Penelitian: Makan Satu Telur Sehari, Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

Penelitian: Makan Satu Telur Sehari, Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan awal Juni 2017, terungkap fakta bahwa makan satu telur sehari bisa membantu anak tumbuh lebih tinggi dan lebar badan yang lebih proporsional.

Telur diketahui mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan fakta baru tentang manfaat telur. Yakni, makan satu telur sehari bisa membantu anak tumbuh lebih tinggi dan besar.

Penelitian yang dipublikasikan secara online di Jurnal Pediatrics ini diberi judul Eggs in Complementary Feeding and Growth (Telur sebagai Makanan Tambahan dan Pertumbuhan). Lora Ianotty yang memimpin studi ini, adalah seorang ahli nutrisi anak di Brown School Universitas Washington.

Pada tahun 2015 lalu, Lora dan timnya melakukan sebuah percobaan secara acak namun terkontrol di daerah Ekuador. 160 anak usia 6-9 bulan menjadi objek penelitian mereka. Namun, hanya 80 anak yang diberi makan satu telur sehari, dan pemberian gula dalam makanan mereka dikurangi. 80 lainnya tidak diberi makan telur dalam menu harian mereka.

Tim peneliti selalu rutin mengunjungi anak-anak tersebut setiap minggu. Untuk memastikan orangtua tetap memberikan telur pada anaknya sesuai tujuan penelitian ini, dan juga mengecek apakah ada masalah kesehatan yang timbul seperti alergi.

Hasil dari penelitian ini cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa kandungan gizi di dalam telur, meningkatkan angka tinggi dan lebar badan anak secara signifikan. Telur juga berperan dalam mengurangi risiko anak tumbuh pendek sebesar 47%.

“Kami cukup terkejut mengetahui betapa efektifnya cara ini,” ungkap Lora Iannotti.

“Yang lebih baik ialah, telur merupakan makanan yang mudah didapat dan cukup terjangkau. Terutama bagi mereka yang berada pada kondisi kelaparan atau defisiensi nutrisi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lora menjelaskan bahwa telur merupakan makanan yang baik untuk anak-anak dengan perut kecil. Karena telur memiliki kombinasi nutrisi yang sangat penting.

“Telur adalah makanan tambahan dengan nutrisi baik, yang bisa dikenalkan pada anak saat dia mulai memakan makanan padat. Tapi jangan pernah memberikannya sebelum anak berusia 4 bulan,” ujar Prof. Mary Fewtrell, pinpinan ahli nutrisi di Royal College of Paeditrics adn Child Health, seperti dikutip dari BBC.

Prof. Mary juga menambahkan, agar telur dimasak dengan sempurna sebelum diberikan pada anak. Untuk menghindari risiko infeksi yang bisa timbul dari telur setengah matang.

Artikel Terkait: Waspadai Bahaya Telur Setengah Matang pada Anak

Lembaga Nutrisi di Inggris mengungkapkan bahwa sangat penting bagi anak usia dini memiliki makanan yang bervariasi dalam menu harian mereka. Selain agar bisa mendapatkan semua gizi yang mereka perlukan, anak juga perlu mengenal semua jenis rasa dan tekstur makanan.

Untuk menjaga telur agar bersih dan higienies sebelum dikonsumsi, Anda bisa melakukan tips berikut ini.

  • Pastikan cangkang telur masih utuh dan tidak retak sama sekali sebelum dimasak
  • Cucilah telur sampai bersih sebelum Anda memecahkannya
  • Telur yang direbus hingga lembut sangat direkomendasikan untuk anak. Namun telur yang difermentasi juga pilihan yang baik untuk mereka.

Catatan penting yang harus diingat semua orangtua, jangan memberikan telur pada anak sebelum usianya enam bulan atau lebih. Jadikan telur menu MPASI pertamanya, dan lihatlah reaksi tubuh anak dengan seksama apakah dia memiliki tanda-tanda alergi terhadap telur atau tidak.

Pemberian telur juga tidak boleh berlebihan. Cukup satu telur sehari, gizi harian yang diperlukan anak sudah tercukupi.

Semoga bermanfaat ya, Bunda.

 

Baca juga:

Manfaat Telur Untuk Kesehatan Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner