TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Adenoma Hipofisis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Bacaan 4 menit
Adenoma Hipofisis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Tumor yang bersifat jinak sehingga tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya, ini yang perlu Anda pahami terkait dengan Adenoma Hipofisis.

Adenoma hipofisis adalah kondisi tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis otak, yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh.

Seperti yang kita ketahui, otak merupakan organ yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh. Salah satunya, mengatur berbagai fungsi hormon di dalam tubuh melalui kelenjar hipofisis (pituitari), yang terletak di belakang mata dan di bawah otak depan.

Kelenjar hipofisis, yang sering disebut sebagai ‘master gland’, hanya berukuran sebesar kacang. Akan tetapi, perannya sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh. Kelenjar hipofisis memproduksi hormon yang mengatur organ-organ penting dalam tubuh, di antaranya kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dan organ reproduksi pria serta wanita. Kelenjar ini jugalah yang berperan dalam fungsi pertumbuhan dan pengaturan tekanan darah.

Tumor yang berasal dari kelenjar ini disebut dengan adenoma hipofisis. Kejadiannya tergolong jarang, dan umumnya bersifat jinak sehingga tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Gejala Adenoma Hipofisis

Adenoma Hipofisis

Adenoma hipofisis jarang menimbulkan gejala ketika ukurannya masih kecil. Namun seiring dengan semakin membesarnya ukuran tumor, dapat menimbulkan gejala-gejala seperti:

  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Berat badan bertambah.
  • Mudah memar.
  • Kelemahan otot.
  • Kebingungan.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tangan dan kaki membesar.
  • Gairah seksual menurun.
  • Disfungsi seksual.
  • Rambut rontok.
  • Kejang.
  • Pada wanita dapat terjadi perubahan siklus haid, keluar ASI pada saat tidak menyusui, atau sebaliknya ASI yang sedikit di masa menyusui.

Gejala yang timbul pada seseorang tergantung dari jenis tumor yang tumbuh. Jadi, tiap-tiap individu yang mengalami adenoma hipofisis dapat mengalami kombinasi gejala yang berbeda-beda.

Penyebab Adenoma Hipofisis

Penyebab tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa kemunculan tumor dipengaruhi oleh kelainan genetik atau adanya riwayat keluarga dengan kondisi serupa. 

Diagnosis Adenoma Hipofisis

Adenoma Hipofisis

Adenoma hipofisis jarang terdiagnosis di awal kemunculannya karena gejala yang muncul mirip kondisi lain. Bila dokter mencurigai adanya adenoma hipofisis, pemeriksaan-pemeriksaan berikut mungkin dilakukan untuk menegakkan diagnosis:

  • Tes darah dan urin untuk mengukur kadar hormon dalam tubuh.
  • Pemeriksaan radiologi dengan CT scan atau MRI untuk memeriksa ukuran dan lokasi tumor.
  • Pemeriksaan mata untuk menentukan apakah tumor hipofisis telah memengaruhi penglihatan.

Bila diperlukan, dokter akan merujuk ke ahli endokrin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengobati Adenoma Hipofisis

Umumnya, adenoma hipofisis tidak memerlukan pengobatan intensif. Dokter akan menyesuaikan pengobatan tumor dengan jenis, ukuran, dan seberapa jauh tumor telah tumbuh di dalam otak.

1. Obat-Obatan

Obat-obatan diperlukan untuk menghambat produksi hormon tertentu yang berlebihan. Kadang-kadang, obat-obatan juga membantu mengecilkan beberapa jenis tumor hipofisis.

2. Operasi

Adenoma Hipofisis

Operasi pengangkatan tumor diperlukan bila tumor menekan saraf optik (mata) atau ketika tumor memproduksi hormon tertentu secara berlebihan. Dokter akan mengangkat tumor melalui hidung tanpa sayatan (transsphenoidal transnasal endoskopi) atau dengan sayatan pada bagian atas kulit kepala (kraniotomi).

3. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sumber radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel tumor. Pengobatan ini dapat menjadi pilihan ketika tumor tetap ada atau muncul kembali setelah operasi dan menyebabkan gejala yang tidak dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan.

4. Penggantian Hormon Hipofisis

Bila tumor hipofisis atau operasi tumor menyebabkan turunnya produksi hormon, individu akan memerlukan hormon pengganti untuk mempertahankan kadar hormon yang normal. Beberapa orang yang menjalani pengobatan radiasi juga membutuhkan penggantian hormon hipofisis.

Selain berbagai pengobatan di atas, perubahan gaya hidup sangat disarankan selama dan setelah mendapatkan pengobatan dari dokter, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Beberapa di antaranya:

  • Tidak merokok.
  • Membatasi minum alkohol harian.
  • Mengonsumsi makanan sehat (terutama buat dan sayuran).
  • Segera beristirahat bila mulai merasa lelah saat beraktivitas.
  • Cukup tidur setidaknya 6 sampai 8 jam sehari.
  • Mengelola stres dengan meditasi dan yoga.

Pengobatan adenoma hipofisis dapat membuat Anda merasa lemah. Konsumsi makanan sehat disertai dengan mengelola stres dapat membantu Anda menjadi lebih berenergi dan positif selama menjalani pengobatan.

Apakah Adenoma Hiposifis Bisa Dicegah?

Sampai saat ini, belum ada cara untuk mencegah adenoma hipofisis oleh karena tidak ada faktor gaya hidup atau lingkungan yang diketahui menyebabkan kemunculannya.

Referensi:

  • Cancer. What’s New in Pituitary Tumor Research?. 
  • Healthline. Pituitary Cancer: Symptoms, Diagnosis, and Treatments. 
  • Mayo Clinic. Pituitary tumors – Symptoms and causes.
Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Adenoma Hipofisis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti