TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayi pertama hasil cangkok rahim telah lahir di Brazil

Bacaan 4 menit
Bayi pertama hasil cangkok rahim telah lahir di Brazil

Kisah transplantasi rahim sukses di Brazil dimasukkan ke dalam penelitian medis tentang kemungkinan memiliki anak bagi perempuan yang tidak memiliki rahim. Bagaimana kisahnya?

Seorang penerima transplantasi rahim sukses dari donor yang telah meninggal, berhasil melahirkan seorang bayi. Menurut dokter yang menanganinya, ini adalah bayi pertama di dunia yang lahir dari rahim cangkokan.

Transplantasi rahim sukses membutuhkan banyak proses. Meliputi penyambungan pembuluh darah dari rahim donor ke pembuluh darah penerima donor, menyambungkan arteri, otot perut, dan saluran vagina.

Sebelumnya, diketahui ada 10 kasus kegagalan hamil pada rahim yang dicangkok dari donor yang sudah meninggal. Kasus-kasus itu terjadi di Amerika Serikat, Ceko, dan Turki.

Proses persalinan dilakukan secara caesar di usia kehamilan 35 minggu 3 hari. Berat bayi tersebut saat lahir adalah 2,55 kilogram.

transplantasi rahim sukses

Cangkok rahim dilakukan pada September 2016. Penerimanya adalah seorang perempuan berusia 32 tahun. Wanita ini tidak memiliki rahim sejak lahir karena menderita sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser,

Sementara, pendonor rahimnya adalah seorang perempuan berusia 45 tahun yang meninggal karena stroke.

Lima bulan setelah cangkok rahim, rahim tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan (hal yang sering terjadi pada kasus cangkok organ). Pindaian ultrasound normal dan penerima cangkok mengalami menstruasi rutin.

Perempuan ini sebelumnya telah difertilisasi dan ditanam sel telur beku dalam tubuhnya. Tujuh bulan 10 hari setelah cangkok rahim, ia dipastikan hamil.

Perkembangan terakhir yang dilakukan penelitian ini, bayi Brazil tersebut telah berusia 7 bulan 2 hari, masih menyusu, dan berbobot 7,2 kilogram.

Transplantasi rahim sukses, memberikan harapan baru bagi pasangan yang sulit punya anak

transplantasi rahim sukses

Kasus transplantasi rahim sukses hingga melahirkan seorang bayi ini, dilaporkan dalam jurnal kesehatan The Lancet.

Dani Ejzenberg, dokter di RS Universitas Sao Paulo yang memimpin penelitian mengatakan, bahwa timnya menyimpulkan, teknik yang mereka lakukan bisa ditiru. Sehingga ada harapan bagi wanita yang tak punya rahim untuk memiliki anak.

Saat ini umumnya donor rahim diberikan dari anggota keluarga calon penerima.

“Jumlah orang yang mau dan bersedia mendonorkan organnya setelah mereka meninggal jauh lebih banyak dari yang mau memberikan saat mereka masih hidup,” tulis Ejzenberg dalam bagian kesimpulan.

Ia juga menambahkan, walau belum ada perbandingan hasil dan efek cangkok rahim dari orang hidup dan orang yang sudah meninggal, teknik ini bisa diperbaiki dan disempurnakan.

Bayi pertama lewat cangkok rahim dari donor hidup lahir di Swedia pada 2013. Para peneliti melaporkan, sejauh ini sudah ada 29 cangkok rahim yang dilakukan, dengan hasil 11 kelahiran.

fakta tentang bayi itu

 

Perkembangan Proses Transplantasi Rahim Dulu dan Sekarang

Transplantasi rahim adalah salah satu terobosan dalam bidang kedokteran yang sejauh ini menunjukkan hasil luar biasa. Prosedur ini masih menjadi satu-satunya bukti konsep transplantasi rahim sebagai pengobatan untuk infertilitas rahim dengan cara donor dan teknik laparotomik.

Sebelum memperkenalkan transplantasi rahim pada publik, para peneliti melakukan pemantauan terhadap beberapa kehamilan untuk mengevaluasi risiko obstetrik, keguguran, preeklampsia, kelahiran prematur, dan pertumbuhan janin terbatas, demikian menurut penelitian dari NCBI.

Konsep transplantasi rahim pasti akan diperluas dan disempurnakan untuk digunakan dalam berbagai kondisi. Semua kasus transplantasi rahim yang sukses saat ini baru dilakukan di satu lembaga, setelah bertahun-tahun penelitian yang cermat pada beberapa hewan percobaan.

Kolaborasi bertahun-tahun yang dilakukan antara ahli bedah ginekologi dan transplantasi, ahli patologi, dan ahli anestesi menjadi faktor yang paling penting dalam mencapai hasil yang luar biasa dari prosedur baru ini.

Sebelum transplantasi rahim diperkenalkan, muncul perdebatkan dari sisi etis dan moral. Sekarang setelah terbukti berhasil, prosedur transplantasi rahim mungkin akan dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.

Metode transplantasi rahim masih mungkin untuk berkembang ke arah lebih baik. Banyak metode baru untuk mengevaluasi penerima, donor, dan organ, praoperasi atau bahkan pascaoperasi. Prosedur yang dilakukan mungkin akan lebih sederhana dengan hasil yang lebih bagus.

Cerita mitra kami
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

Pasti juga akan ada pilihan bedah lainnya, seperti metode laparoskopi dan robotik, yang akan mengurangi durasi operasi dan risiko untuk penerima dan pendonor hidup. Peneliti juga mengembangkan teknologi rekayasa organ, untuk menjadi solusi bagi ketidakcocokan organ saat transplantasi.

Pada saat transplantasi rahim dilakukan, para ibu merasakan perubahan baik secara fisik maupun psikologis. Akan sangat penting untuk terus mengembangkan dan meningkatkan protokol psikologi bagi ibu akan akan dan telah melakukan transplantasi rahim.

***

Apakah Bunda tertarik untuk melakukan transplantasi rahim?

 

Sumber: Asia One

Baca juga:

Wanita ini divonis tak akan bisa hamil, namun baru saja ia melahirkan seorang bayi!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Prima Sulistya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayi pertama hasil cangkok rahim telah lahir di Brazil
Bagikan:
  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

  • Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
    Cerita mitra kami

    Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia

  • Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
    Cerita mitra kami

    Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

  • Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
    Cerita mitra kami

    Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia

  • Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
    Cerita mitra kami

    Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti