Catat, 5 Instrumen Investasi Ini Bisa Dipilih Saat Resesi Ekonomi

Catat, 5 Instrumen Investasi Ini Bisa Dipilih Saat Resesi Ekonomi

Tetap ingin berinvestasi di tengah persiapan hadapi resesi? Ini instrumen yang bisa Parents pilih.

Menunjukkan pertumbuhan yang minus 5,23% di kuartal lalu, pemerintah telah menyebutkan Indonesia akan memasuki resesi pada kuartal berikutnya. Resesi sebenarnya wajar terjadi mengingat dampak pandemi saat ini yang memengaruhi semua sektor. Untuk itu, sangat penting bagi Parents mencermati pilihan investasi saat resesi ekonomi yang aman dan tepat.

Resesi yang membayangi banyak negara di dunia tak terkecuali Indonesia, hali ini memang bisa disebabkan beragam aspek. Sebut saja pelemahan mata uang Tiongkok yang menyentuh titik terendah dalam 11 tahun, ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, hingga kebijakan bank sentral dunia menurunkan suku bunga yang sudah tentu memengaruhi ekonomi global. Belum lagi pemilu Amerika Serikat yang akan digelar musim gugur mendatang membuat investor harap- harap cemas.

Meski demikian, bukan berarti investasi harus dihentikan. Pasalnya, kondisi resesi tentu saja tidak akan mengubah rencana keuangan keluarga yang telah dirancang. Parents, hanya perlu lebih cermat memilih instrumen investasi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut pilihan investasi yang bisa dipilih.

5 Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

1. Emas

Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

Fluktuasi harga emas setiap hari tidak membuat emas kehilangan peminat. Logam mulia sudah lama menjadi safe haven atau aset paling aman yang populer di kalangan investor, termasuk Parents salah satunya?

Saat ini, harga emas dunia telah menginjak US$1,860.32 alias tertinggi dalam kurun waktu enam tahun. Hal ini membuat Tiongkok telah menimbun emas selama delapan bulan berturut-turut, di mana cadangannya mencapai sekitar US$ 93 miliar logam mulia pada akhir Juli lalu. Bukan tanpa alasan, emas ibarat perisai di tengah perang dagang yang tak kunjung usai.

Ketidakpastian geopolitik turut menjadi faktor permintaan emas meningkat sehingga harganya mengalami kenaikan. Demi melindungi nilai uangnya dari inflasi, tak sedikit orang yang menjadikan logam mulia emas aset andalan sejak dulu.

Nah, bagi Parents yang memiliki dana lebih dan cenderung berprofil risiko konvensional maka emas bisa menjadi instrumen investasi yang tepat. Apalagi, saat ini banyak platform digital yang menyediakan fitur tabungan emas sehingga berinvestasi emas semakin mudah.

Artikel terkait: 5 Keuntungan Investasi Logam Mulia, Perhatikan Hal Ini Saat Memulainya

2. Reksa Dana

Selain emas, reksa dana dapat menjadi salah satu instrumen yang menguntungkan. Berbeda dengan saham, reksa dana cocok untuk Parents yang tidak memiliki waktu untuk mengamati pergerakan pasar setiap waktu. Dalam reksa dana, kumpulan dana yang ada akan dikelola manajer investasi untuk dibelikan instrumen keuangan yang terkandung dalam produk tertentu.

Sebagai langkah awal, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan memulai investasi reksa dana. Seperti nilai unit penyertaan serta nilai kelolaan. Semakin tinggi nilai kelolaan sebuah reksa dana menunjukkan reksa dana tersebut populer di mata masyarakat.

Terlebih, investasi reksa dana tidak membutuhkan dana yang besar. Bagi Parents yang masih mengumpulkan dana darurat, menempatkannya di reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

Berbeda dengan reksa dana pasar uang, jenis reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih tinggi. Reksa dana ini berisi surat utang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah, yang mana dalam hal ini pemerintah atau perusahaan wajib mengembalikan uang yang dipinjam ditambah pembayaran bunganya kepada investor.

Di masa pandemi, reksa dana pendapatan tetap sempat mencetak imbal hasil yang besar. Penurunan suku bunga acuan dari bank sentral membuat harga surat utang mengalami kenaikan. Kenaikan harga surat utang membuat harga reksa dana pendapatan tetap otomatis naik sehingga membuat instrumen ini menarik untuk dipilih.

4. Deposito

Deposito pastinya tak asing bagi banyak orang, bisa dibilang inilah instrumen investasi yang paling stabil. Saat menempatkan uang di deposito, kita akan mendapat bunga tetap dari bank setiap tahun dan modal awal akan dikembalikan kala jatuh tempo.

Namun, deposito memiliki keuntungan yang relatif kecil dibanding instrumen lainnya yaitu berkisar 3-4% saja. Jika Parents menarik uang sebelum jatuh tempo, bisa jadi Anda dikenakan penalti. Hal ini membuat deposito cocok menjaga nilai yang dan pilihan tepat untuk Anda yang tidak mau ambil pusing dengan risiko yang besar.

Artikel terkait: 5 Kesalahan Umum Orang Indonesia dalam Menyimpan Dana Darurat, Begini Mengatasinya!

5. Saham

Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

Terakhir adalah saham yang tengah menjadi produk investasi paling populer di pasar modal. Saham menjadi produk yang memberikan keuntungan tinggi, namun tentunya dibarengi dengan risiko yang tinggi. Bagi Parents yang berani mengambil risiko maka cocok memilih saham untuk berinvestasi.

Terdapat dua jenis keuntungan yang akan diperoleh Parents saat berinvestasi saham. Pertama yaitu capital gain atau keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli saham. Investor juga akan memperoleh dividen dari saham yang dimiliki, yaitu pembagian laba yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham.

Mengutip Kompas, Kepala Divisi Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin memaparkan tips bagi Anda yang ingin berinvestasi saham. Salah satunya memilih emiten saham yang produknya kita ketahui dengan baik, misalnya perbankan dan consumer goods yang produknya kita pakai setiap hari.

Bagaimana Parents, sudah tahu mau melirik pilihan investasi saat resesi ekonomi yang mana demi keuangan tetap mumpuni?

Baca juga:

7 Tips Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Resesi, Jangan Panik!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner