaan umum/infection control, (c) melaporkan kejadian secara berjenjang ke Dinas Kesehatan setempat untuk diteruskan ke Kementerian Kesehatan RI.

Sumber: Detik Health, Kemkes RI

Baca juga:

Bayi menderita paru-paru basah karena pengasuh suka merokok, ibu ini peringatkan semua orangtua!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner