Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah Terbaik Untuk Anak - Negeri atau Swasta?

lead image

Semua orang tua menginginkan sekolah terbaik untuk anak. Sekolah negeri ataupun swasta, memiliki kelebihan masing-masing.

Memilih Sekolah Terbaik 

Tahun ajaran baru memang masih beberapa minggu lagi. Namun orang tua yang putra putrinya hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, telah berupaya mengumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai sekolah terbaik yang akan menjadi pilihan mereka.

Pilihan yang tersedia pun sebenarnya hanya ada dua : sekolah negerikah, atau sekolah swasta?

Tentu para parents tercinta masih ingat ketika semasa sekolah dulu kawan-kawan di sekolah, dan juga para orang tua kita, gemar membicarakan tentang sekolah lanjutan favorit dan segudang prestasi yang diraih sekolah terbaik tersebut.

Mungkin para parents pun pernah terobsesi untuk dapat diterima menjadi murid suatu sekolah terbaik dan terfavorit (biasanya sekolah negeri), lalu menjadi loyo tak bersemangat ketika kita tak diterima sebagai siswa sekolah tersebut karena nilai yang tak mencukupi.

Di suatu kesempatan, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Pendidikan, Mufliar Kasim mengakui, memang masih ada penilaian (dari masyarakat) yang membeda-bedakan perguruan tinggi atau sekolah yang dikelola pemerintah dengan yang dikelola swasta. Padahal, kata dia, negeri maupun swasta sama-sama punya kelebihan.

“Justru di beberapa daerah, sekolah swasta jauh lebih berkembang dan kualitasnya jauh lebih bagus dibanding sekolah negeri,” tegasnya.

Kali ini kami akan membahas kelebihan dan kekurangan sekolah negeri dan sekolah swasta yang mudah-mudahan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya Anda mencari serta memutuskan sekolah terbaik untuk si buah hati.

1. Daya Tampung

Kelas di sekolah negeri, bahkan sekolah terbaik sekalipun,  kapasitasnya 40 orang dalam satu kelas.  Sedangkan sekolah swasta hanya berisikan maksimal 20 orang per kelasnya.

Jumlah murid yang terlalu banyak bukan hanya membuat konsentrasi murid terganggu karena kegaduhan yang ditimbulkan teman-temannya. Namun, guru pun akan kewalahan untuk menertibkan mereka, sehingga tak mengetahui dengan pasti kemampuan dan pemahaman masing-masing murid.

Jika Anda adalah orang tua dengan anak berkebutuhan khusus yang ingin menyekolahkan anak di sekolah umum, sekolah swasta dapat dijadikan pilihan agar ia tidak terlalu panik ketika berada di lingkungan yang ‘ramai’.

2. Jam Belajar

Sekolah negeri biasanya memiliki jam belajar yang lebih singkat daripada sekolah swasta. Memang sih, pemahaman murid terhadap materi yang diajarkan tak tergantung dari lamanya mereka berada di sekolah.

Terlalu lama di sekolah mengakibatkan murid terlalu lelah dan tak tertarik untuk mengisi waktunya dengan bermain bersama teman-teman sebayanya di rumah, sehingga mereka kehilangan waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kecenderungan yang sering kali terjadi adalah, semakin mentereng posisi sekolah sebagai sekolah terbaik, semakin lama pula jam belajar yang ditempuh para murid.

3. Fasilitas

Sering kita dengar tentang gedung sekolah yang hampir ambruk karena kurang perawatan, sehingga kegiatan belajar para murid menjadi terganggu.

Meski tidak ambruk, Anda akan dengan mudah mendapati kondisi cat yang terkelupas atau lantai yang pecah-pecah pada beberapa sekolah, dan sebagian besar adalah sekolah negeri (bahkan sekolah terbaik)!

Di sisi lain, sekolah swasta nyaris selalu memiliki kondisi fisik yang lebih baik daripada sekolah negeri.

4. Biaya sekolah

Pemerintah telah membebaskan murid sekolah negeri dari kewajiban membayar SPP (meskipun faktanya orang tua masih harus mengeluarkan sejumlah uang untuk dibayarkan ke sekolah dengan berbagai alasan, misalnya uang les, sumbangan pembangunan gedung, dll.).

Sementara itu, murid sekolah swasta berkewajiban membayar SPP dengan jumlah yang telah ditetapkan. Belum lagi kewajiban membayar biaya pendaftaran ulang di awal tahun ajaran baru.

5. Interaksi

Murid-murid sekolah negeri berasal dari berbagai latar belakang sosial, budaya dan ekonomi yang berbeda. Sementara para murid sekolah swasta (termasuk yang mendapat predikat sekolah terbaik) berasal dari kelas sosial yang relatif sama.

Berada dalam lingkungan dengan berbagai macam karakter serta latar belakang berbeda membuat anak mudah memahami dan bersikap terhadap perbedaan ketika ia dewasa.

Sebaliknya, anak mungkin akan memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri jika ia terbiasa menghadapi dan berada di lingkungan dengan teman-teman yang berasal dari kelas sosial atau golongan yang sama.

Jadi, manakah sekolah terbaik untuk anak Anda?

Setelah membaca ulasan kami di atas, dapat disimpulkan bahwa sekolah terbaik bukan hanya ditentukan dari status sebagai sekolah negeri maupun sekolah swasta, namun juga berdasarkan perkembangan karakter dan kepekaan sosial yang ditunjukkan tiap murid selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Ada baiknya jika orang tua melibatkan anak dalam memilih calon sekolahnya, agar mereka dapat menyiapkan dirinya sejak awal dan bersemangat mengawali hari-hari pertamanya di sekolah terbaik pilihannya sendiri.

Nah, selamat berburu sekolah!

Referensi :
Sekolah Negeri vs Swasta – plasa.MSN.com

Wamendikbud: Jangan Ada Dikotomi Negeri dan Swasta – Fajar Makassar.com

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.