TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Wanita ini divonis tak akan bisa hamil, namun baru saja ia melahirkan seorang bayi!

Bacaan 3 menit
Wanita ini divonis tak akan bisa hamil, namun baru saja ia melahirkan seorang bayi!

Inilah bayi pertama yang lahir karena kesuksesan transplantasi rahim.

‘Keajaiban’ dengan transplantasi rahim

Susan* menginginkan seorang anak, tetapi rahimnya tidak mengizinkan. Ia sama seperti satu dari tujuh wanita di Amerika Serikat yang mengalami kondisi Absolute Uterine Factor Infertility (AUI) – sebuah kondisi rahim tidak ada atau tidak berfungsi.

Namun sekarang, wanita seperti Susan* memiliki kesempatan merasakan salah satu fase terindah dalam hidup: menjadi ibu. Semua ini berkat kecanggihan transplantasi rahim – sesuatu yang masih dalam tahap percobaan.

Transplantasi rahim

Anda mungkin pernah mendengar transplantasi ginjal maupun hati. Organ yang masih sehat diambil dari manusia lain yang masih hidup atau justru yang baru saja meninggal dan ditransplantasi dengan pembedahan ke dalam tubuh pasien.

Di sini, kondisi pasien bisa sangat mengerikan. Namun, bertahan hidup tanpa transplantasi organ juga sangat sulit.

Perbedaannya dengan transplantasi rahim adalah pemberi donor masih hidup dan prosedur transplantasi bukan bertujuan untuk memperpanjang masa hidup pasien. Meskipun demikian, proses ini akan meningkatkan kesempatan seorang wanita untuk hamil, sesuatu yang memberi efek positif pada kesehatan mental.

Oleh sebab itu, tim di Baylor University Medical Center, Dallas, melaksanakan tugas berani ini demi membawa harapan hidup para wanita yang telah divonis tidak akan bisa memiliki anak.

Pihak rumah sakit melaksanakan percobaan pada 10 wanita, dan menurut laporan, sedikitnya 3 orang gagal. Jadi, ketika Susan* akhirnya melahirkan baru-baru ini, pengalaman tersebut membuat terharu banyak orang, tak hanya Susan* dan keluarganya tapi juga si pendonor, dokter yang menangani transplantasi, dan juga dokter yang membantu persalinan.

Ini merupakan bayi pertama di Amerika Serikat yang berhasil lahir karena kesuksesan transplantasi rahim.

Semua berkat waktu dan kerjasama tim

Sang pendonor bernama Taylor Siler, seorang perawat berusia 36 tahun yang bekerja di bidang tersebut. Ia memiliki dua orang anak.

Ketika Taylor mendengar mengenai program transplantasi, ia memutuskan menyumbangkan rahimnya pada Susan*. Mereka belum pernah bertemu, namun beberapa kali saling berkirim surat.

Taylor menjalani pembedahan selama 5 jam untuk mengangkat rahimnya. Dan bayangkan bagaimana bahagianya saat ia menerima surat dari Susan* yang memberi kabar soal kehamilannya!

Para dokter memastikan segala sesuatunya berjalan sempurna. Telur Susan* dipanen dan dibuahi. Embrio dibekukan, di mana mereka menanti kesempatan itu datang.

Transplantasi berhasil dilakukan dan Susan* harus minum imunosupresan agar tubuhnya tidak menolak rahim baru tersebut. Setelah itu, dokter kandungan menanam embrio yang sudah dibuahi, sekitar satu tahun setelah transplantasi dilakukan.

Semua kerja keras itu terbayar saat Susan* melahirkan bayinya dengan selamat.

Perjalanan masih panjang

Transplantasi rahim tidak dilakukan secara rutin di mana pun di dunia. Salah satu alasannya adalah permasalahan biaya.

Asuransi belum meng-cover-nya. Jadi dengan biaya $500,000 (kurang lebih 6 trilyun Rupiah) membuat prosedur ini tidak mungkin dilakukan semua orang.

Alasan lain adalah karena prosedur ini masih belum populer. Kebanyakan pasangan saat divonis sulit punya anak akan memilih jalur adopsi atau menggunakan rahim pengganti (surrogate mother).

Artikel terkait: ‘Curhat’ Aamir Khan Memiliki Anak dari Rahim Ibu Pengganti

Para dokter yang bekerja bersama Susan* tahu betapa pentingnya peristiwa ini bagi Susan*. Mereka semua berharap prosedurnya berjalan lancar.

Suster Kristin Posey Wallis, perawat yang bekerja sama dengan pasien mengatakan kepada majalah TIME, “Bagi wanita yang didiagnosis menderita ketidaksuburan (AUI), kini memliki harapan untuk mempunyai anak.”

 

*nama disamarkan.

Referensi: TIME, Baylor Scott & White Health

 

Baca juga:

Jangan Menghakimi Kami – Kisah Para Perempuan Tidak Punya Anak

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Wanita ini divonis tak akan bisa hamil, namun baru saja ia melahirkan seorang bayi!
Bagikan:
  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti