Begini cara memotong kuku bayi yang benar dan aman buat anak

Begini cara memotong kuku bayi yang benar dan aman buat anak

Memotong kuku anak saat bayi harus dilakukan dengan sangat hati-hati, agar tidak melukai jari-jari kecilnya. Simak tipsnya berikut ini.

Memotong kuku anak yang masih bayi sering membuat Bunda enggan karena takut akan melukai anak. Atau, mengenai kulit di jari bayi yang masih sangat sensitif. Namun, jika dibiarkan, kuku bayi akan semakin panjang, justru bayi bisa mencakar dirinya sendiri.

Dilema bukan?

Untuk itulah, kami berikan tips cara memotong kuku anak bayi tanpa membuatnya terluka. Kuku si kecil rapi, dan Bunda juga tidak perlu takut melukai si buah hati.

bahaya kuku panjang

Bagaimana caranya memotong kuku anak bayi?

Waktu terbaik memotong kuku anak bayi adalah saat dia tidur, atau setelah bayi dimandikan saat kukunya masih sangat lembut. Saat memotong kuku bayi, pastikan juga Anda berada di tempat yang penuh cahaya terang.

Gunakan gunting kecil khusus bayi atau pemotong kuku yang dibuat khusus untuk jari kecil. Tekan ujung jari bayi untuk memberi jarak dengan kuku, lalu mulailah memotong kuku anak bayi dengan hati-hati. Pastikan Anda memegang tangannya dengan erat sehingga tidak ada gerakan yang bisa menganggu.

Potonglah kukunya secara melingkar sesuai bentuk jari bayi, lalu haluskan bekas potongan kukunya agar tidak terlalu tajam. Bagi bayi yang baru berusia beberapa minggu, sebaiknya hanya digesek saja dengan permukaan kasar pada pemotong kuku, karena kukunya masih sangat halus.

memotong kuku anak bayi

Artikel terkait: Jamur kuku pada anak, bagaimana mengatasinya?

Jika Anda ingin memotong kuku bayi saat dia bangun, mintalah bantuan suami atau orang lain untuk memeganginya. Cara ini supaya gerakannya tidak terlalu banyak. Beberapa orangtua menggigit kuku bayi untuk merapihkannya, namun ini bukan cara aman. Jadi sebaiknya tidak dilakukan.

Apa yang harus dilakukan jika pemotong kuku mengenai kulit bayi?

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah jangan panik. Tekan dengan lembut menggunakan kain bersih hingga darahnya berhenti keluar.

Anda juga bisa membasuh jarinya yang terkena pemotong kuku dengan air dingin, lalu balut dengan tisu dan pegang dengan sedikit tekanan. Darahnya akan berhenti keluar setelah beberapa menit.

Jangan pernah menggunakan plester atau perban di jari bayi, karena bisa terlepas saat dia memasukkan tangan ke mulut, juga berisiko membuat bayi tersedak. Bila darahnya tak kunjung berhenti keluar, segeralah bawa si kecil ke dokter.

Begini cara memotong kuku bayi yang benar dan aman buat anak

Kenali kuku bayi Bunda

Pernahkah Bunda bertanya-tanya mengapa bayi begitu sering menggaruk dirinya sendiri? Itu karena mereka tidak dapat benar-benar mengontrol apa yang dilakukan lengan dan kaki mereka sampai mereka berusia sekitar enam minggu.

Bunda bisa menutupi tangan bayi dengan sarung tangan katun lembut agar ia tidak menggaruk dirinya sendiri atau melukai kulitnya. Namun pastikan agar bayi tak selalu memakai sarung tangan, tetap beri ia kesempatan untuk bergerak dan menggenggam dengan bebas.

Kuku bayi yang baru lahir cukup lunak sehingga tidak perlu sering dipotong. Namun, ketika bayi sudah cukup besar kuku bayi akan tumbuh cepat, sehingga Bunda perlu memotongnya, demikian menurut Raisingchildren.net.au.

Bunda juga bisa menghaluskan ujung kuku dengan dibentuk membulat agar halus dan tidak tajam. Gunakan alat saat memotong kuku. Jangan sampai Bunda gunakan gigi untuk memotong kuku bayi, sebab dapat menyebarkan kuman dari mulut Bunda dan bisa menyebabkan infeksi.

Cobalah untuk memotong kuku ketika bayi tertidur atau mengantuk. Untuk anak-anak yang lebih besar, Bunda dapat menggunakan kursi tinggi atau kursi mobil tempat Bunda bisa menjaga anak agar tidak terlalu banyak bergerak.

Jika Bunda mengenai kulit jari bayi tanpa sengaja hingga berdarah, tekan dengan kain bersih sampai pendarahan berhenti. Jika pendarahan tidak kunjung berhenti dan Bunda mulai khawatir pada luka itu, bawa bayi ke dokter umum.

Masalah kuku

Sangat umum bagi bayi mengalami infeksi kecil (paronychia) di sekitar kuku atau di kuku. Infeksi ini bisa hilang tanpa perlu perawatan. Namun Bunda bisa menaruh sedikit krim atau cairan antiseptik pada kuku. Terkadang infeksi ini dapat menyebar ke kulit jari atau kaki dan menyebabkan area menjadi bengkak dan merah.

Jika infeksi tak kunjung sembuh, bayi mungkin memerlukan antibiotik untuk membantu menghilangkan infeksi. Jika Anda memakai krim untuk mengobati infeksi, pastikan pakaikan sarung tangan pada bayi agar ia tak memasukkan tangan ke mulut.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Purewow, Baby Center

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/bayi-imut-pura-pura-takut-saat-ayah-memotong-kukunya/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner