Pola Makan Tepat Selama Puasa Ramadhan

lead image

Tips pola makan yang tepat dengan asupan karbohidrat komplek, protein dan lemak yang seimbang untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil saat puasa

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/07/20130711 081507.jpg Pola Makan Tepat Selama Puasa Ramadhan

Pola Makan Tepat Selama Puasa Ramadhan

Berikut ini kami sajikan tips bagaimana mengatur pola makan yang tepat agar tetap fit meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Siapa sih yang ga mau, puasa tanpa merasa payah, lapar, dan dahaga. Khan sebenarnya puasa cuma mengubah jadwal makan dari kebiasaan sarapan menjadi santap sahur, dan jadwal makan siang ditunda hingga waktu berbuka puasa.

Pola Makan Tepat Selama Ramadhan

Karena perubahan jadwal makan yang biasanya 3 kali sehari berubah menjadi utamanya 2 kali sehari, untuk itu kita harus pandai menyiasati pemilihan menu pola makan yang tepat di waktu sahur dan berbuka.

Untuk mempertahankan kadar gula darah tetap stabil selama puasa, sehingga tidak akan mudah merasa lapar, hendaknya sebagai pola makan saat sahur kita memilih makanan yang dapat bertahan lama di tubuh.

Asupan gizi-pun harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan berkurang ataupun jangan berlebihan. Hindari juga terlalu banyak menu gorengan, lebih baik jika di steam atau kukus, karena banyak gorengan bisa membuat kita mudah haus. Sebaiknya pilih nasi beras merah sebagai asupan karbohidrat kompleks untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

 

 

Anda bisa menghidangkan kudapan manis berupa buah-buahan sebagai asupan sumber gula alami untuk menjaga kadar gula darah sekaligus sebagai sumber karbohidrat dan serat alami yang akan menjaga Anda tetap merasa kenyang.

Seorang pakar kesehatan menyarankan saat santap sahur sebaiknya konsumsi buah bukan dalam bentuk jus tetapi langsung dimakan beserta ampasnya. Karena dengan memakannya secara langsung, karbohidrat yang terkandung di dalam buah dapat diserap oleh tubuh secara perlahan-lahan, dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil seharian.

Jangan lupa bahwa air putih juga tetap diperlukan. Meskipun di dalam buah juga mengandung air, tetapi minumlah paling tidak 4 gelas air putih untuk menjaga agar tidak terjadi dehidrasi.

Setelah makan sahur jangan langsung tidur lagi, agar makanan yang dicerna bisa diserap dan diproses secara sempurna oleh tubuh. Jika Anda langsung tidur setelah makan, biasanya asam lambung akan naik, dan hal ini bisa menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti mulas, kembung, dan semacamnya.

Tiba saat berbuka puasa, biasanya kita dianjurkan menyantap yang manis manis sebagai anjuran pola makan saat berbuka. Banyak yang akhirnya membuat kudapan manis seperti kolak, es sirup, dan semacamnya.

Kolak banyak mengandung santan, sirup juga merupakan gula buatan. Sebaiknya minumlah jus buah sebagai asupan gula alami. Saat berbuka, kadar gula darah sudah sangat rendah sehingga harus segera dinaikkan kembali dengan yang manis manis.

Pilihlah buah yang banyak kandungan airnya seperti melon, semangka, jeruk dan hidangkan dalam bentuk jus sebagai pembuka saat berbuka.

Setelah berbuka dengan jus dan sedikit kurma. Jangan langsung makan besar karena lambung masih melakukan proses pembiasaan. Lakukan shalat Maghrib dahulu. Setelahnya silahkan berbuka dengan menu seperti menu makan malam sehari-hari. Jangan berlebihan agar Anda tidak merasa ngantuk, karena Anda masih harus menunaikan shalat Isya dan Tarawih setelahnya.

Baca juga: Puasa Ibu Menyusui Selama Ramadhan

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artikel mengenai  pola makan tepat selama puasa Ramadhan ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia