TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Menyebabkan kematian, begini cara penularan penyakit difteri

Bacaan 3 menit
Menyebabkan kematian, begini cara penularan penyakit difteri

Cara penularan difteri melalui benda-benda yang ada di sekitar kita membuat banyak orangtua menjadi cemas

Penyakit difteri kembali menyerang hampir seluruh wilayah di Indonesia, bahkan menyebabkan banyak kasus kematian. Bagaimana cara penularan difteri sehingga penyakit ini mewabah lagi?

Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diptheriae yang menyerang selaput lendir dan tenggorokan. Penyakit ini bisa menghalangi jalan pernapasan yang membuat penderita kesulitan bernapas.

Bakteri ini akan menginfeksi orang yang tidak memiliki kekebalan tubuh dan amat berbahaya bagi anak-anak di bawah 15 tahun.

Cara penularan difteri

Bakteri penyebab difteri dapat menyebar dengan berbagai cara yang perlu diwaspadai. Misalnya ketika tanpa sengaja menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, saat bersentuhan dengan benda-benda yang terkontaminasi, maupun saat berbagi makanan atau minuman dengan penderita.

Difteri dapat menyebar dengan mudah, bahkan dengan metode yang tidak kita sadari sebelumnya. Menurut dokter Lili Dwiyani, Interactive Medical Advisor di alodokter.com, cara penularan difteri berikut ini harus Parents waspadai:

  • barang yang telah terkontaminasi oleh bakteri penyebab difteri, misalnya mainan atau handuk
  • bersentuhan langsung dengan bisul akibat difteri di kulit penderita
  • kontak langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi
  • minum susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi
  • menghirup udara saat penderita bersin atau batuk

Bakteri penyebab difteri ini sangat mudah menyebar dan menginfeksi banyak orang. Oleh sebab itu, penderita difteri biasanya diisolasi di ruangan khusus agar korbannya tidak semakin banyak.

Mencegah infeksi difteri

Cara penularan difteri melalui benda-benda yang ada di sekitar kita membuat banyak orang menjadi cemas, apalagi mereka yang punya anak di bawah 15 tahun. Selain dengan mengisolasi penderita difteri, cara pencegahan paling utama adalah dengan imunisasi.

Di Indonesia, imunisasi difteri sudah dilakukan lebih dari 50 tahun, dan penyakit ini sudah menjadi cukup langka. Sayangnya, kelompok antivaksin yang menolak imunasi difteri menyebabkan bakteri ini menyebar lagi.

Vaksin untuk imunisasi difteri dibagi dalam 3 jenis, yaitu: vaksin DPT-HB-HiB, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda secara bertahap.

  1. Imunisasi dasar pada bayi (di bawah usia 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-HiB dengan jarak masing-masing 1 bulan.
  2. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak usia 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-HiB
  3. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 1 SD  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin DT
  4. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 2 SD  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin Td
  5. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 5 SD  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin Td

Jumlah lima kali vaksinasi ini diharapkan mampu melindungi anak dari difteri seumur hidupnya. Namun, Parents bisa memberikan lagi imunisasi saat anak memasuki masa remaja, yaitu usia 11 – 18 tahun untuk memaksimalkan keefektifan vaksin.

Penderita difteri yang sudah sembuh pun disarankan untuk tetap vaksin agar terhindar dari kemungkinan terjangkit penyakit yang sama.

Artikel terkait: Anak tidak vaksin DPT, satu wilayah bisa terkena wabah Difteri

Keberhasilan imunisasi difteri

Imunisasi memang tidak bisa mencegah 100% seseorang terkena penyakit, namun bila anak sudah mendapat vaksin, efek penyakit ini tidak akan separah mereka yang belum pernah vaksin.

Keberhasilan pencegah difteri dengan imunisasi adalah sebesar 95%. Jika di suatu daerah banyak orang yang menolak imunisasi, maka terdapat kesenjangan atau kekekebalan tubuh yang mengakibatkan difteri muncul lagi.

Kesenjangan kekebalan ini terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap difteri yaitu mereka yang tidak mendapat imunisasi maupun yang tidak lengkap imunisasinya.

Menurut Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI, munculnya kelompok antivaksin menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi.

“Cakupan imunisasi yang tinggi dan kualitas layanan imunisasi yang baik sangat menentukan keberhasilan pencegahan berbagai penyakit menular, termasuk difteri,” ujar Oscar seperti yang dikutip dari Cantika.

Yuk, Parents, cek lagi apakah anak Anda sudah lengkap mendapatkan imunisasi untuk mencegahnya terkena penyakit difteri yang sekarang sedang mewabah.

 

Baca juga:

Peringatan seorang ibu tentang tanda difteri ini jangan sampai terlewat, Parents!

Cerita mitra kami
Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Menyebabkan kematian, begini cara penularan penyakit difteri
Bagikan:
  • Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
    Cerita mitra kami

    Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam

  • Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
    Cerita mitra kami

    Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung

  • Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
    Cerita mitra kami

    Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan

  • Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
    Cerita mitra kami

    Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam

  • Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
    Cerita mitra kami

    Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung

  • Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
    Cerita mitra kami

    Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti