Tahap Perkembangan Emosi dan Sosial Anak 3-12 Tahun

lead image

Perkembangan fisik anak mudah dipantau karena kasat mata, namun bagaimana dengan perkembangan emosi dan sosial anak? Bacalah selengkapnya.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/11/dreamstime xs 34443870.jpg Tahap Perkembangan Emosi dan Sosial Anak 3 12 Tahun

Begitu pentingnya mengetahui tahapan perkembangan emosi anak. Rasa takut dan tidak percaya diri, bisa jadi karena kita sering menanggapi inisiatifnya secara negatif.

Sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya, Tahap Perkembangan Emosi dan Sosial Batita, kali ini kami ulas tahap lanjutan dari perkembangan sosial dan emosi anak setelah melewati masa batita, yaitu ketika berusia 3 hingga 12 tahun.

Psikolog dan Psikoanalis Erik Erikson membagi perkembangan emosi sosial manusia dalam 8 tahap. Empat tahap pertama terkait erat dengan perkembangan sosial-emosi di usia bayi hingga 12 tahun; dan empat tahap berikutnya pada usia 12 tahun hingga menjelang dewasa.

Kali ini, kami mengulas tahap perkembangan emosi dan sosial yang ke-3 dan ke-4, yang umumnya dialami oleh anak usia 3-12 tahun.

Tahap perkembangan III: Maksud (3 – 6 tahun)

Di tahap ketiga, anak akan belajar menghadapi emosi ketika maksudnya diterima atau ditolak (learning initiative vs guilt).

Usia 3-6 tahun, merupakan masa bermain untuk anak. Saat ia bermain, secara naluri kadang anak berinisiatif untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Di saat ia berinisiatif inilah, ia akan belajar apakah lingkungan akan menanggapinya dengan baik, atau malah mengabaikan.

Jika sambutan baik yang ia terima, maka anak akan belajar 3 hal, yaitu:

  1. Mampu berimajinasi, mengembangkan ketrampilan melalui bermain aktif, termasuk berfantasi.
  2. Mampu bekerjasama bersama teman.
  3. Mampu menjadi “pemimpin” dalam permainan, seperti ia menjadi “pengikut” permainan.

Sebaliknya, ketika inisiatifnya selalu ditolak, maka anak akan selalu merasa takut, sangat bergantung pada kelompok, dan tidak berani untuk mengembangkan pikirannya.

Tahap perkembangan IV: Kompetensi (5.5 – 12 tahun)

Tahap ini berkembang di usia sekolah. Di sini, si Kecil akan belajar bagaimana berkompetensi dalam kelompok, dengan mengembangkan 3 ketrampilan sosial, seperti:

  1. Bagaimana mematuhi aturan dan kaitannya dengan hubungan pertemanan. Misal ketika mendapat tugas piket, bagaimana ia akan mengingatkan temannya yang terlambat tanpa menimbulkan konflik, berpartisipasi aktif dalam tugas kelompok, dan lain sebagainya.
  2. Belajar bagaimana bermain dengan struktur dan aturan tertentu. Misal ketika anak bepartisipasi aktif dalam permainan kasti. Di sana ia akan belajar bagaimana menang dengan tetap berpegang pada aturan dan kerja tim.
  3. Belajar bagaimana menguasai mata pelajaran di sekolah serta mendisiplinkan diri untuk belajar materi tersebut

Bila emosi-sosial anak berkembang dengan baik, percaya dan merasa aman dengan lingkungannya, pandai berinisiatif, maka ia akan memiliki kompetensi yang unggul dalam lingkungan sosialnya.

Sebaliknya, si Peragu, akan selalu merasa tidak aman, malu, selalu merasa bersalah hingga akhirnya menjadi pribadi yang inferior (kalah).

Baca juga : Mengajari Anak Sukses

dan beberapa artikel menarik lainnya:

Mengatasi Anak Pemarah

Ketahui Akibat Membentak Anak