TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Si Kecil Harus Sunat Ulang? Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Bacaan 3 menit
Si Kecil Harus Sunat Ulang? Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Sunat ulang bisa terjadi karena adanya komplikasi seperti ujung penis tertutup sisa kulup yang tidak terpotong dengan tepat. Simak info selengkapnya berikut ini!

Duh! Si kecil harus melakukan sunat ulang atau sunat dua kali?Keputusan hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, baik bagi orangtua ataupun si kecil. Benar bukan?

Setidaknya hal ini diakui oleh Rahmi, kepada theAsianparent ID ia mengatakan kalau sangat khawatir setelah melihat hasil sunat anaknya. “Kulup penis anak saya masih ada, jadi tidak seperti sunat. Bagaimana ini? Saya was-was kalau sunat ulang, anak saya malah trauma. Atau yang lebih buruk lagi justru berpengaruh pada kondisi kesehatan penis anak saya di kemudian hari,” tukasnya.

Perlu diketahui bahwa Proses sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur membuang kulit prepusium penis atau lebih dikenal dengan kulup, yang menjadi tempat penumpukan ‘kotoran’. Namun, setelah sunat beberapa orang mengeluh bahwa kulup penis bertumbuh kembali, sehingga harus dilakukan sunat ulang.

Benarkah kulup dapat tumbuh kembali setelah sunat? Berikut penjelasan dokter!

Apa yang mengharuskan seseorang melakukan sunat ulang?

kulup penis

Terdapat beberapa kasus yang mengharuskan pasien sunat dewasa melakukan sunat sunat ulang atau melakukan revisi penis. Bahkan tidak sedikit anak-anak yang juga mengalami ini.

Hal tersebut tentunya akan menjadi pertanyaan, mengapa harus melakukan sunat ulang  padahal sebelumnya sudah melakukan sunat?

Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, ditemui dalam acara Konferensi Media Revolusi Sunat Tanpa Jarum Suntik di Jakarta Timur menjelaskan tentang hal ini.

“Kulup sebenarnya tidak bisa tumbuh lagi. Namun, ada beberapa faktor yang membuat penis tetap tertutup setelah sunat. Pertama, kulit kulup kurang banyak diambil saat prosedur sunat, bisa saja karena anak tidak kooperatif. Yang kedua, yaitu penis terkubur yang terjadi pada anak gemuk. Karena pada anak gemuk sulit sekali mengukur berapa banyak kulup yang harus dibuang,” jelasnya.

Untuk mengatasi kulup yang menutupi penis pasca khitan, prosedur sunat ulang perlu dilakukan.

“Pada pasien sunat anak-anak, akan dilakukan sunat kembali jika terjadi kesalahan dalam penanganan selama proses sunat, yang membuat ujung penis masih tertutup kulup. Tentunya untuk melakukan tindakan sunat ulang tidaklah mudah karena dapat menyebabkan trauma pada anak,” jelasnya.

Artikel terkait: Risiko bayi disunat terlalu dini, Parents perlu waspada!

Tujuan pembuangan kulup penis dalam prosedur sunat

sunat atau khitan anak laki-laki sebaiknya dilakukan saat bayi

Sebenarnya, tujuan dari sunat adalah untuk membuang mukosa sebanyak mungkin. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko terkena berbagai penyakit, seperti gonore, herpes, kanker serviks, infeksi saluran kemih, penularan infeksi Human lImmunodeficiency Virus (HIV), dan Human Papilloma Virus (HPV).

Sunat yang baik adalah ketika, mukosa dibuang sependek mungkin, sementara kulit lapisan luarnya boleh tetap panjang. Mukosa merupakan lapisan paling dalam dari kulup yang melindungi glans penis.

Terdapat beberapa kasus sunat yang tindakannya bukan dengan tenaga medis, sehingga prosedurnya pun dilakukan secara kurang tepat, sehingga masih menyisakan mukosa. Alhasil, kulup pun berisiko untuk kembali menutupi kepala penis.

Artikel terkait: Parents, Tonton Video Sunat pada Bayi Laki-laki ini untuk Pengetahuan Anda

Dalam sebuah penelitian juga disebutkan bahwa, prosedur khitan yang menghilangkan sebagian mukosa dan preputium dapat mengurangi jumlah reseptor, yang berperan dalam kejadian (Prematur Ejaculation PE).

PE atau ejakulasi dini adalah kejadian di mana pria mengalami orgasme dan mengeluarkan air mani setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami stimulasi penis dalam waktu singkat (minimal). Hal tersebut dapat disebut juga klimaks cepat, atau klimaks dini.

Semoga informasi ini bisa membantu Anda lebih memahami tentang prosedur sunat yang baik, sehingga bisa berkonsultasi dengan dokter agar tidak terjadi kesalahan dalam prosedur khitan hingga membuat Anda harus melakukan sunat ulang.

Baca juga:

Sunat pada Bayi, Apakah Si Kecil Merasakan Sakit saat Menjalaninya?

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Nia Lara Sari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Si Kecil Harus Sunat Ulang? Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti