Rabu Abu atau Ash Wednesday selalu terjadi 46 hari sebelum Paskah. Sementara Paskah ditetapkan jatuh pada hari Minggu setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah March equinox (yang selalu jatuh pada tangga 21 Maret). Di sisi lain, Masa Prapaskah (Lent) berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk hari Minggu.
Mengapa pemeluk agama Kristen memperingati Rabu Abu? Berikut penjelasannya, Parents.
Hari Rabu Abu Memperingati Hari Apa?
Hari Rabu Abu adalah hari memperingati dimulainya Masa Prapaskah. Pada masa ini, umat Kristiani memasuki masa pertobatan, refleksi, dan puasa untuk mempersiapkan diri menyambut Kebangkitan Kristus pada Minggu Paskah, yang melaluinya mereka memperoleh penebusan.
Rabu Abu adalah salah satu hari suci yang paling populer dan penting dalam kalender liturgi Kristen. Berlangsung selama 46 hari sebelum Minggu Paskah, Rabu Abu terutama dirayakan oleh umat Katolik, meskipun banyak umat Kristen yang juga merayakannya.
Secara sejarah, Ash Wednesday berasal dari tradisi Yahudi kuno tentang penebusan dosa dan puasa. Praktik ini meliputi pemakaian abu di kepala.
Abu sendiri melambangkan debu yang darinya Tuhan menciptakan kita. Saat pastor mengoleskan abu ke dahi seseorang, ia mengucapkan kata-kata: “Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Atau, pendeta/pastor dapat mengucapkan kata-kata, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”
Selain itu, abu juga melambangkan kesedihan, dalam hal ini, kesedihan karena kita telah berdosa dan menyebabkan perpecahan dari Tuhan.
Apa Itu Rabu Abu bagi Orang Protestan?
Mirip dengan umat Katolik, Rabu Abu bagi orang Protestan adalah masa pertobatan. Bahkan, umat Anglikan, Metodis, dan Lutheran secara eksplisit mendorong umat mereka untuk terlibat dalam berbagai bentuk puasa, seperti yang dilakukan umat Katolik pada hari raya tersebut.
Semua bentuk pertobatan dan puasa ini merupakan bentuk untuk memulai masa Prapaskah.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Rabu Abu?
Saat Rabu Abu atau Ash Wednesday adalah berdoa dan berpuasa. Selain itu, sebagian orang mengambil cuti kerja dan tinggal di rumah sepanjang luar.
Umumnya, makan di luar, berbelanja, atau pergi ke tempat umum setelah menerima abu pada hari Rabu Abu pada umumnya tidak pantas. Berpesta pun tidak dianjurkan.
Anak kecil, orang tua, dan orang sakit dikecualikan dari perayaan ini.
Apakah Rabu Abu Harus Berpuasa?
Gereja Katolik Roma mengharuskan umatnya untuk berpuasa dan tidak makan daging pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Berpuasa di sini artinya, seseorang diizinkan untuk makan penuh sekali sehari. Dua kali makan porsi kecil boleh dilakukan, tapi tidak sama dengan makan penuh. Selain itu, mereka harus berpantang daging pada semua hari Jumat selama masa Prapaskah.
Aturan pantang makan daging mengikat umat Katolik berusia 14 tahun ke atas.
Untuk berpuasa, geraja mengharuskan mereka yang berusia antara 18-59 dan dalam kondisi sehat untuk melakukannya pada Rabu Abu dan Jumat Agung.
Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?
United States Conference of Catholic Bishops menyatakan bahwa wanita hamil dan menyusui tidak diwajibkan berpuasa pada Masa Prapaskah.
“Mereka yang dikecualikan dari puasa dan pantang di luar batas usia termasuk mereka yang sakit fisik atau mental, termasuk mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes. Yang juga dikecualikan adalah wanita hamil atau menyusui. Dalam semua kasus, akal sehat harus diutamakan, dan orang sakit tidak boleh membahayakan kesehatan mereka dengan berpuasa,” seperti dikutip dari The Catholic Telegraph.
Bagi mereka yang sudah melewati batas usia, Hukum Kanonik mencatat bahwa, “Para gembala jiwa dan orang tua hendaknya memastikan bahwa bahkan mereka yang karena usianya tidak lagi terikat oleh hukum puasa dan pantang, diajarkan makna tobat yang sesungguhnya.”
Meskipun hanya pada dua hari itu saja (Ash Wednesday dan Jumat Agung) diwajibkan untuk berpuasa dan berpantang secara penuh, seluruh masa Prapaskah hendaknya menjadi masa pembentukan rohani dan persiapan untuk Paskah.
***
Itulah penjelasan tentang Ash Wednesday.
Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
Apa Itu Kamis Putih? Ini 7 Fakta yang Perlu Diketahui
Identik dengan Paskah, Ini Sejarah Telur Paskah dan Maknanya
10 Tradisi Paskah Dunia Nan Unik, Sarat Makna Spiritual
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.