Ini alasan tendangan bayi dalam rahim pengaruhi perkembangan janin

lead image

Tendangan bayi dalam rahim ternyata baik bagi perkembangan anak saat ia tumbuh dewasa.

Merasakan tendangan bayi dalam rahim untuk pertama kalinya tentu menjadi momen yang mengasyikkan.

Salah satu perasaan paling indah bagi calon ibu adalah saat mengetahui bayinya tumbuh. Benar-benar sebuah pengalaman tak ternilai!

Tapi semua jadi makin istimewa ketika mengetahui bahwa tendangan janin juga membantunya tumbuh. Tendangan ini tak hanya menjadi cara bayi menyapa ‘halo’ pada dunia luar, tapi sekaligus membantu menguatkan tulang, otot, dan sendi bayi.

Tendangan bayi dalam rahim bagus untuk tulang

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/tendangan bayi dalam rahim 2.jpg Ini alasan tendangan bayi dalam rahim pengaruhi perkembangan janin

Studi yang diterbitkan dalam Journal of the Royal Society menggambarkan bagaimana bergoyang dan tumbuh dalam rahim. Apa yang para peneliti temukan benar-benar menakjubkan:

  • Pada minggu ke 20 – 30, tendangan akan makin kuat. Menurut hasil scan MRI, tendangan bayi dalam rahim tercatat makin kuat saat usia kandungan mencapai 20 – 30 minggu.
  • Tekanan pada sendi bayi bergantung pada seberapa kuat tendangannya. Para peneliti juga berhasil mengukur kekuatan tendangan bayi serta seberapa banyak tekanan atau ketegangan pada tulang serta sendi bayi dalam kandungan.
  • Tendangan mulai berkurang di usia kandungan 35 minggu. Peneliti menemukan bahwa jumlah tendangan menurun ketika usia 35 minggu. Mengapa? Karena tidak ada cukup ruang bagi bayi untuk bergerak atau menendang dalam rahim.
  • Tapi tekanan terus meningkat dan begitu pula dengan pertumbuhan bayi. Tekanan pada tulang dan sendi bayi terus meningkat. Hal ini membantu janin tumbuh.
  • Gerakan akan membantu bayi tumbuh dalam rahim. Penelitian ini menekankan bagaimana gerakan yang tepat memengaruhi pertumbuhan janin. Inilah sebabnya mengapa terkadang bayi prematur lahir dengan kelainan tulang atau sendi.
  • Bagaimana gerakan bayi dalam kandungan dapat memengaruhi kesehatannya saat ia tumbuh dewasa. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang hubungan antara gerakan janin dan kesehatan tulangnya di kemudian hari, misalnya seperti osteoarthritis.

Bisakah kita menstimulasi tendangan bayi di dalam rahim?

via GIPHY

Ya, calon ibu bisa menstimulasi bayi untuk bergerak atau bahkan menendang dalam rahim. Inilah yang bisa Bunda coba:

1. Berbaring

Bunda bisa berbaring menghadap kiri. Fokuslah merasakan gerakan bayi Anda selama kurang lebih dua jam.

Anda harus bisa merasakan gerakan bayi Anda sedikitnya 10 kali dalam waktu dua jam tersebut. Jika tidak, konsultasikan dengan dokter Anda.

2. Makan dan minum

Minumlah segelas jus jeruk atau susu untuk membangunkan bayi Anda. Hal yang sama berlaku jika Bunda ngemil.

Makanan dan minuman akan menstimulasi metabolisme serta gerakan bayi dalam kandungan.

3. Mendengarkan musik

Sama seperti menidurkan bayi dengan musik, Bunda juga bisa membangunkan bayi dan membuat mereka bergerak melalui pilihan lagu Anda. Lagunya tak harus yang terlalu bersemangat atau keras, tetapi cukup untuk merangsang indra pendengarannya dan mungkin ia akan mulai menari.

4. Tarik napas dalam-dalam

Tenang, Bun, gerakan janin setiap Bunda (dan setiap kehamilan!) berbeda-beda. Jangan merasa tertekan jika Bunda tak merasakan seperti apa yang dirasakan Bunda lain.

Tapi, jangan ragu untuk memberi tahu dokter kandungan Anda jika merasa khawatir dengan kehamilan Bunda.

Artikel terkait: Fenomena Tendangan Palsu (Phantom Pregnancy Kicks): Tidak Hamil Tapi Rasakan “Tendangan Bayi” di Rahim

Perlukah khawatir jika Bunda jarang merasakan tendangan bayi?

Ketika bayi mencapai usia kandungan 15 minggu, bayi mulai menggerakkan tubuhnya. Kebanyakan ibu tidak terlalu merasakan gerakan bayi pada tahap ini. Namun sekitar 16 – 25 minggu, Bunda bisa mulai merasakan getaran bayi yang sedang berkembang dalam rahim.

Merasakan tendangan bayi dalam rahim dapat memberi kepastian bahwa anak Anda sehat dan aktif. Jadi wajar Bunda merasa gelisah ketika bayi tidak banyak bergerak.

Kabar baiknya adalah jumlah gerakan janin bervariasi pada setiap ibu, termasuk sensasi gerakan yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat mengecek tendangan dalam rahim:

  • Konsultasikan ke dokter ketika gerakan janin berkurang drastis.
  • Ingat: bayi dalam rahim juga tidur, tapi biasanya tak lebih dari 90 menit.
  • Gerakan janin biasanya bertambah setelah usia kandungan 32 minggu dan setidaknya memiliki pola yang stabil.
  • Tendangan dalam rahim harus Bunda rasakan sampai saatnya waktu persalinan.

Jika Bunda memiliki kekhawatiran, segera beri tahu dokter Anda. Kehamilan adalah saat yang menyenangkan, tapi sekaligus juga menjadi saat yang penuh kekhawatiran.

Lebih baik mencegah daripada menyesal. Jangan ragu untuk membuka diri pada dokter bahkan untuk masalah yang paling sepele sekalipun.

 

*Artikel ini disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

7 Fakta Ajaib Tentang Tendangan Bayi Dalam Rahim

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.