Tetap Bekerja dan Menjadi Ibu yang Baik

Tetap Bekerja dan Menjadi Ibu yang Baik

Masih bingung antara karir dan anak? Antara aktualisasi diri dan keluarga? Karir yang sukses atau ibu yang baik? Mengapa tidak menjadi keduanya dengan baik?

Wanita karir juga bisa menjadi ibu yang baik. Bagaimana caranya?

Wanita karir juga bisa menjadi ibu yang baik. Bagaimana caranya?

Dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, maka kebanyakan dari wanita turut bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Tapi ketika wanita bekerja menjadi ibu, maka masalah mulai bermunculan. Selain itu, terjadi perseteruan dalam diri untuk menjadi ibu yang baik tapi tetap dapat bekerja dengan profesional.

Banyak ibu di Indonesia yang tidak mengalami kesulitan berarti mengenai peranannya menjadi wanita karir dan ibu, hal ini bisa jadi dikarenakan banyaknya tenaga tambahan yang membantu pekerjaannya di rumah, seperti pembantu rumah tangga, suster atau bahkan orangtua mereka. Namun bukan berarti para ibu bekerja tersebut tidak memiliki kendala dan kerinduan untuk bersama dengan anak-anaknya dibalik perjuangannya menjadi wanita karir.

Berikutnya cara wanita Indonesia untuk sukses dalam karir dan menjadi ibu yang baik

Cara wanita Indonesia untuk sukses dalam karir dan menjadi ibu yang baik
Persiapkan orang kepercayaan Anda disekitar buah hati.

Persiapkan orang kepercayaan Anda disekitar buah hati.

1. Orang kepercayaan

Susah-susah gampang untuk memiliki orang kepercayaan, seperti pembantu rumah tangga atau babysitter yang baik dan berkualitas untuk mengurus buah hati selama ibu bekerja. Maka amat diperlukan untuk menelusuri dengan jelas dan baik riwayat hidup dan pekerjaan orang yang akan dekat dengan buah hati. Dengan mengenal keluarganya, atau mengetahui mengenai yayasan penyedia jasa babysitter atau pembantu.

ARTIKEL TERKAIT: Dilema Ibu yang Bekerja

Jika orang kepercayaan tersebut adalah seorang dari keluarga dekat, seperti kakek, nenek, bibi, paman atau sepupu, maka hal itu akan lebih melegakan, namun tetaplah memberikan arahan untuk mengurus buah hati.

 

Pasang kamera pengawas di tempat buah hati melakukan aktivitasnya.

Pasang kamera pengawas di tempat buah hati melakukan aktivitasnya.

2. Pengawasan

Pengawasan tetap dilakukan, terutama setelah makin maraknya perkembangan teknologi dan komunikasi, maka pengawasan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi atau kamera pengawas yang dapat dipantau dari manapun. Sesering mungkin untuk menanyakan mengenai kabar keadaan buah hati kepada orang kepercayaan.

Ada baiknya juga untuk menuliskan nomor telepon yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat jika terjadi sesuatu di rumah.

 

Kenali dan akrab dengan tetangga Anda

Kenali dan akrab dengan tetangga Anda

3. Kerabat dan tetangga

Berkenalan dan menjalin keakraban dengan tetangga atau kerabat yang rumahnya berdekatan akan dapat membantu untuk mengontrol atau mengawasi keadaan secara langsung, atau menolong dengan cepat jika terjadi sesuatu.

 

Konsistensi untuk tetap melakukan pengawasan dan hubungan.

Konsistensi untuk tetap melakukan pengawasan dan hubungan.

4. Konsistensi

Ini yang agar suit dilakukan bagi beberapa orang, terutama jika dalam beberapa waktu tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, maka terjadi kekenduran dalam pengawasan atau dalam hal lainnya yang menyangkut dengan buah hati.
Konsisten baiknya tetap dilakukan mengenai pengawasan dalam komunikasi, konsisten dalam arahan kepada orang kepercayaan, serta konsisten dalam menanyakan kabar buah hati dalam hal pendidikan maupun sosial.

 

Ciptakan waktu yang berkualitas dengan anak dan keluarga Anda.

Ciptakan waktu yang berkualitas dengan anak dan keluarga Anda.

5. Waktu berkualitas dengan anak dan keluarga

Sediakan waktu yang berkualitas dengan anak dan keluarga walau sesibuk apapun dalam bekerja. Jika perlu libatkan juga orang kepercayaan sehingga semakin terjalin keakraban dan pengenalan pribadi.

ARTIKEL TERKAIT: Wanita Cerdas Cenderung Menolak Menjadi Ibu; Benarkah?

Jika ibu bekerja sangat sibuk, maka mengatur jadwal agar tetap menyediakan waktu dengan buah hati dan keluarga, terutama pada akhir pekan atau pada hari libur tertentu.

 

Makanan pagi yang sederhana untuk buah hati.

Makanan pagi yang sederhana untuk buah hati.

6. Lakukan hal sederhana sebanyak dan serutin mungkin

Banyak dari ibu bekerja kerap tidak ada waktu lagi untuk membuatkan bekal, atau sarapan untuk buah hati dan keluarga. Akan lebih baik untuk memulai hal yang kecil dengan menyelipkan note pembangkit semangat dalam bekal anak, mandi bersama di pagi hari atau menyiapkan makanan kesukaan anak di pagi hari. Jika sudah bisa mengatur waktu dengan bangun lebih pagi, maka membuatkan sarapan dengan bentuk yang menarik untuk anak dan pribadi akan lebih baik lagi.

 

Keceriaan dalam melayani, membawa keceriaan dalam keluarga.

Keceriaan dalam melayani, membawa keceriaan dalam keluarga.

7. Ceria

Lakukan dengan keceriaan dalam melakukan segala sesuatunya untuk keluarga. Jangan biarkan hal yang kecil mempengaruhi dan mengubah suasana hati seharian nanti.

ARTIKEL TERKAIT: Cara Mengasuh Anak dengan Penuh Kasih Sayang

Menjadi orangtua sudah cukup berat dilakukan apalagi ditambah dengan pekerjaan di kantor. Pergumulan seorang wanita untuk menjadi ibu yang baik serta berprestasi dalam pekerjaan selalu menjadi perjuangan yang tidak mudah bagi tiap ibu di manapun. Perasaan bersalah karena tidak mendampingi anak di saat istimewa mereka kadang terus menghantui diri tiap ibu pekerja.

Jadi untuk menghilangkan rasa bersalah itu, dan mencapai tujuan menjadi ibu yang baik, mari kita mulai untuk menjadi lebih perduli dan pro-aktif dalam menjalin hubungan yang akrab dengan anak, walaupun ibu pekerja menghabiskan waktu lebih lama di kantor.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Yenny The

app info
get app banner