Sindrom Stevens Johnson - Kulit melepuh akibat salah minum antibiotik

lead image

Peringatan bagi Parents agar tidak sembarangan memberikan antibiotik pada anak.

Seorang ibu berbagi kisah anak laki-lakinya yang mengalami sindrom Stevens Johnson lataran salah mengonsumsi antobitik.

Siapa di antara Parents yang pernah mendengar sindrom Stevens Johnson?

Dikutip dari laman Klik Dokter, sindrom Stevens Johnson merupakan kelainan serius dan langka yang menyerang kulit, selaput lendir, dan mata.

Sayangnya sampai saat ini masih belum ditemukan cara untuk mencegah terjadinya Sindrom Stevens-Johnson ini. Pasalnya, kemunculannya memang tidak bisa diperkirakan.

Hanya saja sindrom Stevens Johnson yang disebabkan alergi obat masih dapat dicegah. Caranya, tentu saja menghindari penggunaan berulang obat yang menjadi sumber alergi tersebut.

Tak mengherankan, setiap ingin meresepkan obat, dokter selalu bertanya, apakah pasien memiliki alergi atau tidak.

Belum lama ini seorang Ibu asal Malaysia, Nur Fazella, berbagi kisah di laman Facebooknya. Putranya harus dirawat beberapa minggu di rumah sakit lantaran mengalami sindrom Stevens Johnson. Pemicunya, anaknya minum antobiotik.

Oleh karena itu, Nur Fazella bermaksud untuk mengingatkan pada para orangtua agar lebih hati-hati memberikan obat untuk anaknya. Tentunya memberikan obat antibiotik harus berdasarkan resep dokter terlebih dahulu.

Berikut kutipan lengkap tentang anak yang mengalami sindrom Stevens Johnson:

Genap 3 minggu terlantar di hospital gara-gara antibiotik….
Alhamdulillah anakku sudah pulang dari rumah sakit. Rupanya obat bukan saja untuk menyembuhkan, tapi bisa racun yang mengancam nyawa.

Meskipun sudah boleh pulang, anakku masih perlu rawat jalan. Mata masih rabun.. mulut masih sakit.

Sekadar ingatan untuk semua, berhati-hatilah memberi obat pada anak. Jangan sampai mengalami hal sama seperti anakku.

Pada mulanya Khairi demam dan batuk-batuk. Dokter memberi antibiotik, obat batuk dan paracetamol. Selepas makan 1 antibiotik, mulai keluar bintik-bintik merah di mulut dan telapak tangan.

Dalam pikiranku, Khairi kena jangkitan HFMD. Jadi tetap terus minum obat. Setelah minum pil ke 3, dia merasa sesak napas. Lalu kami segera bawa ke UGD. Pada mulanya disangka campak. Tapi setelah diperiksa dokter spesialis, diagnosisnya STEVEN JOHNSON.

Penyakit ini baru pertama kali aku dengar. Jadi, bila setelah minum 1 obat, muncul tanda-tanda merah di badan, jangan diam saja….

TERIMA KASIH pada semua sahabat dan family yang telah mendoakan Khairi…

TERIMA KASIH pada perawat dan dokter di rumah sakit. Pelayanannya sangat bagus dan cepat!

Hanya Allah saja yang dapat membalasnya. Dan mudah-mudahan kalian sentiasa dalam rahmat Allah S.W.T

# Dr_pakar_pediatrik
# Dr_pakar_mata
# Dr_pakar_kulit
# Dental

Karena itu, catatlah selalu obat-obatan yang menimbulkan alergi pada diri Anda dan anak dan informasikan kepada dokter.

Baca juga : Catat! Ini 9 Obat yang berbahaya bagi Anak

Apa saja gejala sindrom Stevens Johnson?

Perlu dipahami bahwa gejala sindrom Stevens Johnson menyerupai infeksi saluran napas. KlikDokter.com menyebutkan bahwa gejala yang bisa muncul seperti muntah dan diare selama 1-14 hari.

Kondisi ini kemudian diikuti oleh munculnya kelainan kulit berupa timbulkan becak merah-merah, bintik-bintik hingga kulit melepuh.

Gejala di kulit dapat juga berupa timbulnya gelembung berisi air dan nanah di mulut dan kelamin, serta kelainan di selaput lendir mata. Gejala bisa saja hanya berbentuk reaksi kulit ringan hingga melibatkan kegagalan fungsi beberapa organ yang dapat mengancam nyawa.

Apabila Parents melihat beberapa gejala di atas, pertolongan pertama sindrom Stevens-Johnson yang perlu dilakukan adalah menghentikan segera penggunaan obat, dan segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan oleh dokter.

 

Baca juga : 

Ini Daftar 10 Jenis Antibiotik yang Berbahaya Jika Diberikan Pada Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.