Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Bagaimana cara bantu bayi belajar merangkak? Haruskah setiap anak melewati fase ini?

“Kenapa, ya, bayi saya belum bisa merangkak? Padahal, anak lain yang seusianya sudah mulai melewati tahapan itu?”

Pertanyaan tersebut kerap dilontarkan oleh banyak Parents. Sebagai orangtua, merupakan hal yang wajar untuk selalu menantikan tahapan awal perkembangan bayi. Saat ada hal yang belum bisa Si Kecil lakukan tetapi anak seusianya sudah melewati, rasa khawatir pun cenderung timbul.

Namun, perlu diketahui, perkembangan setiap anak juga berbeda-beda, kok, Parents. Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir dan membandingkan tahapan perkembangan Si Kecil dengan yang lainnya.

Hal ini juga berlaku pada tahapan merangkak. Kemampuan merangkak pada bayi juga sangat bervariasi dan bergantung dari kesiapan perkembangan fisiknya.

Artikel terkait: 6 Gaya merangkak unik bayi, salah satunya merangkak mundur

Tahapan Bayi Belajar Merangkak dan Cara Membantunya

bayi merangkak

Umumnya, bayi mulai bisa merangkak pada usia 7-10 bulan. Saat bayi belajar tengkurap, ia akan mulai berguling dan meniru gerakan seperti melata.

Tahapan bayi merangkak beda-beda. Bisa jadi ia mulai dengan mengerahkan dada, perut, ujung jari kaki, kepala dan semua anggota tubuhnya agar dapat bergeser. Bisa juga ia memulainya dengan posisi duduk.

Tenang saja, secara alami, bayi sudah memiliki rasa tak pantang menyerah. Jadi, jangan khawatir jika anda melihatnya terantuk anggota badannya sendiri saat mencoba bergerak.

Bisa mengangkat kepala dan dada adalah perkembangan baik sebelum bayi benar-benar menguji kekuatan tangan dan kakinya untuk menopang tubuh. Setelahnya, bayi akan mulai belajar keseimbangan tubuh dengan posisi siap merangkak hingga ia benar-benar dapat bergerak.

Tidak Semua Anak Melewati Fase Ini

bayi merangkak

Jika pada rentang usia tersebut Si Kecil belum bisa juga merangkak, maka Parents pun tidak perlu khawatir. Faktanya, merangkak bukan termasuk dalam milestone perkembangan bayi.  Maka, tidak semua anak akan selalu melewati fase ini dalam masa tumbuh kembangnya.

Hal ini juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak, Robert Soetandio, Sp.A, M. Si.Med dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya.

Kepada theAsianparent ID, ia menjelaskan bahwa tahapan perkembangan bayi yang satu ini memang bisa membantu ia dalam melatih pergerakan lengan dan kaki dalam waktu bersamaan. Namun, tidak semua bayi akan melewati fase ini.

Dokter Robert menjelaskan, “Usia 7 sampai 10 bulan, bayi mulai belajar pindah tempat dengan cara ngesot, berguling, merayap atau merangka. Nah, untuk merangkak sendiri, ada juga bayi yang berpindah tempat menggunakan perutnya, ada juga yang menggerakan lengan dan kaki pada waktu bersamaan.

“Namun, Anda tidak perlu khawatir jika Si Kecil tidak melewati masa ini. Karena 12 persen bayi juga biasanya tidak melalui fase ini,” ungkapnya.

Cara Bantu Si Kecil Merangkak

Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Meski bukan termasuk dalam milestone perkembangan bayi, tetapi tidak ada salahnya juga jika Parents ingin mengajarkan tahapan ini padanya.

Sebelum itu, bayi mungkin akan lebih dulu mempelajari bagaimana menggerakan otot-otot leher dan kepalanya terlebih dulu. Secara perlahan, Si Kecil akan mulai belajar mengangkat kepala, berguling, hingga merayap.

Melansir dari Baby Center, otot leher dan kepala bayi biasanya menguat dengan cepat pada usia empat bulan. Anak juga sudah mulai belajar mengangkat kepala dan duduk.

Untuk merangkak sendiri, Anda bisa memberikan Si Kecil stimulasi berupa ‘pancingan’ seperti mainan untuk mendorong pergerakan bayi.

“Untuk menstimulasi Si Kecil merangkak dari satu area ke area lainnya, Anda dapat meletakkan mainan di tempat yang agak jauh dari anak agar ia bisa merangkak untuk mencapainya,” jelas dokter Robert.

Lebih lanjut, dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa stimulasi yang bisa diberikan pada Si Kecil untuk belajar merangkak:

#1. Tummy time atau latihan tengkurap

Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Saat bayi dalam keadaan bangun, biarkan ia tengkurap. Latihan tengkurap bisa dilakukan jauh sebelum bayi siap untuk merangkak.

Kemudian, bermainlah dengannya dalam posisi yang tersebut. Saat tengkurap sambil mengangkat kepala maupun kaki itulah secara otomatis bayi akan melatih otot perut yang berguna dalam tahapan merangkak nantinya.

Artikel terkait: 5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Mengajarkan Bayi Tummy Time

#2. Cari Tempat yang Aman

Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Saat Si Kecil berusaha merangkak, ia mungkin saja terjatuh karena keseimbangannya belum optimal. Saat hal itu terjadi, pastikan ia tidak terjatuh di lantai yang keras hingga melukai anggota tubuhnya.

Bayi akan selalu melatih keseimbangan tubuhnya sampai ia benar-benar dapat berpijak dengan sempurna dengan tangan dan kakinya. Jangan lupa untuk menutup saluran listrik yang bisa dijangkau oleh bayi saat ia merangkak.

#3. Pancing dengan Suara

Tahapan Bayi Merangkak, Perlukah Fase Ini Dilewati oleh Setiap Anak?

Saat Si Kecil merangkak, ia juga mulai untuk mengeksplorasi segalanya, termasuk mulutnya. Bayi akan mencari apa saja untuk dimasukkan ke mulut dan ini adalah hal normal. Bayi akan mencoba mengenal ukuran, rasa, tekstur, lewat mulutnya. Jadi, siap-siap jika segala hal yang ada di rumah akan mengandung air liur si kecil.

Untuk mengimbangi eksplorasi mulutnya, latihlah pendengarannya dengan suara. Bisa dengan musik, panggilan, maupun tepuk tangan. Selain itu, memancing anak dengan benda berwarna mencolok juga bisa melatih matanya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Nah, saat Si Kecil sudah bisa merangkak, jangan lupa untuk memberikan ia pujian atas usahanya, ya. Meski ia belum mengerti arti dari perkataan Parents sepenuhnya, tetapi apresiasi dan kasih sayang orangtua akan sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang setiap anak.

“Jangan lupa, berikan juga ia pujian ketika berhasil mencapai mainan miliknya dengan cara merangkak. Hal ini juga sangat bermanfaat dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya,” pungkas Robert.

Artikel terkait: Bahayakah jika anak tidak bisa merangkak sebelum jalan? Ini penjelasan dokter

Parents perlu ingat, merangkak bukan termasuk milestone pertkembangan anak. Sehingga, Anda sebaiknya tidak perlu khawatir berlebihan jika Si Kecil belum melewati tahapan ini.

Si Kecil yang berusia 7 hingga 10 bulan memang biasanya sudah bisa merangkak. Namun, 12 persen dari mereka juga bisa saja tidak melewati fase ini.

Sementara itu, jika bayi cenderung belum merangkak dan Parents melihat keterlambatan perkembangan lain, jangan ragu untuk memeriksakan ia ke dokter spesialis anak untuk mencari tahu penyebabnya. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

20 Perkembangan Bayi di Tahun Pertama Yang Harus Kita Ketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner