5 Kesalahan Umum Orang Indonesia dalam Menyimpan Dana Darurat, Begini Mengatasinya!

5 Kesalahan Umum Orang Indonesia dalam Menyimpan Dana Darurat, Begini Mengatasinya!

Menjadi hal krusial dalam tujuan keuangan, kesalahan berikut masih banyak dilakukan dalam menyiapkan dana darurat.

Pandemi COVID-19 yang meluas ke seluruh belahan dunia tak ayal amat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan perekonomian terlihat dalam berbagai sektor bisnis. Kalau sudah begini, manfaat dana darurat akan sangat terasa bagi orang yang sudah menyiapkannya sejak lama.

Manfaat Dana Darurat, Berapa Kisaran Ideal?

Riset “Perilaku Orang Indonesia Terhadap Uang” yang diadakan oleh Danafix menunjukkan masih ada sekitar 8% masyarakat yang ternyata tidak memiliki tabungan sepeserpun untuk keadaan darurat. Lantas, berapa banyak sebenarnya besaran dana darurat ideal setiap orang?

  • 3x pengeluaran rutin bulanan bagi lajang yang tidak memiliki komitmen hutang dan tanggungan seperti orangtua.
  • 6x pengeluaran rutin bulanan bagi yang telah memiliki pasangan dan memiliki hutang bulanan.
  • 9x pengeluaran rutin bulanan bagi pasangan muda yang belum memiliki anak dan masih memiliki hutang bulanan
  • 12x pengeluaran rutin bulanan bagi pasangan yang telah menikah, memiliki anak, dan turut menanggung orangtua

Alokasi di atas akan lebih baik ditingkatkan seiring banyaknya tanggungan. Dengan memiliki dana darurat, Anda akan merasakan keamanan finansial dan tidak perlu menyusahkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dana darurat akan menjadi penyelamat utama jika Anda menghadapi kondisi pelik yang tidak terduga, seperti wabah Corona dan gonjang ganjing ekonomi seperti sekarang ini. 

5 Kesalahan Mengelola Dana Darurat

Kendati termasuk pos keuangan yang amat krusial, sayangnya dana darurat masih menjadi hal yang disepelekan banyak orang. Mayoritas orang nampaknya lebih memilih mengikuti arus kehidupan yang ada dibandingkan mengantisipasi keadaan darurat dengan persiapan dana mumpuni.

Nyatanya masih ada kesalahan yang dilakukan seseorang kala mempersiapkan dana darurat. Berikut ulasannya.

  1. Mengalokasikan terlalu sedikit

Pakar keuangan menyarankan besaran dana darurat setara dengan pengeluaran bulanan. Dengan kata lain, jika seorang lajang memiliki pengeluaran rutin Rp3 juta setiap bulan maka ia sebaiknya mengumpulkan dana Rp9 juta sebagai perlindungan dalam kondisi darurat.

Langsung menarik uang untuk menabung baru membagi pos pengeluaran adalah langkah terbaik. Jangan habiskan untuk keperluan lain dulu baru menabung.

  1. Kembangkan dana darurat melalui instrumen investasi

Ragam pilihan investasi bisa Anda coba untuk mengembangkan dana darurat. Daripada dibiarkan di tabungan yang tak memberikan pengembalian apapun, lebih baik diinvestasikan di beberapa instrumen investasi yang cukup likuid seperti emas contohnya.

Sisihkan 5-10% dari penghasilan bulanan untuk simpanan darurat. Tidak perlu langsung dalam jumlah besar, sedikit tetapi rutin lebih baik.

  1. Menyimpan dana dalam instrumen keuangan berisiko

Banyaknya media keuangan yang ada di pasaran membuat Anda mungkin tergoda menyimpan sejumlah uang ke semua keranjang yang ada. Namun, memilih saham sebagai dana darurat bukan ide yang baik.

Dana darurat merupakan dana yang harus siap ditarik dalam waktu tak terduga. Untuk itu, pilihlah sarana yang likuid dan mudah diakses. Rekening tabungan, reksa dana pasar uang, dan emas bisa menjadi pilihan karena tingkat risiko minim dan mudah ditarik kapan saja.

  1. Menggunakan dana darurat untuk hal yang bukan darurat

Setiap orang tentu memiliki definisi tersendiri mengenai darurat. Perlu diingat cicilan kartu kredit dan membeli barang bermerk bukan hal darurat ya, Parents

Gunakanlah dana darurat sesuai kebutuhannya misalnya ada anggota keluarga yang sakit, serta keperluan membeli perlengkapan kesehatan seperti vitamin di masa pandemi seperti saat ini. Jangan sampai menggeneralisasi kondisi darurat membuat Anda kesulitan saat menghadapi keadaan yang benar-benar mendesak nantinya.

  1. Tidak mengisi saldo setelah keadaan darurat berlalu

Tak ada seorang pun yang sudi terperangkap dalam keadaan darurat, apapun itu. Dengan adanya dana darurat, setidaknya sudah ada alokasi dana yang bisa digunakan.

Namun, jangan lupa untuk kembali mengisi saldo darurat setelah dana dipergunakan dan kondisi gawat sudah lewat. Selalu jadikan dana darurat sebagai prioritas dalam pengeluaran bulanan, dan pilihlah produk yang tepat agar dana ini bisa dimanfaatkan kapan saja.

Rasakan Manfaat Dana Darurat dengan Instrumen Keuangan yang Tepat

Gonjang ganjing perekonomian Indonesia membuat ragam sarana investasi terperosok dalam, sebut saja grafik Indeks Harga Saham Gabungan anjlok dan rupiah terus tergerus karena ekonomi global yang masih tak menentu. Bagaimana dengan emas?

Kabar gembira, logam mulia satu ini terus menunjukkan performa positif dan menjadi sarana investasi yang terbilang aman di masa krisis seperti sekarang. Dijuluki uang Tuhan, emas memang masih menjadi primadona masyarakat Indonesia untuk menabung dibanding investasi jenis lain.

5 Kesalahan Umum Orang Indonesia dalam Menyimpan Dana Darurat, Begini Mengatasinya!

Berhubung pemerintah menganjurkan untuk #diRumahaja , bukan berarti Anda tidak bisa berinvestasi emas. Menabung emas digital di Pluang bisa menjadi solusi untuk berinvestasi lebih mudah dan praktis.

Merupakan aplikasi teknologi finansial yang bernaung di bawah PT PG Berjangka, Pluang memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk memiliki berbagai produk keuangan dengan mudah dan harga yang terjangkau. 

Aman nggak sih beli emas di Pluang? Jangan khawatir, Bun, karena produk tabungan emas di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Emas yang ditransaksikan di aplikasi ini adalah emas ANTAM, lengkap dengan sertifikat resmi jika Anda berniat melakukan penarikan fisik emas tersebut.

Selain itu, transaksi beli emas bisa dimulai dari 0.01 gram sampai menjadi kepingan yang bisa ditarik fisik mulai dari 1 gram hingga 500 gram.

Harga emas Antam di Pluang juga sangat kompetitif, sehingga menjadi salah satu kelebihan Pluang dibandingkan platform tabungan emas digital sejenis.

Untuk mengisi saldo yang akan dipakai dalam pembelian emas, Pluang terafiliasi dengan aneka bank besar serta terkoneksi dengan dompet digital GoPay demi memudahkan transaksi. Jika Parents tertarik, berikut cara berinvestasi emas di Pluang:

  1. Unduh aplikasi di sini dan daftar hanya dengan nomor handphone aktif
  2. Isi data lengkap
  3. Masukkan kode OTP, kode ini akan dikirimkan ke nomor ponsel melalui pesan singkat
  4. Baca dan setujui syarat dan ketentuan pengguna layanan pada aplikasi. Tekan tombol submit
  5. Buat kode PIN yang mana menjadi akses untuk Anda melakukan traksaksi seperti jual beli emas atau pengajuan penarikan dana
  6. Selesai! Kini Anda sudah bisa menabung emas!

Kabar baiknya juga, kini Anda bisa mencicil emas di Pluang dengan fitur Cicilan Emas! Apa saja sih keuntungan dari fitur Cicilan Emas di Pluang?

  1. Anda bisa mencicil emas mulai dari 1 gram. 
  2. Bisa pilih jangka waktu cicilan mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan. 
  3. Lebih cuan, karena Anda bisa membeli emas saat harga murah!

Nggak cuma itu, Anda juga bisa menjadi yang pertama mendapatkan akses ke saham-saham Amerika Serikat (Indeks S&P 500). Bagaimana Parents, tertarik merasakan manfaat dana darurat yang praktis, aman, dan cuan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner