TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Memilukan, anak dipaksa belajar hingga menangis dan frustasi

Bacaan 4 menit
Memilukan, anak dipaksa belajar hingga menangis dan frustasi

Sebuah video memperlihatkan seorang anak dipaksa belajar hingga ia menangis minta ampun. Peringatan bagi orangtua bagaimana seharusnya mengajak anak belajar.

Sebuah akun Facebook bernama Happen in Pakistan memuat sebuah video tentang anak dipaksa belajar. Dari video tersebut, kita bisa melihat bahwa ia sedang dipaksa belajar matematika oleh seorang wanita.

Wanita dan anak tersebut memang tak dapat diketahui identitasnya. Namun, video ini memperlihatkan bahwa kegiatan belajar tersebut membuat anak tertekan.

Tampak wajah frustasi, marah, dan memohon ampun dari anak tersebut. Bukannya iba dengan respon sang anak, wanita di dalam video justru terus merekamnya sambil marah-marah.

Anak Dipaksa Belajar Hingga Menangis dan Frustasi

Sekalipun tidak tampak melakukan kekerasan fisik, anak dipaksa belajar sebenarnya sudah termasuk kekerasan mental. Kekerasan mental pada anak akan berdampak panjang untuk masa depannya kelak.

Berikut beberapa akibat buruk yang terjadi jika anak dipaksa belajar oleh orangtua yang dilansir dari Mom Me:

Dampak anak dipaksa belajar #1: Stres

Ketika orangtua terlalu banyak mendorong anak untuk belajar, hasilnya adalah anak yang kewalahan yang terlalu stres untuk menyelesaikan sesuatu.

Anak-anak juga perlu santai dan bersenang-senang. Ini akan membantunya mengisi ulang “baterainya”.

Stres di usia dini dapat menurunkan kecerdasan alami yang dimiliki oleh anak. Ia juga akan mengalami depresi dini dan kurang percaya diri.

Dmpak ke #2: Bersikap kurang sopan

ini kemampuan mengontrol diri anak tantrum

Karena sering dipaksa melakukan sesuatu yang tidak disukainya, maka anak akan cenderung melakukan hal yang ia suka saat tidak bersama orangtuanya. Tak jarang anak yang manis di rumah justru jadi anak nakal yang suka mem-bully di luar rumah.

Beberapa anak yang memendam kesedihan dan depresi, juga dapat menunjukkan tanda-tanda kemarahan. Mereka mungkin bertindak kurang sopan di rumah atau di sekolah.

“Untuk anak yang tidak suka dengan aturan otoriter, memberontak dan melawan adalah satu-satunya cara untuk mengamankan kebebasan,” ungkap Daryl Capuano, pendidik dan pendiri The Learning Consultants di New Haven, Conn.

“Ketika ana terus-menerus didikte oleh orangtua mereka, tekad mereka untuk memberontak akan semakin meningkat,” tambah Capuano.

Artikel terkait: Bahaya yang mengincar di balik anak baik kebanggaan orangtua

Dampak ke #3: Gampang sakit

atasi demam pada anak

Jika anak dipaksa belajar terus-menerus, maka sama saja orangtua melemahkan fisik anak. Salah satu akibat fisik dari menekan mental anak adalah sakit perut, pusing, dan sesak nafas.

“Ketika anak-anak terlalu didorong untuk belajar, ia dapat menderita stres. Saat stres mereka juga mungkin mengalami kecemasan dan depresi. Gejala fisik yang sering menyertai kecemasan dan depresi adalah sakit kepala dan sakit perut,” kata psikoterapis Mary Jo Rapini.

Dampak anak dipaksa belajar #4: Kurang semangat

Anak tidak akan bersemangat. Ia juga jadi anak yang tidak bisa bermimpi sesuai dengan keinginannya sendiri karena secara mental ia sudah jatuh.

Ia akan menganggap bahwa ia memang pantas menderita. Apalagi jika orangtua selalu memaksakan kehendak di mana anak akan sekolah, pelajaran atau kursus apa yang wajib ia ambil, bahkan pekerjaan apa yang harus dipilih.

Dampak ke #5: Tidak mencintai orangtuanya

Jika anak dipaksa belajar, maka ia akan tumbuh menjadi anak yang berjarak dengan orangtua. Di sini, fungsi orangtua sebagai tempat yang paling aman untuk anak dari permasalahan dunia tidak berjalan dengan baik.

Tak jarang anak jadi membenci orangtuanya sendiri ketika dewasa. Bahkan, beberapa anak yang mengalami trauma banyak yang mengaku bahwa ia tak ingin punya anak karena dulunya ia terlanjur tak bahagia.

Luka hati yang dialami anak untuk orangtuanya bisa sangat dalam. Oleh karena itu, jika Parents memaksa anak belajar hal yang tidak ia sukai dengan cara yang keliru, maka sama saja membuat anak membenci orangtuanya.

Maka dari itu,Parents harus tahu sampai di mana batas anak dalam belajar. Jangan memaksakan hal yang tidak ia sukai karena bakat anak berbeda-beda.

Jika anak sering tak memahami pelajaran yang ada di sekolah, mengertilah bahwa kurikulum sekolah kita tak sebaik Finlandia. Artinya, materi pelajaran sekolah konvesional pun lebih berat daripada yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak seharusnya.

Oleh karena itu agar secara mental anak selalu sehat, orangtua wajib mendahulukan kebahagiaan anak dibanding dengan tuntutan-tuntutan padanya. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Baca juga:

3 Penyebab Anak Tidak Suka Belajar yang Perlu Parents Ketahui!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Memilukan, anak dipaksa belajar hingga menangis dan frustasi
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti