TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Sanggring, Tradisi Memasak yang Hanya Boleh Dilakukan Kaum Pria

Bacaan 3 menit
Mengenal Sanggring, Tradisi Memasak yang Hanya Boleh Dilakukan Kaum Pria

Hanya kaum pria yang boleh memasak pada tradisi ini.

Parents, apakah pernah mendengar tradisi Sanggring? Sanggring merupakan sebuah tradisi memasak yang hanya boleh dilakukan oleh para kaum pria. Tradisi Sanggring telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Mengenal Tradisi Sanggring

tradisi sanggring

Sumber: cahayamalam.com

Sanggring adalah sebuah tradisi yang dilakukan di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tradisi ini adalah tradisi suci yang dilakukan selama empat hari berturut-turut. Tujuannya untuk membangun solidaritas masyarakat dan pesta rakyat atas hasil bumi yang melimpah. 

Tradisi ini pertama kali dilakukan oleh Ki Buyut Terik sebagai salah satu jamuan untuk para tamu dan sebagai sedekah bumi yang diwariskan secara turun temurun di Desa Tlemang. Jumlah piring untuk jamuan tamu pun harus 44 piring. 

Dilansir dari situs Timesindonesia.co.id, Aris Pramono, Kepala Desa Tlemang menjelaskan bahwa pada zaman dahulu Sanggring dilakukan untuk menjamu tamu seperti teman-teman prajurit. “Ceritanya Sanggring ini untuk menjamu. Dulu kan ada seperti prajurit, mengundang teman-teman untuk jamuan makan, mengerahkan anak buahnya atau murid-muridnya untuk memasak Sanggring ini.” Jelas Aris. 

Ritual Sanggring harus dilakukan oleh pria, karena ritual ini termasuk ritual suci. Jika hendak melakukan tradisi ini pun, tidak ada kriteria khusus. “Memang nggak ada kriteria tertentu, tapi ada salah satu orang sesepuh yang mendampingi.” Ujar Aris. 

Masakan yang dimasak pada Tradisi Sanggring adalah olahan berbahan dasar ayam. Biasanya, banyak ayam yang dimasak sesuai dengan jumlah penduduk setempat. Warga akan memberikan ayam dan bumbu yang nantinya diolah saat tradisi ini berlangsung. 

Artikel terkait: Tradisi Baratan: Makna, Sejarah, dan Nilai yang Terkandung 

Proses Tradisi Sanggring 

tradisi sanggring

Sumber: lamongantourism.com

Tradisi Sanggring ini biasanya akan dilakukan pada Jumadil Awal. Pada tradisi ini, para kaum prialah yang harus memasak ayam-ayam yang telah dikumpulkan tadi. Saat proses memasak, para pria tidak diperbolehkan untuk mencicipi masakan yang mereka buat.

Ayam-ayam tadi harus dimasak dengan menggunakan tiga buah wajan besar atau yang disebut Kenceng. Kenceng dinilai sebagai sebuah peninggalan tradisi Sanggring pada zaman dahulu. 

Biasanya sambil menunggu olahan ayam tersebut matang, maka warga akan dihibur dengan pertunjukan Wayang Krucil lengkap dengan 4 sinden. 

Proses Sanggring dimulai dengan ngumbah atau mencuci gaman (senjata) bernama Sengrok Simala Gandring. Warga biasanya akan menunggu untuk mendapatkan ayam olahan dengan membawa piring, mangkuk dan alat makan lainnya. 

Setelah selesai prosesi Sanggring kepala desa, tokoh masyarakat serta warga penduduk Desa Tlemang membawa ambeng atau berbagai macam makanan kiriman dari warga  ke punden atau makam Ki Buyut Terik. Mereka menyantap olahan yang telah masak di sana. 

Artikel terkait: Tradisi Melasti, Upacara Menyucikan Diri dalam Agama Hindu 

Sanggring Dilakukan Selama 4 hari

Mengenal Tradisi Sanggring

Sumber: mengenalbudayajawa.blogspot.com

Tradisi Sanggiring biasanya akan dilakukan selama empat hati. Sanggring diyakini dapat mengobati berbagai penyakit. Sanggring memiliki arti Sangkaning Wong Gering atau obat untuk orang sakit. 

Pada hari pertama, warga akan membersihkan sumber mata air. Dilanjutkan pada hari kedua, masyarakat Desa Tlemang bergotong royong untuk membersihkan lingkungan makam Ki Buyut Terik yang merupakan seorang leluhur Desa Tlemang. Saat hari ketiga, terdapat kegiatan memasak dan pentas Wayang Krucil, dan hari keempat adalah puncak kegiatan tradisi Sanggring. 

Demikian informasi mengenai salah satu tradisi di Indonesia yakni Sanggring. Semoga informasi kali ini dapat bermanfaat bagi Parents ya! 

Cerita mitra kami
Aplikasi HappyFresh Membantu Ibu Belanja Tanpa Harus Keluar Rumah
Aplikasi HappyFresh Membantu Ibu Belanja Tanpa Harus Keluar Rumah
Ingin Si Kecil Tumbuh Jadi Anak Hebat? Pastikan Anak Memiliki 5 Kualitas Karakter Ini
Ingin Si Kecil Tumbuh Jadi Anak Hebat? Pastikan Anak Memiliki 5 Kualitas Karakter Ini
Antiribet dan Penuh Gizi, Ini Cara Mudah Masak MPASI untuk Si Kecil
Antiribet dan Penuh Gizi, Ini Cara Mudah Masak MPASI untuk Si Kecil
3 Cara Menstimulasi Bayi dengan Musik, Parents Perlu Tahu
3 Cara Menstimulasi Bayi dengan Musik, Parents Perlu Tahu

Baca juga:

Tradisi Potong Jari, Tradisi Unik dan Menyeramkan dari Suku Dani 

Tradisi Bau Nyale, Tradisi Unik Mencari Putri Mandalika di Lombok 

Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Wiwitan, Pesta Panen Penuh Syukur 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alifah

Diedit oleh:

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Tradisi Memasak
  • /
  • Mengenal Sanggring, Tradisi Memasak yang Hanya Boleh Dilakukan Kaum Pria
Bagikan:
  • 3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

    3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

  • Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

    Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

  • Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

    Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

  • 3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

    3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

  • Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

    Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

  • Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

    Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti