Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Untuk Memenuhi Biaya Pendidikan Anak?

lead image

Biaya pendidikan anak terus meningkat. Apa yang harus parents lakukan untuk memenuhi biaya pendidikan? Yuk, simak tips berikut.

Biaya pendidikan anak perlu disiapkan sejak dini

Parents, sebagai orang tua tentu Anda menginginkan yang terbaik untuk anak Anda, termasuk memastikan anak mendapatkan pendidikan berkualitas.

Tidak dapat dipungkiri biaya pendidikan anak tidaklah murah, apalagi biaya pendidikan perguruan tinggi.

Anda tidak ingin mempunyai hutang banyak atau tiba-tiba bangkrut saat anak kuliah bukan?  Yuk Parents simak tips apa yang harus orangtua lakukan untuk memenuhi biaya pendidikan anak.

1. Rencanakan pendidikan anak

Sebaiknya merencanakan biaya pendidikan anak dimulai sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Rencana pendidikan anak akan sangat berpengaruh pada biaya yang akan Anda keluarkan.

Sebagai contoh, jika Anda memutuskan anak sekolah di sekolah negeri maka biayanya jauh lebih murah karena sekolah SD hingga SMP diberikan gratis oleh pemerintah.

Hal ini berbeda jika Anda merencanakan anak masuk sekolah swasta favorit dan pendidikan ke luar negeri.

Menentukan pada usia berapa anak mulai sekolah bisa menjadi ukuran. Semakin muda anak disekolahkan, harus semakin awal Anda menabung dan menganggarkan biaya pendidikan.

2. Hitung biaya pendidikan

Untuk mengetahui biaya pendidikan lakukan survei di sekolah yang diidamkan. Selanjutnya hitung dengan menambahkan kenaikan sebesar 10-15% per tahun. Sesuaikan biaya pendidikan anak dengan pendapatan Anda.

Sebagai contoh, biaya masuk TK tahun ini adalah Rp 5 juta. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10%, maka 3 tahun ke depan biaya masuk TK diperkirakan sebesar Rp 5 jutt x 1,1×1,1×1,1 = Rp 6.655.000

Jika anak akan masuk 3 tahun lagi, maka orang tua perlu menabung sebesar Rp 6.655.000 : 36 = Rp 184.861.

Biaya tersebut belum termasuk SPP, seragam dan buku. Lakukan perhitungan tersebut untuk biaya masuk SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

3. Cermati pilihan investasi

Saat ini banyak sekali produk yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa pengelola keuangan.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tergantung dari sudut mana Anda memandang. Pilih investasi yang sesuai dengan anggaran dan rencana Anda.

Pelajari setiap detail perjanjian dalam melakukan investasi. Konsultasikan dengan ahli atau orang yang lebih berpengalaman. Jangan pernah ragu bertanya dan memperjelas perhitungan dalam berinvestasi.

Sebagai contoh, reksadana adalah investasi jangka panjang. Artinya jika dana tabungan pendidikan akan digunakan untuk 1-2 tahun lagi untuk biaya kuliah, maka reksadana bukan pilihan yang tepat.

4. Segera lakukan investasi pendidikan

Begitu Anda menemukan cara berinvestasi yang sesuai, segera lakukan investasi. Jangan terlalu lama menunda, karena kenaikan biaya dan inflasi tidak akan pernah menunggu Anda.

Tabungan pendidikan untuk pengeluaran biaya pendidikan rutin dan jangka pendek. Sedangkan untuk biaya pendidikan jangka panjang (di atas 10 tahun) pertimbangkan investasi jangka panjang, seperti reksadana atau properti.

5. Lakukan diversifikasi dalam berinvestasi

Mungkin Anda tidak asing dengan istilah don’t put your eggs in one basket. Investasi juga mempunyai sifat seperti telor, mengandung risiko.

Tabungan pendidikan mempunyai risiko kecil, tetapi hasilnya juga sangat sedikit. Berinvestasi saham mampu menghasilkan keuntungan yang luar biasa, tetapi juga mempunyai risiko kehilangan dana.

Pelajari setiap jenis investasi, buat prosentase sesuai dengan kondisi keuangan dan perkiraan biaya pendidikan anak. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan manajer investasi.

Parents, selamat menabung.

Baca Juga :

Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan, Mana yang Terbaik

Merencanakan Tabungan Pendidikan dengan Hasil UMR, Mungkinkah?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.