TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Splenomegali: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Bacaan 3 menit
Splenomegali: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Splenomegali merupakan kondisi pembesaran limpa. Jarang menimbulkan gejala sehingga kerap ditemukan secara kebetulan saat melakukan pemeriksaan rutin.

Splenomegali adalah pembesaran limpa. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala sehingga kerap ditemukan secara kebetulan saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Limpa merupakan organ tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk kiri. Ukuran normalnya berkisar antara 11 sampai 20 cm dengan berat hingga 50 gram. Namun pada splenomegali, limpa dapat membesar lebih dari 20 cm dan mencapai berat hingga 1 kg.

Limpa adalah organ yang kerap ‘dilupakan’, padahal organ ini memegang peran kunci dalam sistem kekebalan tubuh. Yakni, dalam mengenali kuman penyebab infeksi serta membentuk antibodi untuk melawan infeksi tersebut. 

Gejala yang menyertai splenomegali

Splenomegali

Splenomegali jarang menimbulkan gejala. Namun pada sebagian orang, limpa yang membesar dapat menekan organ lain dan menghambat aliran darah ke limpa sehingga muncul gejala tertentu, di antaranya:

  • Anemia.
  • Kelelahan.
  • Perut kembung dan begah.
  • Rasa tidak nyaman di tulang rusuk kiri atau perut kiri atas
  • Mudah mengalami pendarahan.
  • Berat badan menurun.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Sering mengalami infeksi, yang ditandai dengan demam.

Anda disarankan untuk segera ke dokter bila merasakan sakit di perut bagian kiri atas. Utamanya, bila nyeri bertambah berat saat Anda menarik napas dalam-dalam.

Penyebab splenomegali

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan splenomegali, yang tersering yaitu:

  • Kanker darah seperti leukemia, limfoma, dan penyakit mieloproliferatif (kelainan pada sumsum tulang).
  • Penyakit hati termasuk hepatitis dan sirosis. Pada 30 persen kasus, splenomegali disebabkan oleh adanya gangguan pada hati, yang ditandai dengan hepatomegali atau pembesaran hati.
  • Infeksi bakteri, virus, dan parasit pada limpa.

Splenomegali

Kondisi-kondisi berikut juga dapat menyebabkan pembesaran limpa:

  • Anemia sel sabit yang menyebabkan sel darah merah hancur lebih cepat.
  • Gangguan metabolisme seperti penyakit Gaucher dan Niemann-Pick.
  • Adanya tekanan dan bekuan darah pada pembuluh darah di limpa atau hati.
  • Kondisi autoimun, seperti lupus dan artritis reumatoid.
  • Kanker pada limpa atau dari organ lain yang menyebar ke limpa.
  • Abses atau kumpulan nanah pada limpa.

Sesungguhnya splenomegali merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, kelompok individu berikut lebih berisiko mengalami pembesaran limpa:

  • Anak-anak dan dewasa muda yang memiliki infeksi.
  • Individu yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria.
  • Individu dengan kelainan metabolisme bawaan yang dapat memengaruhi organ hati dan limpa.

Cara mendiagnosis splenomegali

Splenomegali

Meski jarang menimbulkan gejala, pembesaran limpa dapat diketahui dengan pemeriksaan fisik pada perut bagian kiri atas. Untuk mengonfirmasi diagnosis, umumnya dilakukan salah satu pemeriksaan berikut:

  • Hitung darah lengkap untuk mengukur jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Kadar yang rendah dapat mengindikasikan terjadinya splenomegali.
  • CT scan atau USG perut untuk mengetahui ukuran limpa dan melihat kondisi organ lain yang mungkin tertekan akibat pembesaran limpa. Magnetic resonance imaging (MRI) juga dapat dilakukan untuk mengetahui aliran darah dalam limpa.
  • Tes fungsi hati untuk melihat kadar enzim hati seperti SGOT dan SGPT. Kadar enzim hati yang tinggi bisa menandakan adanya pembesaran limpa.
  • Biopsi sumsum tulang untuk menemukan penyebab pembesaran pada limpa.

Cara mengobati splenomegali

Splenomegali yang bergejala akan ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Sedangkan bila tidak bergejala, dokter umumnya akan meminta Anda untuk menunggu dan tetap waspada. Bila kemudian gejala muncul, Anda disarankan untuk segera kontrol ke dokter.

Operasi pengangkatan limpa (splenektomi) biasanya disarankan bila splenomegali menyebabkan komplikasi serius atau tidak bisa diobati dengan pilihan pengobatan lainnya. Pada umumnya, individu tetap bisa beraktivitas normal setelah limpa diangkat. Akan tetapi untuk mempercepat proses pemulihan, disarankan untuk:

  • Melakukan vaksinasi sebelum dan sesudah operasi.
  • Mengonsumsi antibiotik sampai habis, terutama bila ada kemungkinan infeksi.
  • Menghubungi dokter saat mengalami demam karena merupakan tanda adanya infeksi.
  • Tidak bepergian ke wilayah yang endemis malaria.

Komplikasi splenomegali

Splenomegali dapat menyebabkan ruptur (robekan) limpa. Ini merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan operasi dan transfusi darah segera untuk mengembalikan volume darah. Pada  beberapa kasus, operasi pengangkatan limpa dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Splenomegali: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti