Tanda Anak Kecanduan TV

lead image

Salah seorang teman bercerita kepada saya bahwa beberapa hari yang lalu, anaknya mengamuk tidak mau pergi ke sekolah karena ia hendak menonton film “Dragon Fire”. . Saat itulah, teman saya menyadari, bahwa alarm candu TV sudah berbunyi. Mengapa teman saya berpikir demikian? Apa sajakah tanda anak kecanduan TV? Berikut ulasannya untuk Anda.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/09/tv and kids e1378697922160.jpg Tanda Anak Kecanduan TV

Tidak ingin beranjak dari tv adalah salah satu tanda anak kecanduan tv

Seorang anak dianggap mengalami kecanduan televisi saat ia bersedia mengorbankan hal-hal yang disukainya dulu dan mengalihkan perhatian sepenuhnya terhadap televisi. Beberapa tanda kecanduan lain dapat kita temukan di bawah ini.

Tiada hari tanpa televisi

Televisi adalah hal pertama yang ia ingat begitu bangun tidur. Anak hafal setiap acara TV yang ingin ia tonton dari jam ke jam. Kita perlu berhati-hati bila anak sudah mulai menunjukkan gejala sedemikian. Bisa jadi itulah mula tanda anak kecanduan TV.

Selalu mengaitkan aktivitas yang dialaminya sehari-hari dengan acara yang ditontonnya di televisi.

“Aku besok mau beli jam yang bisa bikin aku berubah jadi robot, Ma. Habis itu nanti aku bantu Mama jauhin orang jahat.” Mendengar kalimat seperti itu keluar dari mulut si kecil mungkin awalnya anggapan kita bahwa si kecil sedang berimajinasi. Namun bila semua kegiatan sudah dikaitkannya dengan aneka film yang ia tonton atau malah sepanjang hari topiknya adalah acara TV, maka itu merupakan alarm tanda anak kecanduan TV sudah mulai berbunyi.

Artikel terkait : Memilih Tayangan Kartun Untuk Anak

Malas beraktivitas lain

Bila semula si kecil sangat suka menggambar, atau diajak main di taman, namun sekarang ia menolak dengan alasan ada acara yang hendak ia tonton, ini juga merupakan salah satu tanda kecanduan TV sudah mulai menjangkitinya. Kita perlu berhati-hati bila tanda ini terjadi pada balita Anda; mengingat kisaran usia balita biasanya lebih suka bergerak kesana kemari dibanding duduk diam di suatu tempat.

Tidak mau beranjak dari depan televisi meski itu adalah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti mandi atau malah buang air kecil

Tanda anak kecanduan TV yang paling menyedihkan adalah bila si kecil susah sekali beranjak dari depan TV. Salah seorang teman saya pernah sangat marah besar ketika putra sulungnya mengompol di depan TV karena tidak mau ketinggalan film seri Phineas and Ferb.

Marah bila ditegur untuk berhenti menonton

Seorang anak yang sudah kecanduan TV akan sangat marah bila kita memintanya melakukan aktivitas lain dan mematikan TV sejenak.

Malas berinteraksi dengan pergaulan di luar rumah

Menolak ajakan teman bermain di luar rumah,atau mengundurkan waktu aktivitasnya demi televisi (bermain bola setelah acara A, mau ikut pergi jika sudah menonton B dan pelbagai alasan lain) juga merupakan salah satu tanda anak kecanduan TV.

Aktivitas belajarnya mulai terganggu

Malas pergi sekolah karena jadwal berangkat bentrok dengan acara TV, menolak pergi ke tempat bimbingan belajar ada film seri favorit juga merupakan tanda kecanduan TV yang mulai timbul.

Itulah beberapa tanda anak kecanduan TV. Bila sudah demikian alangkah baiknya bila kita sebagai orang tua bersiap untuk melakukan tindakan guna menurunkan kecanduannya atau jika mungkin, menghilangkannya. Karena bagaimanapun efek negatif televisi bagi anak-anak disinyalir lebih banyak daripada efek positifnya. Mulai dari gangguan kesehatan seperti obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah, hingga efek psikis seperti sulit dalam berkonsentrasi.

Artikel terkait : Marcel Siahaan : Cermat Memilih Program TV Anak

Nah, bagaimana pengalaman Anda tetang aktivitas nonton televisi putra-putrimu? Share disini ya…