Sejak kelahirannya hingga usia 6 bulan, bayi sangat bergantung pada Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber energi dan nutrisinya. Itu sebabnya, ASI eksklusif sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Agar dapat sukses ASI eksklusif, Bunda tentu harus mengetahui teknik menyusui bayi yang efektif.
Meski menyusui adalah suatu proses yang alamiah, tidak semua Bunda dapat menyusui dengan teknik menyusui yang efektif.
Padahal, teknik menyusui yang kurang efektif dapat menimbulkan berbagai masalah seperti rasa sakit di puting, lecet atau luka di puting, hingga produksi ASI yang kurang optimal karena belum efektifnya stimulasi hisapan bayi ke payudara ibu.
Akhirnya, berat badan bayi juga berpotensi tidak sesuai dengan grafik pertumbuhannya.
Nah, berikut ini teknik menyusui bayi yang efektif agar proses menyusui jadi mudah dan menyenangkan, yang perlu Bunda ketahui.
Artikel Terkait: 19 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi, Parents Wajib Tahu!
Panduan Teknik Menyusui Bayi yang Benar
1. Posisi Menyusui Harus Rileks

Posisi menyusui yang baik adalah posisi yang memungkinkan Bunda merasa rileks ketika menyusui si Kecil.
Jangan sampai kaki, tangan atau punggung menjadi pegal atau bahkan sakit saat mendekap si Kecil.
Sediakan bantal untuk punggung dan penyangga kaki agar merasa nyaman. Seringkali karena terburu-buru akibat bayi terlanjur menangis, Bunda tidak memperhatikan posisi tubuh saat menyusui.
Banyak ragam posisi menyusui yang dapat digunakan. Setiap posisi sebetulnya memiliki kelebihan masing-masing serta dapat dipergunakan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam proses menyusui di beragam situasi.
Tidak ada satu posisipun yang dianggap ideal. Bunda perlu mengenal karakter badan sendiri sekaligus kenal perilaku si bayi saat menyusu dan karakter aliran ASI-nya.
Namun sayangnya, kebanyakan Bunda biasanya hanya menggunakan posisi duduk mendekap (cradle) atau posisi tiduran miring (side lying) saat menyusui.
Posisi menyusui tidur miring kadang kurang cocok untuk yang aliran ASI-nya sedang deras atau yang sering mengalami sumbat saluran ASI.
Posisi duduk mendekap juga seringkali sulit digunakan saat bayi menolak menyusu di salah satu payudara. Posisi ini sering juga menyulitkan bagi ibu yang payudaranya besar atau yang putingnya datar.
Ada banyak variasi posisi menyusui yang dapat dicoba. Jangan segan mencoba berbagai posisi menyusui lain jika Anda merasa tidak nyaman dengan satu posisi.
Jangan terpaku menyusui hanya dengan posisi yang itu-itu saja juga ya, Bunda.
Pasalnya, bayi perlu dilatih untuk fleksibel menyusu dengan berbagai posisi.
Misalnya, ada bayi yang karena terbiasa hanya disusui dengan posisi tiduran miring, jadi sulit buat disusui dengan posisi ibunya yang duduk saat keluar rumah atau dalam perjalanan. Akhirnya, sang ibu jadi tidak bisa mengajak bayinya keluar rumah saat diperlukan.
Bagaimana dengan posisi bayi? Ada beberapa poin penting terkait posisi bayi saat menyusu:
- Kepala dan badan bayi menghadap ibu. Jangan sampai hanya kepalanya saja yang menghadap tubuh Anda ya, Bunda.
- Perut ibu dan perut bayi saling menempel (tummy-to-tummy). Jika bayi menggunakan bedong atau selimut, jangan lupa dibuka selama menyusui.
2. Pelekatan yang Benar

Selain memposisikan bayi dengan tepat, pelekatan menyusui juga sangat penting untuk diperhatikan. Bagaimana agar pelekatan menyusu si kecil menjadi efektif? Berikut beberapa tahapan penting agar pelekatan efektif:
- Posisikan puting Anda sama tinggi dengan mata bayi
- Sentuhkan puting Anda ke hidung bayi, turun ke arah mulut hingga dia berusaha membuka mulutnya untuk mencari puting ibu.
- Ulangi prosesnya hingga dia membuka mulut cukup lebar. Jangan terburu buru memasukkan payudara ke mulut bayi sebelum dia membuka mulut dengan lebar.
Yang penting untuk diingat, proses ini hanya berjalan nyaman jika Bunda segera merespon tanda-tanda awal bayi haus/lapar.
Kalau bayi sudah menangis karena lapar, biasanya proses ini jadi sulit karena bayi perlu ditenangkan dahulu.
Jadi, pastikan Bunda kenal tanda-tanda lapar/haus pada bayi agar pelekatan juga bisa efektif.
Ada pun beberapa tanda pelekatan yang efektif adalah:
- Mulut bayi terbuka lebar. Bibir atas dan bawah bayi terlipat keluar (menyerupai mulut ikan)
- Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, terutama areola bagian bawah. Kalaupun ada bagian areola tidak bisa banyak masuk, biasanya adalah yang bagian atas. Jadi, yang areolanya lebar jangan khawatir ya, tidak harus masuk semua kok, yang penting areola bagian bawah bisa masuk lebih banyak.
- Dagu bayi menempel dengan payudara ibu
- Hidung bayi bebas tidak tertutup payudara. Kalau hidungnya masih tertutup, artinya pelekatan belum pas.
Jika kesulitan mengevaluasi dan memperbaiki pelakatan menyusuinya sendiri, SEGERA temui konselor menyusui atau tenaga kesehatan yang memahami manajemen menyusui. Jangan ditunda, ya!
Jika payudara mulai terasa kosong sementara bayi masih ingin terus menyusu, pindahkan si Kecil ke payudara sebelahnya. Tetapi jika dalam satu sesi menyusu dia sudah cukup kenyang dengan satu payudara, maka tidak perlu dipaksa untuk menyusu di kedua payudara.
Selain teknik menyusui yang efektif, hal yang tak kalah penting untuk kesuksesan ASI eksklusif adalah dukungan untuk Bunda. Dukungan terutama harus datang dari orang-orang di sekeliling, termasuk Ayah.
Nah, itulah beberapa teknik menyusui bayi yang efekitf untuk diketahui. Semangat menyusui, Bunda!
***
Family Health Service Department of Health. The Basic Techniques of Breastfeeding.
Evi Rinata, et al. 2016. Teknik Menyusui Posisi, Perlekatan dan Keefektifan Menghisap – Studi pada Ibu Menyusui di RSUD Sidoarjo.
Baca Juga:
Kaki Bayi Anda Suka Menendang Ketika Menyusu? Ini Penyebabnya
5 Cara Menyusui Bayi Baru Lahir, Diawali dengan IMD
Rahasia Puting Ibu yang membuat Bayi bisa langsung menyusu saat IMD
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.