TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pemberian antibiotik berlebihan pada anak bisa berbahaya, begini penjelasan dokter!

Bacaan 4 menit
Pemberian antibiotik berlebihan pada anak bisa berbahaya, begini penjelasan dokter!

Resistensi obat pada anak bisa membahayakan, kapan waktu terbaik memberikan antibiotik pada anak?

Parents, apa yang Anda lakukan saat mendapati si kecil demam? Pemberian antibiotik biasanya menjadi langkah awal yang Anda lakukan. Antibiotik memang merupakan obat yang diberikan dokter untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Kendati begitu, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai berisiko menyebabkan efek samping yang berbahaya. Salah satunya resistensi antibiotik pada anak yang dapat berakibat fatal.

Apa itu resistensi antibiotik pada anak?

Pemberian antibiotik berlebihan pada anak bisa berbahaya, begini penjelasan dokter!

Resistensi antibiotik merupakan kemampuan bakteri untuk bertahan hidup dari efek antibiotik itu sendiri. Hal ini mungkin terjadi apabila bakteri mengubah diri sehingga efektivitas obat untuk membunuh bakteri menurun.

Bukannya sembuh, bakteri malah kebal terhadap pengobatan dan menimbulkan lebih banyak masalah di masa mendatang.

Untuk itu, penting bagi Parents memerhatikan dengan cermat dan tidak begitu saja memberikan antibiotik pada anak.

resistensi antibiotik pada anak

Prof.  dr.  Bambang Supriyatno, SpA (K) selaku Konsultan Respirasi Anak di RSCM.

Dalam acara Forum Diskusi: “Cegah Virus Corona dengan Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh” yang dihelat di Jakarta beberapa waktu lalu, Prof.  dr.  Bambang Supriyatno, SpA (K) selaku Konsultan Respirasi Anak di RSCM menjelaskan dengan gamblang perihal kapan waktu yang tepat memberikan antibiotik pada anak.

“Dengan alasan panik, demam sedikit saja orangtua langsung minta antibiotik sama dokter. Padahal, obat ini tidak bisa diberikan sembarangan. Saya sendiri paling anti memberikan antibiotik jika memang tidak dibutuhkan,” ungkapnya.

Artikel terkait: Bisa menyebabkan gagal hati bahkan meninggal, waspada bahaya overdosis paracetamol!

Kapan waktu terbaik memberikan antibiotik pada anak?

Resistensi antibiotik pada anak bisa berbahaya, ini penjelasannya

Menurutnya, ada beberapa kondisi terbaik pemberian antibiotik pada anak, antara lain:

  • Suhu tubuh anak lebih dari 38,5’C
  • Ditemukan benjolan di area leher
  • Timbul bintik putih dan bernanah di bagian tenggorokan
  • Jika anak tidak menunjukkan batuk, karena batuk pilek disebabkan oleh virus dan antibiotik tidak bisa membunuh virus
  • Usia 3-14 tahun

“Jika menemukan 4 dari 5 gejala di atas, saat itulah orangtua bisa meminta pemberian antibiotik pada anak,” sambungnya.

Bagaimana jika anak masih menunjukkan tiga gejala saja? Maka Parents bisa melakukan pemeriksaan laboratorium lebih dulu untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya terjadi. Misalnya, peningkatan sel darah putih menandakan adanya infeksi pada tubuh sehingga membutuhkan antibiotik.

Bahaya penyakit hemofilia

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orangtua agar daya tahan tubuh si kecil meningkat dan terhindar dari penyakit?

  • Tetap waspada, tetapi jangan berlebihan. Tidak semua kondisi membutuhkan antibiotik sebagai penangkal;
  • Hindari mengunjungi negara yang sedang terjangkit wabah endemik berbahaya. Seperti saat ini wabah corona sedang mewabah ke banyak negara, sehingga menahan diri bepergian ke Negeri Tirai Bambu adalah langkah yang bijak;
  • Biasakan si kecil untuk memakai masker saat bepergian ke tempat umum. Apalagi sekarang ini sudah banyak masker khusus anak dengan motif yang lucu dan bisa disesuaikan dengan kesukaan anak;
  • Budayakan mencuci tangan dengan bersih, apalagi setelah menyentuh sesuatu yang kotor serta sebelum makan;
  • Pastikan daya tahan tubuh meningkat dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup; dan
  • Jangan melewatkan imunisasi lengkap. Perhatikan tumbuh kembang anak dengan seksama, bawa ke dokter spesialis anak jika anak tidak menunjukkan kenaikan berat badan yang signifikan dalam kurun waktu 2 bulan

Artikel terkait: Ibu menyusui terserang pilek? Ini obat alami yang bisa dipilih

Dosis berlebihan bisa menimbulkan resistensi antibiotik pada anak

resistensi antibiotik pada anak

Dalam kesempatan yang sama, dr. Bambang menekankan sejatinya tidak ada jenis obat yang tidak memberikan efek samping. Oleh karena itu, pemberian antibiotik sesuai anjuran dokter adalah hal krusial untuk dilakukan. Memberikan antibiotik tanpa memerhatikan kadar yang diperlukan bisa berbahaya.

“Yang pertama tentunya resistensi antibiotik itu, jika anak sungguh sakit dan membutuhkan obat yang ada tidak mempan menyembuhkan penyakit. Selain itu, pemberian antibiotik berlebihan akan membuat kemungkinan asma kambuh lebih besar. Perhatikan juga memberikan obat ini pada anak yang sedang alergi, cari dulu sumber alerginya apa,” tukasnya.

Selain itu, pemberian antibiotik yang keliru dapat menyebabkan bakteri bernama C. difficile semakin kuat dan mengalami resistensi terhadap antibiotik dan dapat mengakibatkan diare yang cukup parah.

Hal ini diperkuat oleh studi yang dilakukan  oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyebutkan sebanyak 71% anak-anak yang menderita infeksi C. difficile sebelumnya telah diberikan antibiotik untuk mengobati penyakit pernapasan, telinga, dan hidung.

makanan untuk anak sakit Resistensi antibiotik pada anak bisa berbahaya, ini penjelasannya

Agar tidak salah, berikut rambu-rambu yang sebaiknya Parents patuhi demi menjamin kesehatan anak dalam jangka panjang:

  • Mintalah antibiotik pada dokter sesuai kebutuhan, jangan berikan untuk infeksi virus biasa seperti flu
  • Galilah informasi pada praktisi kesehatan terkait kondisi seperti apa yang benar-benar membutuhkan antibiotik, serta kelebihan dan kekurangannya
  • Patuhi dosis yang dianjurkan untuk pemberian antibiotik, baik yang tertera pada kemasan atau rekomendasi dokter. Hal ini mencakup jumlah dan kapan waktu yang tepat
  • Hindari menyimpan antibiotik dalam waktu lama
  • Hindari berbagi obat antibiotik dengan orang lain, bahkan keluarga

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga : 

Nggak perlu panik jika anak demam, sudah coba cara berikut ini belum Parents?

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pemberian antibiotik berlebihan pada anak bisa berbahaya, begini penjelasan dokter!
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti