TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pesan Mendalam untuk Ibu Menyusui: "Ibu Pasti Bisa!"

Bacaan 4 menit
Pesan Mendalam untuk Ibu Menyusui: "Ibu Pasti Bisa!"

Dengan dukungan dari suami dan keluarga, ibu dapat melalui masa-masa sulit saat menyusui. Jangan pernah berhenti berusaha memberikan yang terbaik untuk si Kecil, Bunda!

Menjadi ibu dan sulitnya masa menyusui

Ini adalah cerita seorang teman. Ia adalah seorang ibu bekerja dengan satu orang putra, 4 tahun, yang ia anggap dunianya. Ia tidak merencanakan kehamilannya sebelumnya -apalagi pernah membayangkan dirinya menyusui anak- namun entah bagaimana Tuhan memutuskan tetap memberikannya. Mungkin Tuhan tahu, wanita satu ini akan jadi ibu yang sangat hebat untuk ‘titipannya’.

Benar saja. Walaupun awalnya seperti ‘tanpa persiapan’, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, naluri keibuannya mulai tumbuh, terlebih lagi saat anaknya lahir. Berasal dari situ, ia pun berjanji kepada dirinya sendiri untuk berusaha sekuat-kuatnya memberikan yang terbaik bagi sang anak. Janjinya itulah yang membuat ia berhasil melalui segala kesulitan yang ia hadapi, terutama pada fase pemberian ASI eksklusif dan MPASI.

Antara bekerja dan menjalankan tugas sebagai ibu

 Busui-Pasti-Bisa

Sebagai ibu bekerja, hal yang otomatis menjadi tantangannya adalah pembagian waktu. Kekeuh dengan komitmennya yang tidak ingin memberikan susu formula ataupun makanan instan untuk anaknya, keseharian ibu yang satu ini selalu diisi dengan pumping, pumping, dan pumping. Cool box sudah menjadi tentengan wajib selain tas bekerja dan subuh sudah jadi waktu tetapnya untuk bangun dan menyiapkan MPASI untuk disantap anak di siang hari. Saat pulang kerja di malam hari, ia masih harus menyiapkan slow cooked food yang harus dimasak semalaman dan baru akan matang di pagi hari.

Saat ditanya apa rasanya mengalami rutinitas seperti itu, ia menjawab, “Saya capek. Banget. Tapi saya happy melihat anak saya sehat.”

Cobaan sebagai ibu menyusui? Banyak!

Walaupun punya tekad kuat, tetap ada saat-saat di mana sang ibu mengalami stres. Pada saat usia anaknya sudah memasuki masa MPASI (sekitar 8 bulan), pasokan ASI-nya sempat turun drastis. Kalau biasanya ia bisa mendapatkan sekitar 150 ml dari satu dada, saat itu supply ASI-nya drop ke angka 30 ml. Hal ini membuat sang ibu jadi mudah menangis, bahkan sempat terbesit di kepalanya untuk mempertimbangkan susu formula.

Belum lagi komentar-komentar menjatuhkan yang banyak datang dari pihak keluarga.

“Kok badan anaknya kecil? Gak ada kali tuh ASI-nya.”

“Kasian anaknya kecil, haus.”

“Kenapa gak kasih susu formula aja, sih? Biar cepet gemuk!”

Ocehan-ocehan di atas kerap lalu lalang menghampiri sang ibu hanya karena tubuh anaknya tidak gemuk gempal. Orang-orang yang tidak melihat sendiri proses yang dilalui sang ibu saat mengurus sang putra dengan mudahnya mengambil kesimpulan bahwa anaknya kurang sehat.

Bagaimana sang ibu melewatinya?

“Untuk urusan pasokan ASI drop, saya konsultasikan langsung ke dokter laktasi. Saya sudah niat untuk memberi ASI sampai dua tahun, jadi saya tetap ingin berusaha. Kata dokter, sebenarnya produksi ASI itu secara ajaib menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Karena anak saya saat itu sudah masuk masa MPASI, jadi ia tidak butuh terlalu banyak asupan ASI lagi. Kalau soal omongan orang, ada baiknya gak usah didengerin. Itu sangat menjatuhkan. Tetap percaya sama diri sendiri dan tenangkan pikiran, supaya tidak jadi tertekan dan malah mempengaruhi produksi ASI. Kuncinya sih, jangan dibawa stres.”

Berangkat dari saran dokter, sang ibu tetap berusaha. Walaupun ASI-nya sedikit, ia tetap rajin memompa agar asupan ASI untuk anak tetap terpenuhi.

menyusui

Dukungan suami yang sangat berarti

Untungnya, sang ibu didampingi suami yang sangat suportif. Sang suami tidak ikut-ikutan menyarankan untuk beralih ke susu formula ataupun makanan instan, karena sejak awal suami juga sudah tahu komitmen sang istri. Sang suami lebih memilih untuk menunjukkan dukungannya dengan menjadi teman sang istri saat melalui masa-masa sulitnya.

“Saya dapat dukungan paling besar dari suami. Dia selalu ada buat mendengarkan keluh kesah saya. Kalau tengah malam anak bangun dan butuh susu ataupun saya harus memompa, suami suka nemenin sambil ngajak ngobrol. Dia suka membantu merapihkan freezer juga. Hal ini yang bikin saya merasa tidak berjuang sendirian.”

Selanjutnya: Ibu lain pasti dapat melaluinya

Pesan untuk para ibu yang sedang menyusui

Walaupun pada akhirnya sang ibu tidak bisa menyelesaikan pemberian ASI selama 2 tahun, tapi ia sudah berusaha dengan segala dayanya untuk memberikan asupan alami sampai sang anak berusia 1 tahun 8 bulan. Yang lebih membanggakan lagi, walaupun ASI-nya tidak melimpah, ia sempat menjadi donor ASI bagi keponakannya yang membutuhkan.

“Untuk para ibu yang sedang mengalami kesulitan menyusui, jangan patah semangat dan tetap positive thinking, karena kuncinya ada di pikiran kita. Tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anak, karena ASI adalah sumber penghidupan terbaik dan paling sehat bagi anak.”

Para ibu juga tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter, suami, teman yang sudah menjadi ibu, saudara ataupun kerabat lain agar bisa dapat memperbanyak referensi dalam mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk melewati masa sulit.

Ibu dan Menyusui

Believe in yourselves, moms!

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk mendukung para ibu menyusui dan dipublikasikan atas seizin narasumber. Nama narasumber sengaja tidak disebutkan untuk menjaga privasi.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi para ibu untuk tetap kuat dan tidak patah semangat mengusahakan ASI untuk si Kecil.

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

 

Baca juga artikel lain tentang ASI dan ibu menyusui:

  • 3 Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan Suami untuk Membantu Istri dalam Masa Menyusui
  • Inisiasi Menyusui Dini Adalah Vaksin Pertama Bayi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Ayu Idris

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • Pesan Mendalam untuk Ibu Menyusui: "Ibu Pasti Bisa!"
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti