TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Ini Ceritaku di Tiga Bulan Pertama setelah Terlahir Menjadi Ibu

Bacaan 3 menit
Ini Ceritaku di Tiga Bulan Pertama setelah Terlahir Menjadi Ibu

Bersama Lahirnya Anakku, Aku Terlahir Menjadi Ibu

Dalam sebuah persalinan, terdapat dua kelahiran. Bayi dan seorang ibu. Bayiku dan aku sendiri, yang terlahir menjadi ibu.

Di akhir Juli yang hangat, aku melahirkan seorang bayi perempuan. Dia kuberi nama Nala, jantung hati kami. Bersama dengan kelahirannya, aku pun terlahir sebagai ibu. Saat itu banyak hal yang aku sama sekali tidak mengerti. Tapi seiring waktu, aku belajar.

Mengurus Nala membuatku hidupku sangat-sangat berubah. Aku menjadi lebih konsisten dan disiplin. Untuk Nala, lelah dan ngantuk bukan masalah. Kini aku tahu bagaimana jiwa kecil itu mampu membuatku berubah menjadi pribadi yang baru.

Ibu Mertua Mengajari Kami

terlahir menjadi ibu

Banyak sekali perubahan yang aku dan suami alami. Untungnya, kami diajari oleh ibu mertuaku bagaimana mengurus seorang bayi. Meski kami sudah belajar dari buku dan berbagai sumber lain, belajar langsung dari pengalaman menjadi seorang ibu sangat-sangat membantu.

Aku jadi paham mengapa orang tua bisa begitu banyak berkorban untuk anaknya. Begitu Nala lahir, aku tidak pernah mendahulukan diriku sendiri. Ibu mertuaku pun begitu menyayangi Nala. Itu membuatku sangat bersyukur. Dari beliau kami belajar bagaimana mengurus Nala sehari-hari.

Saat Nala baru saja lahir, aku tentu masih harus menjalani pemulihan beberapa hari. Selama itu pula ibu mertua dan suamiku mengurus aku dan Nala. Aku baru berani memandikan anakku setelah 2 minggu kemudian. Untuk menggendongnya saja, aku butuh ditemani karena terlalu banyak ketakutan di dalam pikiranku. Hadirnya mertua, mampu meyakinkan bahwa kami bisa mengurus Nala.

Terlahir Menjadi Ibu Membuatku Merasa Dibutuhkan

Sebelum menikah, aku adalah orang yang jarang bangun pagi. Ini karena aku punya kebiasaan bekerja di malam hari. Malam adalah waktu yang nyaman untuk menulis karena tidak banyak polusi suara. Tapi setelah punya Nala, aku harus cepat tidur malam dan bangun sebelum subuh. Dia pasti menyusu di jam-jam tersebut.

MengASIhinya membuatku tersadar bahwa ada seseorang yang benar-benar membutuhkan kehadiranku. Aku menjadi lebih rajin menjaga asupan nutrisi dan vitamin serta memelihara kesehatan jiwa dan raga. Terbayang dalam pikiranku, jika aku sakit, bayiku akan kesulitan.

Nala membutuhkanku setiap saat. Jika aku agak jauh darinya beberapa saat, bayi gemuk itu akan merengek meskipun ada bapak atau neneknya. Dia mengajariku rasa cinta kasih yang paling tulus. Melalui Nala aku mengerti bagaimana rasanya begitu dibutuhkan.

Tumbuh Rasa Percaya Diri

terlahir menjadi ibu

Kini Nala sudah 3 bulan, beratnya sudah 6 kilo lebih. Aku sering merasa badanku yang kecil, kurang nyaman untuk dia bersandar. Tapi ketika mendapatinya terlelap di buaianku, aku tahu bahwa Tuhan sudah mendesain tubuh perempuan begitu pas untuk menjadi seorang ibu.

Saat ini aku adalah full time mom. Aku sudah resign dari pekerjaanku sejak hamil. Ketika suamiku bekerja, aku tinggal berdua bersama Nala. Perlahan-lahan kami berhasil membentuk ikatan yang begitu kuat.

Selama berdua, aku sering mengajak Nala ngobrol berbagai hal. Terkadang aku merasa bahwa dia memahami apa yang kuucapkan. Dia sudah bisa menanggapi dengan tersenyum, tertawa, dan menggerak-gerakkan kaki serta tangannya.

Aku tahu, menjadi seorang ibu adalah pekerjaan seumur hidup. Dan kini aku merasa sangat siap untuk menghadapinya sepanjang sisa umurku. Dengan anakku, aku akan terus belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Ditulis oleh Desi Kartika Sari, UGC Contributor theAsianparent.com

Artikel UGC lainnya:

Ajarkan 4 Kebiasan Baik Saat Makan di Luar yang Bisa Diajarkan ke Anak

5 Hal Pendukung Keberhasilan Menyapih Anak, Termasuk Support System!

Begini Caraku Hadapi Preeklamsia saat Hamil dengan Rasa Sabar dan Gembira

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Desi Kartika Sari

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Ini Ceritaku di Tiga Bulan Pertama setelah Terlahir Menjadi Ibu
Bagikan:
  • 11 Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan dan Hajat, Yuk Amalkan!

    11 Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan dan Hajat, Yuk Amalkan!

  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

    Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

  • 11 Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan dan Hajat, Yuk Amalkan!

    11 Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan dan Hajat, Yuk Amalkan!

  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

    Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti