TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Teknik Marmet : Metode memerah ASI paling direkomendasikan

Bacaan 3 menit
Teknik Marmet : Metode memerah ASI paling direkomendasikan

Memerah ASI dengan teknik marmet sering diterapkan oleh busui, karena bisa merangsang payudara memproduksi ASI lebih banyak

Terdapat beragam cara memerah ASI yang dapat Bunda pilih sesuai keinginan. Namun di antara pilihan tersebut, metode memerah ASI dengan teknik marmet bisa Bunda pertimbangkan untuk dilakukan.

Teknik marmet merupakan metode memerah ASI dengan menstimulasi payudara dan memijatnya memakai tangan. Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh Chele Marmet dari Lactation Institute.

teknik marmet Oketani, Pijat Payudara asal Jepang yang membantu mengatasi masalah menyusui

Memerah ASI dengan metode marmet paling sering diterapkan oleh busui. Pasalnya, metode marmet bisa merangsang payudara memproduksi ASI lebih banyak, sehingga ASI yang keluar lebih optimal.

Selain itu, metode marmet merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk memerah ASI menggunakan tangan. Sebab, metode ini layaknya meniru tindakan bayi yang sedang menyusui.

Menurut Andie Schwartz, M.Ed., RD, LDN, CLC dijelaskan dalam situs Happy Family Organics, metode marmet dianggap aman untuk dilakukan. Dapat meminimalisasi risiko kerusakan pada jaringan payudara, memar, atau bahkan luka bakar pada kulit area payudara.

Artikel terkait : Manajemen ASI perah dan jadwal pompa ASI untuk ibu bekerja, catat Bun!

Persiapan sebelum memerah ASI dengan teknik marmet

Teknik Marmet : Metode memerah ASI paling direkomendasikan

Ada baiknya sebelum memerah ASI menggunakan tangan, Bunda harus menyiapkan berbagai hal. Seperti mencuci tangan hingga bersih dan menyiapkan wadah penyimpanan ASI yang bersih.

Untuk wadah penyimpanan ASIP, Bunda bisa memakai langsung botol dan kantong ASIP. Namun, untuk menghindari ASI tumpah, lebih baik memilih cangkir ASIP yang memiliki mulut lebih lebar.

Kemudian cari tempat yang nyaman untuk memerah ASI, karena tempat pun dapat membantu menghasilkan ASI yang banyak. Apabila Bunda sedang jauh dengan anak, bisa juga sambil melihat foto anak untuk membantu merangsang aliran ASI.

Cara memerah ASI menggunakan teknik marmet

Bagi Bunda yang ingin mencoba menggunakan teknik marmet untuk memerah ASI, tapi masih bingung bagaimana caranya, tetap tenang Bun, jangan khawatir. Dilansir dari situs Medela, inilah cara memerah ASI dengan metode marmet yang dapat Bunda lakukan.

Mengosongkan kelenjar susu

teknik marmet

Sumber: Blog Arissa Raisya

1. Posisikan ibu jari di atas puting susu, jari telunjuk dan jari tengah di bawah puting susu.

  • Letak jari telunjuk dan tengan di bawah puting sekitar 1-2 inchi, tidak harus di tepi luar areola.
  • Pastikan jari tersebut membentuk huruf “C”, serta posisi jari tepat dengan kelenjar susu.
  • Hindari menangkup payudara.

2. Dorong langsung ke dinding dada.

Teknik Marmet : Metode memerah ASI paling direkomendasikan

Sumber: Blog Arissa Raisya

  • Hindari meregangkan jari.
  • Untuk payudara ukuran besar, angkat terlebih dahulu lalu dorong ke dinding dada.

3. Dorong ke depan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan. Gerakan ini dapat menekan dan mengosongkan kelenjar susu tanpa melukai jaringan payudara yang sensitif.

teknik marmet

Sumber: Blog Arissa Raisya

4. Ulangi terus-menerus untuk mengosongkan kelenjar susu sepenuhnya.

5. Putar posisi ibu jari dan jari lain searah jarum jam untuk memerah kelenjar susu lainnya. Pastikan untuk menggunakan kedua tangan di setiap payudara.

Gerakan yang harus dihindari

1. Jangan meremas payudara, karena dapat menyebabkan memar.

2. Meletakkan tangan di atas payudara, karena dapat menyebabkan luka bakar pada kulit yang sensitif.

3. Hindari menarik puting yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Adakah kekurangan memerah ASI dengan tangan?

teknik marmet

Sumber: Blog Arissa Raisya

Meski memiliki banyak kelebihan, memerah ASI menggunakan tangan seperti teknik memerat juga memiliki kekurangan. Contohnya dapat menyebabkan kelelahan bagi ibu dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan ASI yang banyak.

Hal ini membuat para busui mulai beralih menggunakan alat bantu seperti pompa ASI. Maka dari itu, jika Bunda ingin memerah ASI dengan tangan, harus siap untuk bersabar dan menerima risiko jika merasa kelelahan.

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Nah, Bunda, itulah informasi terkait memerah ASI menggunakan teknik marmet dan semoga bermanfaat.

Tak luput, semoga setelah ini Bunda tetap memberikan ASI eksklusif pada si kecil, hingga usianya 2 tahun.

Referensi : Dokter Sehat, Happy Family Organics, dan Medela

Baca juga :

5 Kesalahan Saat Memerah ASI yang Membuat Hasil Perah Sedikit

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Teknik Marmet : Metode memerah ASI paling direkomendasikan
Bagikan:
  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti