TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Malang Nian! Kepala Bayi Ini Terputus saat Dokter Pilih Persalinan Forcep

Bacaan 4 menit
Malang Nian! Kepala Bayi Ini Terputus saat Dokter Pilih Persalinan Forcep

Diduga menarik bayi terlalu agresif, pasangan ini harus menerima kenyataan pahit. Simak kisahnya berikut ini!

Pernah dengar cara persalinan forcep, Bun? Metode melahirkan forcep dilakukan untuk membantu mengeluarkan bayi dari jalan lahir dalam persalinan normal, dengan cara menjepit alatnya pada kepala bayi, lalu menariknya dari dalam.

Metode persalinan forcep sama-sama digunakan ketika sang ibu tidak sanggup lagi mengejan, tetapi persalinan tidak juga mengalami kemajuan.

Namun, metode forcep tetap memiliki risiko yang fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Beberapa waktu lalu, insiden seperti itu terjadi pada Megan Stirnweiss, seorang ibu asal Long Island, Amerika Serikat, yang melahirkan di usia 23 tahun.

Tragis, kepala bayi yang dilahirkannya terputus secara internal pada  bagian tulang belakang, ketika dokter kandungannya menggunakan metode forcep dalam persalinan.

persalinan forcep

Kejadian ini berawal pada Desember 2017 lalu, ketika Megan dilarikan ke Rumah Sakit Southampton dalam menit terakhir setelah mencoba persalinan di rumah yang terlalu menyakitkan. Sesampainya di rumah sakit, Dr. Pedro Segarra datang dengan sepasang alat menyerupai tang, yang akan digunakan untuk metode persalinan forcep.

Awalnya Megan ingin tahu tentang apakah ada risiko pada bayi dalam metode persalinan ini. Dokter kandungan berusia 60 tahun itu sempat meyakinkannya bahwa metode ini tidak berisiko. Akhirnya proses persalinan pun tetap dilanjutkan.

Diduga menarik bayi dengan terlalu agresif

Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa setelah alat forcep diletakkan di sekitar kepala bayi, Dr.  Segarra terlalu kuat menarik bayi itu keluar, bahkan hingga menyeret tubuh Megan yang sedang  memegang erat jeruji ranjang rumah sakit.

Bukan itu saja, dengan alat forcep yang masih menempel di sekitar kepala bayi, dokter mengangkat Megan dari tempat tidur dan mengguncang tubuhnya dengan agresif sampai bayinya berhasil keluar  pada pukul 2.56 pagi.

Tidak ada suara apa pun di ruang bersalin saat bayi yang bernama Matthew Jacob itu dilahirkan. Tubuh bayi baru lahir itu sudah lemas dan membiru. Sayang, kedua orangtuanya tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendengar tangisan sang bayi.

Setelahnya, Megan masih merasakan sakit pasca melahirkan. Ia mengalami beberapa gangguan, seperti  dislokasi, robekan jalan lahir, serta robekan sejumlah organ internalnya. Megan mengklaim bahwa butuh beberapa operasi untuk memperbaiki sejumlah kerusakan yang dideritanya.

Megan dan suaminya tetap setia menjaga tubuh sang buah hati dengan bantuan mesin selama 7  hari agar organ tubuhnya tetap dapat bekerja dan bisa didonorkan.

Meski harus menerima kenyataan pahit atas kematian buah hati mereka, Megan dan suaminya tetap senang bahwa buah hati mereka dapat memberikan sesuatu yang besar kepada orang lain yang membutuhkan. Seorang bayi dari Toronto, Kanada pun telah menerima donor paru-paru dari Matthew.

Sementara itu, Dr. Pedro Segarra menolak untuk mengomentari hal yang terjadi. Pengacara Megan mengatakan, kliennya hanya ingin pertanggungjawaban serta kejelasan agar hal ini tidak terulang lagi  pada siapa pun.

Cara kerja persalinan forcep

Metode persalinan ini bertujuan untuk membantu bayi keluar saat melahirkan normal dengan menggunakan alat yang diletakkan pada kepala bayi. Pada persalinan forcep, alat berbentuk penjepit yang menyerupai tang. Forcep dilakukan sebagai jalan terakhir saat sang ibu tidak lagi kuat mengejan.

Baca juga: Mengapa Memilih Persalinan Normal Secara Alami? 

Mengurangi risiko metode persalinan forcep

Menurut laman Mayo Clinic, meskipun jarang, tetap ada kemungkinan risiko bagi bayi saat persalinan forcep, yang meliputi:

  • Cedera ringan pada wajah bayi karena tekanan dari alat forcep.
  • Kelemahan sementara pada otot wajah bayi. (facial palsy).
  • Trauma mata eksternal ringan.
  • Patah tulang tengkorak.
  • Pendarahan di dalam tengkorak bayi.

Biasanya, hanya tanda kecil yang mungkin muncul di wajah bayi setelah melewati proses melahirkan forcep. Hal ini normal dan tanda tersebut bersifat sementara.

Dokter mungkin akan menyarankan persalinan dengan forcep selama tahap kedua persalinan, hanya jika persalinan tidak mengalami kemajuan meski Bunda sudah berusaha kuat mengejan, atau keselamatan bayi terancam. Jika persalinan forcep gagal, dokter mungkin akan melakukan operasi caesar darurat sebagai cara yang lebih aman untuk mengeluarkan bayi.

Seorang profesor kebidanan dan ginekologi di NYU Langone Medical Center, Dr Steven Goldstein berpikir bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi. Dia menegaskan bahwa forcep seharusnya masih dianggap aman dan kasus ini tidak boleh terulang. Tingkat keahlian dan ketelitian dokter sangat dibutuhkan.

Mengerikan ya, Bun? Untuk mengurangi risiko apa pun terjadi, cari lebih banyak informasi mengenai berbagai metode persalinan yang ingin Bunda pilih terlebih dahulu, ya.

 

Disadur dari artikel Rosanna Chio di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Water Birth Bisa Menjadi Pilihan Cara Melahirkan

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • Malang Nian! Kepala Bayi Ini Terputus saat Dokter Pilih Persalinan Forcep
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti