TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ingin melahirkan water birth? Ini risiko penyakit yang dapat menyerang bayi

Bacaan 3 menit
Ingin melahirkan water birth? Ini risiko penyakit yang dapat menyerang bayi

Penelitian menunjukkan adanya risiko penyakit Legionnaire pada bayi yang lahir lewat water birth. Argumentasi dokter patut jadi pertimbangan sebelum memilih metode melahirkan yang nyaman untuk ibu dan bayinya.

Metode melahirkan water birth atau melahirkan di air mulai banyak dilirik oleh para orangtua sebagai alternatif yang baik untuk kesehatan ibu dan bayinya. Namun, di balik itu semua, ada risiko penyakit yang mengintai bayi jika Bunda melahirkan dengan metode ini.

Melahirkan water birth meningkatkan risiko penyakit pada bayi

Sebuah penelitian dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC- Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika menunjukkan bahwa anak yang lahir dengan proses water birth memiliki peluang untuk terkena penyakit Legionnaire.

Penyakit Legionnaire adalah sebuah jenis pneumonia atau yang biasa dikenal sebagai infeksi paru-paru yang berkembang dari bakteri Legionella yang berada di air hangat. Sejauh ini, CDC sudah menemukan bahwa ada dua bayi yang lahir tahun 2016 lewat water birth yang terkena penyakit Legionnaire.

Rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists dan American Academy of Pediatrics (ACOG) pada tahun 2016 lalu menyatakan bahwa sebaiknya ibu melahirkan anaknya di daratan kering, bukan di air. Setidaknya, sampai penyebab penyakit Legionnaire ini terbukti.

ACOG menjelaskan bahwa risiko penularan di dalam air sangat tinggi, termasuk di dalamnya risiko infeksi maternal dan neonatal yang lebih tinggi. Bayi juga merasa kesulitan dalam mengatur suhu tubuhnya sehingga penyakit ini dapat mengancam nyawa bayi.

Selain itu ada peningkatan kemungkinan kerusakan tali pusar. Fatherly juga mencatat bahwa terdapat juga gangguan pernapasan akibat bayi yang menghirup air bak mandi, dan potensi asfiksia serta kejang.

Padahal, beberapa tahun belakangan ini, sering muncul anjuran kepada para ibu untuk melahirkan di dalam air dengan beragam manfaat untuknya dan bayi.

Melahirkan water birth disebut lebih menenangkan bagi para ibu agar tidak mengalami stres selama persalinan. Daya apung di air ternyata  meningkatkan kontraksi yang lebih efisien dan sirkulasi darah yang lebih baik.

Penyakit Legionnaire akibat melahirkan water birth

Di saat yang sama, tidak ada lingkungan yang lebih sesuai untuk bakteri Legionella yang daripada bak berisi air yang tidak dipelihara dengan baik.

Apalagi bakteri tersebut berkembang di lingkungan yang tidak terlalu panas dan membentuk biofilm tebal dan lumut yang melindungi mikroba berbahaya dari desinfektan. Pengguna bak mandi bahkan tidak perlu menyentuh biofilm untuk terinfeksi karena Legionella bisa masuk ke tubuh lewat tetesan air maupun embun di udara.

Secara teori, perawatan bak mandi air panas yang tepat dapat mencegah hal ini. Dalam prakteknya, kebanyakan orang tidak mengikuti panduan merawat bak mandi air panas seperti panduan standar higienitas CDC.

Setelah menyimpulkan bahwa tidak ada untungnya melahirkan water birth dan risiko potensial yang signifikan, AAP dan ACOG merekomendasikan agar tidak melakukan praktik tersebut lagi.

Health Line menyebut bahwa penyakit Legionnaire biasanya akan mulai menimbulkan gejala dalam 2 sampai 14 hari setelah terpapar bakteri. Periode ini disebut masa inkubasi.

Ciri-ciri penyakit Legionnaire dan cara mencegahnya

Gejala penyakit Legionnaire mirip dengan jenis pneumonia lainnya sehingga banyak orang yang mengalami salah diagnosis terhadap penyakit ini.

Cirinya antara lain demam di atas 40°C, panas dingin, batuk disertai dengan atau tanpa lendir atau darah. Gejala lainnya yang menyertai diantaranya adalah sesak napas, sakit kepala, sakit otot, kehilangan nafsu makan, sakit dada, kelelahan, mual dan muntah, diare, linglung, dan kejang-kejang.

Karena adanya banyak pertentangan sekitar isu ini, maka ada baiknya Anda mempertimbangkan baik-baik dan mengonsultasikan ke dokter sebelum Anda mengambil risiko melahirkan water birth. Pastikan bahwa bak mandi yang digunakan bebas dari bakteri.

Selain itu ada baiknya menggunakan bak mandi air hangat hanya untuk berendam selama kontraksi, untuk membantu mengurangi rasa sakit dan membuat ibu lebih rileks. Ketika sudah saatnya mendorong, keluarlah dari air dan lanjutkan proses melahirkan di tempat yang lebih aman, seperti matras atau tempat tidur yang disediakan dekat dengan bak air hangat.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.

 

Baca juga:

Mandi Setelah Melahirkan Normal dan Caesar, Ini Aturannya!

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • Ingin melahirkan water birth? Ini risiko penyakit yang dapat menyerang bayi
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti