TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

9 Cara menghindari risiko penularan HIV AIDS yang perlu Anda ketahui

Bacaan 4 menit
9 Cara menghindari risiko penularan HIV AIDS yang perlu Anda ketahui

Risiko HIV bisa mengintai siapa saja. Untuk menguranginya, Anda perlu mengetahui apa saja faktor yang bisa meningkatkan risikonya.

Risiko HIV bisa berkembang menjadi penyakit yang mematikan. Jumlah penderitanya pun terus bertambah. Selain gejala yang umum, risiko penyebarannya juga beragam. Karena itu, Anda perlu tahu cara mengurangi risiko penularannya.

Dilansir dari Mayo Clinic, Human Immunodeficiency Virus (HIV) bisa menyebabkan suatu kondisi kronis yang bisa merusak kekebalan tubuh atau biasa disebut juga dengan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyakit ini dikatakan serius karena dampaknya bisa fatal karena mengakibatkan tubuh menjadi sulit untuk melawan infeksi dan penyakit. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini.

Cara mengurangi risiko HIV

risiko hiv

Virus HIV ditularkan melalui beberapa cara, terutama melalui cairan tubuh dan hubungan seksual.

Risiko HIV bisa terjadi melalui pemakaian jarum bekas orang lain, atau berbagi jarum bagi pengguna narkoba. Virus ini juga bisa menular melalui hubungan seksual.

Karena itu, ada cara-cara tertentu untuk mengurangi risiko HIV, seperti berikut:

  1. Tidak berbagi jarum dengan orang lain saat menggunakan obat yang disuntikkan.
  2. Bagi Anda yang memiliki risiko HIV, gunakan profilaksis pra pajanan, yaitu obat pencegahan yang ditujukan untuk orang dengan faktor risiko HIV yang tinggi.
  3. Tidak melakukan douching setelah berhubungan seks. Hal itu ternyata dapat mengubah keseimbangan alami bakteri dan ragi pada vagina, sehingga membuat infeksi yang ada lebih parah atau meningkatkan risiko tertular HIV dan penyakit menular seksual.
  4. Gunakan kondom dengan benar, jika berhubungan dengan pasangan baru. Periksa pula tanggal kadaluarsa kondom sebelum dipakai.
  5. Buang kondom bekas pakai dengan benar. Perlu diingat sebelumnya, jangan pernah menggunakan kondom yang sudah terpakai!
  6. Sebaiknya tidak berganti-ganti dan pasangan.
  7. Perempuan tanpa HIV yang memiliki pasangan HIV-positif tidak berisiko tertular virus jika pasangan mereka menggunakan obat HIV setiap hari dan mencapai penekanan virus. Namun,  penggunaan kondom yang terus menerus tetap direkomendasikan.
  8. Anda dapat menguji risiko HIV bersama dengan pasangan Anda sebelum menikah.
  9. Hindari seks dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.

hamil 5 bulan

Artikel terkait: Berbagi Peralatan Manicure, Wanita Ini Tertular Virus HIV

Penularan HIV

Ada beberapa cara penularan dari HIV ini yang sebaiknya kita waspadai, di antaranya :

  • HIV termasuk Infeksi Menular Seksual yang bisa menyebar bila berhubungan seks dengan penderita
  • Melalui kontak darah dari seseorang yang terinfeksi
  • Dari ibu hamil pada janin selama masa kehamilan, persalinan, atau bahkan menyusui

Gejala HIV dan AIDS

Gejala-gejala HIV dan AIDS ini tentunya bervariasi sesuai dengan fase seseorang terinfeksi. Terdapat fase primer atau akut, HIV kronis, maupun infeksi HIV bergejala.

HIV Akut atau Infeksi Primer

Kondisi ini terjadi saat seseorang sudah terinfeksi dalam waktu dua hingga empat minggu virus memasuki tubuh. Kondisi ini bisa bertahan selama beberapa minggu.

Pada banyak kasus, tahap ini memang jarang disadari. Namun, sebetulnya jumlah virus sudah cukup tinggi dalam darah.

Akibatnya, infeksi menjadi lebih mudah menyebar dibandingkan tahap selanjutnya. Beberapa gejala yang kerap dirasakan antara lain :

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Berkeringat di malam hari
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, khususnya di sekitar leher
  • Nyeri otot dan nyeri sendi
  • Radang tenggorokan dan sariawan yang banyak
  • Diare

HIV Kronis atau Infeksi laten klinis

Berbeda dengan infeksi primer, pada tahap ini biasanya tidak ada gejala yang bisa muncul. Padahal, HIV masih ada di dalam tubuh dan sel darah putih.

Parahnya, tahap ini bisa terjadi selama bertahun-tahun. Namun, bagi Anda yang tidak menerima perawatan, perkembangan infeksi akan jauh lebih cepat.

Pentingnya lakukan pemeriksaan

risiko hiv

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang risiko HIV, langkah pertama yang perlu dilakukan sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan. Hal ini merupakan cara satu-satunya untuk memastikan apakah Anda mengidap HIV atau tidak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari Amerika merekomendasikan bahwa setiap orang yang berusia antara 13 dan 64 tahun perlu melakukan tes HIV setidaknya sekali, terlepas dari risikonya. Jika seseorang mengetahui faktor-faktor risikonya, ada baiknya mereka melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Bila HIV tidak diobati, biasanya kondisinya akan berubah menjadi AIDS dalam waktu sekitar 8-10 tahun. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah sakit atau laboratorium penyedia layanan pemeriksaan tersebut untuk memastikannya.

Jadi, sebaiknya periksakan kondisi Anda ya. Semoga bermanfaat.

***

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Referensi: Healthline

Baca juga:

HIV bisa menular dari suami ke istri, simak cara pencegahannya berikut ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • 9 Cara menghindari risiko penularan HIV AIDS yang perlu Anda ketahui
Bagikan:
  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti